Nasional
Wamenhan M. Herindra Menjadi Pembicara Pada EDUFAIR SMAN 8 Jakarta

Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Wamenhan RI) M. Herindra menjadi tamu undangan dan sekaligus pembicara dalam kegiatan EDUFAIR SMAN 8 Jakarta Tahun 2022, Rabu (14/9). Di depan civitas dan alumni SMA Negeri 8 Jakarta, Wamenhan M. Herindra berbicara mengenai filosofi pentingnya pertahanan bagi sebuah negara dengan merujuk pada pandangan sejumlah tokoh terkenal seperti Titus Maccius Plautus (254-184 SM), Thucydides (460 SM – 395 SM), Publius Flavius Vegetius Renatus (5 M), Sun-Tzu (500 SM).
Wamenhan M. Herindra menjelaskan mengenai ungkapan Homo Homini Lupus yang dicetuskan oleh Titus Maccius Plautus dan dipopulerkan oleh Thomas Hobbes (tahun 1651), yang menjelaskan tentang “Manusia adalah serigala bagi manusia lain, ketika dia belum menemukan jati dirinya seperti apa dia”. Bahwa manusia pada dasarnya hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, segala tindakan manusia mengarah pada pemupukan kekuasaan dan hak milik sehingga akan menjurus pada perang antara semua lawan semua. Secara alamiah manusia memiliki naluri kekerasan. Menurut Hobbes kekerasan terjadi karena tidak tersalurnya naluri seperti harapan, keinginan atau kehendak yang berlebihan.
“Ketika masyarakat tidak lagi memegang nilai-nilai seperti kejujuran dan kebenaran serta keadilan dan kepedulian pada eksistensi orang lain maka akan ada kesewenang-wenangan terhadap golongan yang lemah. Oleh karena itu diperlukan adanya peran negara untuk mencegah ini.”
Hal ini ditegaskan dengan paham yang diungkapkan Thucydides (460 SM – 395 SM) bahwa hubungan antarbangsa berdasarkan siapa yang kuat, ketimbang siapa yang benar. Demikian pula yang ditegaskan oleh Publius Flavius Vegetius Renatus, dalam bukunya yang berjudul de Re Militari pada sekitar abad ke 5 Masehi tentang Si Vis Pacem, Para Bellum. Menurutnya, cara terbaik untuk menjaga perdamaian adalah selalu siap berperang.
“Jadi inilah paradoksnya: jalan menuju perdamaian adalah melalui persiapan perang.”
Wamenhan M. Herindra juga mengutip taktik militer Sun-Tzu dari buku The Art of War, bahwa jika anda mengenal musuh dan mengenal diri anda sendiri, maka anda tidak perlu takut akan hasil dari seratus pertempuran. Jika anda mengenal diri sendiri tetapi tidak mengenal musuh, maka untuk setiap kemenangan yang diperoleh anda juga akan menderita kekalahan. Dan jika anda tidak mengenal musuh maupun diri anda sendiri, maka anda akan menyerah dalam setiap pertempuran.
Kampus6 hari agoIKA FISIP UIN Jakarta 2025–2029 Resmi Dilantik, Perkuat Peran Alumni sebagai Kekuatan Intelektual
Pemerintahan6 hari agoDWP Bersama DLH Tangsel Berbagi Bersama Penyapu Jalanan
Nasional1 hari agoWINGS Food Hadirkan ‘Pondok Rehat’ di Jalur Mudik 2026, Sediakan Fasilitas Lengkap untuk Pemudik
Pemerintahan6 hari agoDSDABMBK Tangsel Siap Hadapi Libur Lebaran 2026 dengan Infrastruktur Optimal
Bisnis6 hari agoQurban Asyik Luncurkan Aplikasi Versi Terbaru, Kurban Kini Lebih Mudah
Bisnis1 hari agoTempo Scan Berangkatkan 3.000 Pemudik lewat Program “Mudik Sepenuh Hati 2026”
Pemerintahan1 hari agoPemkot Tangsel Salurkan Rp405 Juta dalam Safari Ramadan 1447 H
Bisnis1 hari agoSarihusada Raih Penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026 Kategori Manufaktur



















