Kementerian Komunikasi dan Informatika membagi alokasi frekuensi untuk jaringan telekomunikasi seluler 5G ke dalam tiga lapisan (layer) telekomunikasi, yaitu Low Band, Middle Band, dan High Band. Pembagian itu dilakukan untuk pemerataan dan efisiensi layanan.
“Ketiga layer ini berada di frekuensi yang berbeda. Untuk pita bawah (Low Band), frekuensinya di bawah 1 Ghz, cocok untuk pemerataan coverage karena sangat efisien, jangkauan sangat luas dan untuk perkotaan sangat bermanfaat untuk interpenetration,” jelas Koordinator Penataan Alokasi Spektrum Dinas Tetap dan Bergerak Darat Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Adis Alifiawan dalam Diskusi Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) “Indonesia Maju dengan 5G”, dari Ruang Media Center Kominfo, Jakarta, Senin (07/06/2021).
Menurut Koordinator Adis Alifiawan, pita frekuensi di bawah 1 Ghz juga bisa menjadi solusi apabila sinyal kurang bagus ketika masayarakat masuk ke suatu public area atau Gedung. Kemudian, pada layer kedua (Middle Band) berada diantara frekuensi 1 sampai 6 GHz.
“Di sini, yang saat ini kita nikmati untuk 5G yang ada di Indonesia sekarang, salah satunya dari Telkomsel yang sudah komersial, itu pakai 2,3 Ghz. Jadi, middle-band sebetulnya adalah pertengahan. Coverage-nya dapat kapasitasnya juga lebih besar daripada yang low-band,” tuturnya.
Sedangkan di pita atas (High Band) berada di frekuensi 2,6 Ghz dan 2,8 Ghz. Adis menjelaskan,dibandingkan dua layer yang lain, pita atas frekuensi memiliki beberapa keunggulan seperti jaringan telekomunikasi 5G bisa lebih responsif latensinya 1 milimeter per second dengan pick data rate mencapai 20 Gbps.
“Memang belum pernah ada sebelumnya di generasi 4G ke bawah, baru ada di 5G. Inilah yang membedakan, idelnya operator seluler memiliki itu semua, sehingga layanan yang ditawarkan kepada masyarakat spektrumnya luas. Jadi, opsel bisa menyajikan macam-macam layanan dan usecase,” papar Koordinator Penataan Alokasi Spektrum Dinas Tetap dan Bergerak Darat.
Adis Alifiawan menyatakan pada prinsipnya sebetulnya saat ini baru Telkomsel yang sudah mengantongi izin Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) dari Kominfo pada 24 Mei 2021 lalu.
“Kemudian, minggu lalu yaitu operator seluler lainnya yakni Indosat sudah dalam proses Uji Laik Operasi (ULO) dan saat ini masih dalam proses untuk finalisasi penetapannya dan kami harapkan juga operator-operator seluler lain juga segera mengikuti agar Indonesia segera take off untuk 5G-nya ini,” tandasnya.
Selain Adis Alifiawean, hadir sebagai pembicara Sekretaris Jenderal ATSI, Marwan O. Baasir; dan Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi. (rls)
Nasional7 hari agoWINGS Food Hadirkan ‘Pondok Rehat’ di Jalur Mudik 2026, Sediakan Fasilitas Lengkap untuk Pemudik
Bisnis7 hari agoTempo Scan Berangkatkan 3.000 Pemudik lewat Program “Mudik Sepenuh Hati 2026”
Pemerintahan7 hari agoPemkot Tangsel Salurkan Rp405 Juta dalam Safari Ramadan 1447 H
Bisnis7 hari agoSarihusada Raih Penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026 Kategori Manufaktur
Pemerintahan2 hari agoIdulfitri 1447 Hijriah, Pilar Saga Ichsan Tekankan Pentingnya Ukhuwah untuk Membangun Tangsel
Bisnis7 hari agoAriston Hadirkan Kehangatan Ramadan Lewat Program CSR “Caring Brings Comfort” di Yayasan Al Andalusia
Jabodetabek5 hari agoAmankan Gedung SMA & SMK Triguna Utama, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Selamatkan Aset Negara
Hukum5 hari agoMiris! Anak Berkebutuhan Khusus Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Pengurus DKM di Ciputat Timur










