Lifestyle
Waspada, Detak Jantung Tidak Teratur Tingkatkan Risiko Demensia

Detak jantung yang tidak teratur menandakan terjadinya aritmia. Salah satu jenisnya adalah atrial fibrilasi (AFib). Kondisi ini membuat jantung Anda berdetak tidak teratur, sering kali lebih cepat. Jika tidak diatasi lebih dini, stroke, gagal jantung, dan komplikasi pada jantung lainnya bisa terjadi.
Tidak hanya itu saja, studi menemukan bahwa pasien AFib memiliki risiko demensia lebih tinggi. Bagaimana masalah pada jantung ini meningkatkan risiko demensia? Simak ulasannya berikut ini.
Studi mengenai detak jantung tidak teratur dengan demensia
AFib terjadi ketika dua bilik atas jantung (atria) berdetak abnormal sehingga tidak terkoordinasi dengan dua bilik di bawah jantung (ventrikel). Ini menyebabkan jantung berdebar-debar, sesak napas, lemah, pusing, dan nyeri dada.
Pada kondisi kritis dan tanpa perawatan, detak jantung tidak teratur ini dapat menyebabkan pembekuan dan menyumbat aliran darah (iskemia).
Baru-baru ini studi menunjukkan bahwa AFib juga bisa meningkatkan risiko demensia.
Sebuah penelitian yang dipresentasikan pada sesi ilmiah American Heart Association, melaporkan bahwa pasien dengan AFib menunjukkan tanda-tanda cedera otak.
Sebanyak 246 pasien, diketahui 198 orang memiliki AFib sementara 48 tidak. Peneliti mengamati sampel plasma dari partisipan untuk mengetahui adanya cedera otak.
Dari empat biomarker, tiga di antaranya berisiko tinggi dengan depresi, neurodegenerasi, seperti demensia dan penurunan kognitif pada pasien atrial fibrilasi.
Biomarker adalah indikator fisik, fungsional, atau biokimia dari sebuah penyakit yang penting untuk mengidentifikasi demensia. Teknik ini bisa mengetahui potensi cedera dan kondisi otak yang tidak terdeteksi oleh tes pemindaian otak maupun pengujian kognitif.
Hubungan detak jantung tidak teratur dengan demensia
Berdasarkan penelitian tersebut, peneliti percaya bahwa atrial fibrilasi dapat berpengaruh pada fungsi otak. Pasalnya, seluruh sel dalam tubuh akan dialiri darah yang membawa oksigen dan nutrisi.
Jika detak jantung tidak teratur, maka aliran darah ke otak juga akan mengalami gangguan.
Terganggunya aliran darah ke otak bisa memengaruhi kerja membran sel otak. Membran yang seharusnya memisahkan darah dan cairan serebrospinal tidak bekerja secara maksimal sehingga molekul neuro-spesifik dapat masuk ke aliran darah.
Akibatnya, fungsi otak akan terganggu, kian lama akan semakin memburuk, hingga menyebabkan demensia. Sebaliknya, pasien atrial fibrilasi yang diobati dengan obat antikoagulan (obat pengencer darah) untuk mencegah terjadinya stroke, memiliki risiko lebih rendah ketimbang pasien yang tidak minum obat ini.
Faktor lain yang menyebabkan risiko demensia meningkat
Demensia bukan hanya disebabkan oleh faktor tunggal. Selain detak jantung tidak teratur, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko penyakit demensia, di antaranya:
- Usia. Bertambahnya usia menyebabkan sel-sel otak akan ikut menua. Akibatnya, fungsi otak jadi semakin menurun. Itulah sebabnya, risiko demensia akan semakin meningkat seiring dengan menuanya usia seseorang.
- Genetik. Sejumlah gen yang bermutasi secara tidak benar diketahui dapat meningkatkan risiko demensia jadi lebih besar.
- Kebiasaan merokok dan minum alkohol. Rokok dan alkohol dapat menurunkan fungsi otak dengan menyebabkan peradangan di dalam tubuh.
- Memiliki masalah kesehatan tertentu. Selain atrial fibrilasi, penyakit diabetes, aterosklerosis, dan kadar kolesterol tinggi juga bisa menyebabkan peradangan sekaligus terganggunya sirkulasi darah di otak.
Kabartangsel.com
Sport6 hari agoVeda Ega Pratama Crash di Moto3 GP Amerika 2026
Sport6 hari agoGagal Finish, Veda Ega Pratama Terjatuh di Moto3 GP Amerika 2026
Nasional6 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Tekankan Pentingnya Kerukunan Umat
Sport6 hari agoHasil Moto3 Amerika 2026 Guido Pini Juara, Veda Ega Pratama Gagal Finis
Bisnis6 hari agoASICS Rilis Sepatu Canggih SONICSMASH™ FF
Otomotif5 hari agoMobil Listrik Terbaik di Indonesia 2026: Tesla Model 3, Hyundai Ioniq 5, Hingga ICAR V23
Bisnis4 hari agoHerbalife Family Foundation Salurkan Bantuan Kemanusiaan Rp585 Juta untuk Masyarakat Terdampak Banjir di Sumatra
Bisnis4 hari agoLG Electronics Indonesia Rilis Mesin Cuci AI Kapasitas Besar, WashTower dan Top Loading Hingga 25 Kg




















