Serba-Serbi
WhatsApp Awasi Perilaku Pengguna, Sering Sebar Hoax Bisa Diblokir


Kabartangsel.com, JAKARTA – Tahun politik Indonesia rupanya mendapat perhatian serius WhatsApp. Aplikasi pesan instan milik Facebook itu memperketat layanannya di tanah air menjelang pilpres dan pemilu legislatif 17 April mendatang.
Selain memastikan bakal membatasi penyebaran hoaks lewat fitur Forwarding Limit, WhatsApp juga akan melakukan pengawasan lewat identifkasi secara intens bagi akun yang kerap menyebarkan hoaks dan berujung pada pemblokiran.
Wakil Direktur Kebijakan Publik dan Komunikasi WhatsApp, Victoria Grand menjelaskan, langkah identifikasi akun WhatsApp akan menggunakan kemampuan machine learning dan kecerdasan buatan (AI).
“Selain fitur penerusan pesan yang dibatasi (Forwarding Limit), WhatsApp juga akan melakukan identifikasi pengguna WhatsApp,” katanya saat konferensi pers di Jakarta, Senin (21/1).
Adapun, dirinya melanjutkan, identifikasi akun WhatsApp nantinya akan berdasar pada perilaku pengguna WhatsApp apakah normal atau tidak. Kenapa yang diidentifikasi adalah perilakunya?
Sebab, kata Victoria, WhatsApp memiliki fitur end to end encription. WhatsApp mengklaim mereka sendiri tidak bisa melihat isi pesan yang dibagikan pengguna di platform mereka karena fitur end to end encription itu.
“Jadi yang paling mungkin dilakukan adalah perilakunya (identifikasi akun). Jika sistem atau engineer WhatsApp mendeteksi perilaku pengguna tidak normal dan merujuk pada hal negatif semisal rutin menyebar hoaks (secara berulang), maka akun yang bersangkutan akan di-banned atau diblokir,” katanya.
Selain merilis fitur Forwarding Limit dan memperketat pengawasan user lewat identifikasi akun, WhatsApp dalam upaya melawan konten-konten negatif juga sebelumnya memiliki fitur report akun.
Lewat fitur tersebut, jika pengguna merasa mendapat pesan dari nomor tidak dikenal walaupun pesan tersebut memang tidak memiliki tujuan negatif ataupun yang menjurus pada perilaku yang tidak normal, maka pengguna bisa me-report atau melaporkan pesan dan akun tersebut. Jika sistem melacak bahwa akun tersebut memang kedapatan kerap menyebar informasi yang mengganggu dan atau hoaks, WhatsApp mengklaim mereka akan melakukan tindakan pemblokiran. (JPC)
Sport2 minggu agoHasil Drawing League Cup 2026/2027
Sport2 minggu ago38 Peserta League Cup 2026/27
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda
Sport1 minggu agoKlasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak
Sport2 minggu agoLeague Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final
Nasional5 hari agoGrand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

































