Connect with us

Bisnis

SUN Gelar Lomba Kreasi Lahap Makan

Brand makanan pendamping ASI dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), SUN, menggandeng para ibu PKK menggelar Lomba Kreasi Lahap Makan SUN. Selain untuk meningkatkan kreasi menu MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang lebih beragam berbasis keanekaragaman pangan lokal, kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya bersama untuk memperkuat edukasi gizi melalui penerapan 3 Metode Lahap Makan ala SUN.

Lomba Kreasi Lahap Makan SUN bersama SUN ini diikuti para kader PKK yang tersebar di enam provinsi, termasuk Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, hingga Sulawesi Selatan.

Sepanjang tahun 2025, SUN giat mengampanyekan Gerakan Lahap Makan, khususnya dalam periode pemberian MPASI pada anak, dengan memperkenalkan Tiga Metode Lahap Makan ala SUN, yaitu (1) Makan saat lapar dan tidak mengantuk, (2) Variasi rasa dan tekstur sesuai usia, dan (3) Cara pemberian makan yang tepat.

Melalui gerakan ini, SUN terus mengajak para ibu untuk mengkreasikan variasi menu MPASI yang lebih beragam agar mengurangi risiko Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada anak.

Advertisement

Diungkapka Robert Arifin, Kepala Divisi Nutrition and Special Foods PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk., “Gerakan Tutup Mulut masih menjadi tantangan utama para ibu saat memberikan MPASI. Melalui Tiga Metode Lahap Makan ala SUN, SUN menghadirkan solusi praktis agar ibu dapat menyajikan menu bergizi sekaligus membangun pengalaman makan yang positif bagi anak. Bersama para ibu kader PKK, edukasi ini kami wujudkan lewat Lomba Kreasi Lahap Makan SUN untuk memperkuat peran mereka sebagai pendamping para ibu. Kami terus berkomitmen untuk menjadi sahabat ibu dalam menghadirkan kreasi MPASI bergizi seimbang dengan rasa yang sesuai selera anak Indonesia.”

Acara Lomba Kreasi Lahap Makan SUN turut menghadirkan panel juri dari pakar gizi, Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes., yang memberikan penilaian dari aspek kreativitas menu, kualitas gizi, kesesuaian tekstur, tampilan, dan cita rasa. “Menu MPASI tidak harus rumit. Yang terpenting adalah bisa menyajikan MPASI yang bergizi seimbang, teksturnya sesuai usia, tentunya dengan memanfaatkan pangan lokal yang mudah didapatkan dan rasanya disukai anak,” ucapnya.

Pemenuhan gizi seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Rita menambahkan bahwa porsi makan bayi yang kecil membuat setiap suapan harus padat gizi, terutama fungsi zat besi yang krusial pada masa ini untuk pertumbuhan otak.

“Mulai usia 6 bulan, kebutuhan zat besi bayi melonjak hingga sekitar 11 mg per hari, sementara dalam ASI hanya tersedia sekitar 3%-nya, jadi masih kurang 97% lagi yang harus disediakan MPASI. Adanya gap (celah/kesenjangan) yang besar inilah membuat orang tua harus lebih cermat memilih bahan makanan yang bergizi. Contohnya, bahan utama hari ini, yaitu ikan kembung dan lele yang kaya zat gizi, harganya terjangkau, dan mudah didapat, kemudian dikombinasikan dengan MPASI fortifikasi yang tinggi zat besi,” urainya.

Advertisement

Alyssa Soebandono, figur publik yang juga seorang ibu turut membagikan pengalamannya. “Setiap anak itu berbeda, dan rasa bosan pada makanan pastinya sering terjadi. Karena itu, sebagai orang tua kita perlu pintar-pintar memvariasikan MPASI setiap hari agar anak tetap semangat makan. Saya sendiri berusaha mengenalkan rasa dengan mengombinasikan bahan-bahan makanan yang ada di rumah, lalu saya padukan dengan SUN yang mudah dikreasikan dan gizinya lengkap, terutama tinggi zat besi yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak-anak kita. Dengan cara ini, saya merasa lebih tenang meski porsi makannya masih kecil. Ketika keduanya dipadukan, hasilnya jadi lebih padat gizi, tetap lezat, dan biasanya lebih mudah diterima anak,” kisah Alyssa.

Lomba Kreasi Lahap Makan SUN telah dilangsungkan sejak pertengahan tahun ini dan babak final berlangsung pada awal Desember ini, bertempat di Modena Culinaria Jakarta.

Ajang final ini diikuti enam kelompok finalis terpilih dari total 114 kelompok peserta lomba (342 kader). Pada tahap akhir ini, peserta ditantang mengolah dan menyajikan MPASI dalam waktu satu jam untuk tiga kategori usia (6 bulan, 9 bulan, dan 12 bulan ke atas), dengan bahan dasar ikan sebagai mystery ingredient untuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan pangan bergizi.

Salah seorang finalis, Lia Yuliasri David dari Provinsi Jawa Barat, menyampaikan antusiasmenya. “Acara ini luar biasa sekali. Saya sebagai kader merasa terpanggil untuk ikut berkontribusi, khususnya untuk mendorong para ibu yang memiliki balita, agar dapat mengembangkan kreasi menu MPASI menggunakan SUN dan bahan-bahan yang mudah didapatkan di rumah. Harapannya, supaya anak-anak di wilayah saya bisa semakin baik gizinya,” akunya.

Advertisement

Para finalis lomba ini juga ditetapkan sebagai Duta Lahap Makan SUN, yang akan meneruskan edukasi untuk membuat lebih banyak anak lahap makan, terpenuhi gizinya, dan tumbuh optimal.

Para kader ini akan dibekali dengan toolkit edukasi Duta Lahap Makan untuk membantu mereka memberi inspirasi MPASI yang mudah dibuat, terjangkau, dan disukai anak sesuai prinsip 3 Metode Lahap Makan ala SUN.

“Selama lebih dari 30 tahun, SUN telah dipercaya para ibu di Indonesia dalam menemani langkah awal si Kecil belajar makan. Kepercayaan ini mendorong kami untuk terus berinovasi menghadirkan produk MPASI yang praktis, aman, dan bergizi. Kami juga percaya bahwa bersama para ibu kader, kita dapat membangun kolaborasi yang lebih luas untuk terus mengedukasi para orang tua, sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan cerdas, serta kelak menjadi generasi pemimpin yang siap mewujudkan Indonesia Emas,” tutup Robert.

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer