Nasional
Tak Lagi Semrawut, Pedagang Senang Berjualan di Skybridge Tanah Abang

Kabartangsel.com, JAKARTA – Sudah tiga bulan sejak pertama kali difungsikan pada Desember 2018 lalu, saat ini Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) mulai ramai. Bisa dibilang, Pasar Tanah Abang sekarang tidak sesemrawut sebelumnya.
Pantauan di lokasi, kios-kios yang tersedia di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau skybridge semuanya terisi. Lebih dari 400 pedagang pun sudah menikmati fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu.
Pada umumnya pedagang mengaku mendapat omzet lebih sejak berjualan di Skybridge Tanah Abang. Kendati demikian para pedagang pun tetap meminta agar sewa lapak bisa lebih ringan.
Seperti yang diungkapkan penjual pakaian pria, Ahmad, 31. Menurutnya, ketimbang dulu, pedagang pakaian Pasar Tanah Abang lebih tertata. Karena tidak menggunakan badan jalan raya untuk berjualan.
Terlebih, di skybridge terhubung langsung dengan pintu masuk-keluar Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) Tanah Abang. Sehingga penumpang akan melintas kios di skybridge ketimbang di kios Central Tanah Abang (CTA).
“Akses pintu masuk dan keluar cuma satu, kalau dari stasiun. Tidak ada lagi. Jadi, pengunjung lebih banyak ke sini dulu (kios skybridge),” ungkapnya saat ditemui di lokasi, Minggu (17/3).
Sayangnya, tidak semua pedagang kaki lima (PKL) bisa terfasilitasi kios di skybridge. Dirinya bersukur karena saat penertiban PKL Tanah Abang, dirinya terdata mendapatkan fasilitas kios.
Kios yang ditempatinya tidak gratis. Penjual harus merogoh kocek Rp 750 ribu dalam sebulan agar bisa berjualan di skybridge. Ia pun berharap, dari pemerintah ada kebijakan untuk menurunkan tarif biaya sewa kios.
“Ya, maunya sih diturunin tarifnya, lebih terjangkau. Kan, kami (PKL) biasanya tidak ada biaya sewa kios,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan pedagang lainnya, Adin, 38. Menurutnya, dengan adanya skybridge untuk pedagang, membuat pedagang di Blok CTA juga lebih ramai. Sebab, para pengunjung diarahkan menuju skybridge ke Blok CTA.
“Tambah ramai. Orang lebih mudah, karena ada akses jalan skybridge. Dulu, lebih semrawut, orang hanya bisa menggunakan lantai satu dan dua. Sekarang bisa langsung ke lantai tiga,” ujarnya.
Menurutnya, penyeberangan akses menuju stasiun juga lebih gampang. Karena rata-rata pengunjung dari daerah yang cukup jauh, terutama dari Bogor dan Bekasi. Sehingga, pengunjung tidak ada pilihan lain selain menggunakan transportasi KRL.
“Ya intinya sih lebih memudahkan pengunjung ke sini. Karena kebanyakan mereka yang pakai KRL. Dulu, semrawut ya. Sekarang, PKL yang di bawah, langsung dioper ke skybridge semua,” tutur Adin. (JPC)
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Sport4 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Sport4 hari agoJadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM
Sport4 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Sport4 hari agoTiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID
Sport4 hari agoJadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga
Nasional1 minggu agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Politik1 minggu agoWI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik




































