Staf Khusus (Stafsus) Presiden Angkie Yudistia menyampaikan spirit inklusivitas sangat penting agar visi-misi Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam mewujudkan Indonesia maju pada tahun 2045 dapat tercapai. Strategi pembangunan SDM untuk mencapai hal tersebut adalah dengan tercukupinya layanan dasar dan perlindungan sosial yang mencakup semua kalangan, peningkatan pendidikan pelatihan (vokasi), stimulasi iptek dan inovasi, serta pembangunan karakter.
“Dengan semangat inklusivitas ini program-program yang terwujud nanti akan dapat berorientasi pada penghormatan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dan pemenuhan hak yang berdampak pada produktivitas penyandang disabilitas,” ujarnya Angkie saat menjadi pembicara kunci pada Lokakarya Hari Disabilitas Internasional bertema “Peran Lingkungan dalam Mendukung Kesehatan Mental”, Rabu (11/11), di Gedhong Pracimosono, Komplek Kepatihan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Disampaikan Angkie, berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Tahun 2018 jumlah penyandang disabilitas di Indonesia sebanyak 37,58 juta jiwa atau 14,2 dari jumlah penduduk. Untuk itu, ia berharap agar semua ragam disabilitas diakomodir oleh semua pihak.
“Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk menyebarkan pesan yang jelas kepada masyarakat bahwa semua ragam disabilitas harus dapat diakomodir oleh semua pihak tanpa terkecuali baik yang terlihat maupun tidak terlihat secara fisik,” ujarnya.
Ia juga berhadap dengan adanya lokakarya ini, para pemangku kepentingan dapat berdiskusi dan merencanakan kegiatan dan aksi nyata yang bermanfaat langsung bagi penyandang disabilitas.
“Kita bisa bersama-sama berdiskusi, baik dengan teman-teman organisasi masyarakat sipil, institusi akademik, dan sektor swasta agar terjalin kolaborasi dengan teman-teman penyandang disabilitas dalam merencanakan kegiatan dan aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh penyandang disabilitas,” pungkasnya.
Sementara itu, Indria L. Gamayanti, pembicara lain dalam lokakarya ini menjelaskan, tidak ada kesehatan yang sesungguhnya jika kita tidak memiliki kesehatan mental.
“Kesehatan mental ditandai oleh ada kesejahteraan psikologis (keseimbangan antara pikiran, perasaan, dan perilaku), menyadari memiliki kemampuan apapun kondisi kita, mampu mengatasi tekanan kehidupan, bisa bekerja secara produktif, dan bisa berkontribusi dalam kelompok atau lingkungan,” ujar psikolog klinis dari Universitas Gadjah Mada yang juga Ketua Psikolog Klinis Indonesia ini.
Lokakarya ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan yang diselenggarakan Stafsus Presiden Angkie Yudistia dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap tanggal 3 Desember. Direncanakan akan diadakan tiga lokakarya yang mengambil tempat di DI Yogyakarta dan Magelang, Jawa Tengah. Tema besar yang diusung adalah “Indonesia Maju Indonesia Inklusi”.
Turut menjadi pembicara dalam kegiatan ini Erbe Sentanu (Founder Katahati Institute), Ro’fah (Ketua Dharma Wanita Persatuan Universitas Islam Negerigyakarta) dan Desty (Perwakilan Penyandang Disabilitas Mental). (sk/fid)
Nasional4 hari agoWINGS Food Hadirkan ‘Pondok Rehat’ di Jalur Mudik 2026, Sediakan Fasilitas Lengkap untuk Pemudik
Bisnis4 hari agoTempo Scan Berangkatkan 3.000 Pemudik lewat Program “Mudik Sepenuh Hati 2026”
Pemerintahan4 hari agoPemkot Tangsel Salurkan Rp405 Juta dalam Safari Ramadan 1447 H
Bisnis4 hari agoSarihusada Raih Penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026 Kategori Manufaktur
Bisnis4 hari agoAriston Hadirkan Kehangatan Ramadan Lewat Program CSR “Caring Brings Comfort” di Yayasan Al Andalusia
Jabodetabek3 hari agoAmankan Gedung SMA & SMK Triguna Utama, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Selamatkan Aset Negara
Hukum2 hari agoMiris! Anak Berkebutuhan Khusus Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Pengurus DKM di Ciputat Timur
Pemerintahan4 hari agoSambut Idulfitri 2026, Pilar Saga Ichsan Bersama Kemenhub Lepas Peserta Mudik Gratis dari Terminal Pondok Cabe










