Lifestyle
Virus Korona China Menyebar ke Jepang hingga Korea Selatan

Korea Selatan pada Senin (20/01) melaporkan kasus infeksi virus korona pertamanya. Virus tersebut sama dengan virus korona yang sejak Desember lalu menjangkiti ratusan orang di kota Wuhan, China, serta dua orang di Thailand dan satu orang di Jepang.
Infeksi virus korona menimbulkan gejala menyerupai pneumonia seperti demam, batuk, serta sesak napas. Sejak kemunculan pertamanya, virus misterius ini telah menyebabkan tiga orang di China meninggal dunia.
Penyebaran virus korona di Korea Selatan

Kasus infeksi virus korona pertama di Korea Selatan menimpa seorang wanita berusia 35 tahun yang berangkat dari Wuhan, China. Ia menunjukkan gejala demam tinggi saat tiba di Bandara Internasional Incheon, Seoul, Korea Selatan, Minggu (19/1) kemarin.
Menurut pernyataan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KCDC), pasien tersebut langsung diisolasi dan dipastikan tidak terpapar orang lain. Ia dikarantina di Rumah Sakit Incheon dan kini berada dalam kondisi stabil.
Pasien tersebut mengatakan bahwa ia sudah mengalami gejala berupa demam dan menggigil sejak hari Sabtu (18/1). Ia pun telah mengonsumsi obat flu yang diperolehnya dari rumah sakit di Wuhan, seperti dilaporkan oleh KCDC.
KCDC juga menyatakan, guna mencegah penularan virus korona seperti yang terjadi di China, semua orang termasuk penumpang dan kru pesawat turut diinvestigasi. Tidak ada informasi lebih lanjut mengenai penerbangan maupun kesehatan pasien tersebut.
Penyebaran yang terjadi hingga ke beberapa negara menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang dibawa oleh virus ini. Maka dari itu, Komisi Kesehatan Nasional China terus meningkatkan upaya pencegahan selama beberapa pekan terakhir.
Otoritas kesehatan China pada tanggal 1 Januari lalu telah menutup Pasar Huanan yang diduga menjadi tempat pertama kemunculan virus. Pemerintah kota juga telah memberikan perintah untuk memasang termometer inframerah di bandara, terminal, stasiun kereta, serta dermaga sejak tanggal 14 Januari.
Cara mencegah penularan virus korona


Melansir World Health Organization (WHO), virus korona merupakan famili besar dari beberapa virus yang menyebabkan berbagai gangguan pernapasan. Mulai dari pilek biasa hingga yang lebih parah seperti sindrom saluran pernapasan akut (SARS).
Virus korona pernah menjadi penyebab wabah SARS di China selatan dan sejumlah negara pada 2002 lalu. Sebelum akhirnya hilang, wabah ini sempat menyerang ribuan orang dan mengakibatkan lebih dari 800 orang meninggal.
Analisis genetik menunjukkan bahwa virus yang saat ini menyerang China mirip dengan virus penyebab SARS. Namun, belum dikonfirmasi apakah penularan dapat terjadi antarmanusia atau hanya dari hewan yang terinfeksi.
Untuk mencegah penularan, WHO menyarankan masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan hewan hidup, terutama di wilayah sudah terjangkit virus. Masyarakat juga harus memasak daging, ayam, ikan, dan telur hingga betul-betul matang.
WHO mengingatkan bahwa virus korona di China mungkin saja menular dari manusia pada kondisi tertentu. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk menghindari kontak dekat dengan orang lain yang mengalami pilek, flu, atau menunjukkan gejala gangguan pernapasan lainnya.
Jika terdapat warga yang merasa mengalami gejala tersebut, mereka juga harus segera memeriksakan dirinya ke dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Langkah antisipasi sekecil apa pun berarti besar dalam mencegah penyebaran virus ini.
Kabartangsel.com
Sport6 hari agoRatchaburi FC vs Persib Bandung 0-1 di Menit ke-5 Babak Pertama
Bisnis6 hari agoHadirkan “Gaya Raya”, Blibli Gandeng 20 Brand Fashion Lokal
Pemerintahan6 hari agoEra Benyamin Davnie–Pilar Saga Ichsan, SDN Babakan 01 Bertransformasi Jadi Lebih Layak dan Modern
Bisnis6 hari agoRoll To Definer Steel Mascara, Inovasi Terbaru barenbliss untuk Makeup Look yang Lebih Standout
Nasional8 jam agoAwal Ramadan 1447 H, Pemerintah Indonesia Tetap Gunakan Sidang Isbat dan Kriteria MABIMS
Bisnis6 hari agoLaba Bersih BCA Syariah Tumbuh 15,4 Persen di 2025
Nasional6 jam agoHasil Sidang Isbat Puasa Awal Ramadhan 1447 H Kapan?
Nasional8 jam agoMuhammadiyah Puasa Ramadan 1447 H Mulai Hari Rabu Tanggal 18 Februari 2026























