Lifestyle
WHO: Krisis Oksigen untuk Pasien COVID-19

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.
Kasus baru infeksi COVID-19 terus bertambah. Dalam satu minggu di pekan ketiga Juni tercatat ada lebih dari 1 juta pertambahan kasus baru di seluruh dunia. Melihat cepatnya pertumbuhan kasus penularan COVID-19, organisasi kesehatan dunia (WHO) mengingatkan akan adanya krisis oksigen global yang menimpa negara-negara di dunia.
WHO ingatkan krisis oksigen untuk tangani pasien COVID-19

Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, dunia menghadapi kekurangan oksigen konsentrator. Kekurangan perangkat tersebut disinyalir karena jumlah kasus infeksi COVID-19 di seluruh dunia yang mencapai angka 10 juta.
Oksigen konsentrator adalah alat yang digunakan untuk mengekstraksi dan memurnikan oksigen dari udara. Oksigen yang telah diekstraksi ini kemudian digunakan oleh tenaga medis untuk memberikan oksigen tambahan pada pasien yang mengalami masalah pada paru-paru.
“Banyak negara sekarang mengalami kesulitan mendapatkan konsentrator oksigen. Permintaan saat ini melampaui pasokan,” terang Tedros dalam sebuah keterangan pers Kamis (25/6/2020).
Per Rabu (8/7), infeksi COVID-19 telah mencapai hampir 12 juta kasus dan menewaskan lebih dari 540.000 jiwa. Dalam beberapa minggu belakangan, terutama akhir Juni, terjadi peningkatan kasus yang cukup besar yakni sekitar 1 juta kasus dalam satu pekan.
Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
“Peningkatan ini telah mendorong permintaan oksigen menjadi 88.000 tabung besar per hari, atau 620.000 meter kubik oksigen,” ujar Tedros.
WHO membeli 14.000 oksigen konsentrator langsung dari pabrik untuk dikirimkan ke 120 negara terdampak COVID-19 yang betul-betul sedang membutuhkan. Lebih lanjut, Tedros mengatakan sebanyak 170.000 konsentrator oksigen baru akan tersedia dalam enam bulan ke depan.
Kenapa pasien infeksi virus corona sangat membutuhkan oksigen?


Tidak semua pasien COVID-19 membutuhkan perawat medis. Menurut data WHO, 80% pasien COVID-19 hanya mengalami gejala ringan, 15% mengalami gejala berat yang membutuhkan oksigen, dan sisanya kritis yang membutuhkan ventilator.
Jika dihitung 15% dari kasus aktif yang ada di Indonesia, berarti saat ini ada sekitar 4.000-an pasien COVID-19 Indonesia yang membutuhkan bantuan oksigen. Ini belum ditambah 5% pasien yang membutuhkan bantuan ventilator untuk membawa oksigen langsung ke paru-paru.
Virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 bisa langsung menyerang paru-paru dan membuat pasien kesulitan untuk bernafas.
Pasien dengan gejala parah dan kritis ini tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup ke dalam darah. Mereka membutuhkan pasokan oksigen yang lebih tinggi dan dukungan untuk menyalurkannya ke paru-paru.
Jika pasien dengan kondisi ini dibiarkan, itu akan menyebabkan kegagalan organ hingga kematian. Oleh karena itu, oksigen konsentrator menjadi alat yang amat penting untuk menyelamatkan nyawa pasien.
Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.
Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.
Kabartangsel.com
Pemerintahan2 minggu agoPenataan Kabel Udara di Tangsel Terus Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi
Serba-Serbi4 minggu agoPerda Kota Tangerang Selatan Nomor 2 Tahun 2023: Di Wilayah yang Sudah Terpasang Jaringan, Kewajiban Menggunakan Layanan PAM Mulai Berlaku
Sport2 minggu agoJadwal Timnas Indonesia Piala AFF 2026
Sport4 minggu agoJadwal Bola Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
Otomotif2 minggu ago6 Mobil yang Wajib Dilihat di GIIAS 2026, ICAR V23 Jadi Pilihan Mobil Listrik Keren untuk Perkotaan
Sport2 minggu agoJadwal Lengkap Piala AFF 2026
Sport4 minggu agoJadwal Bola Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026
Sport2 minggu agoPiala Presiden 2026: Peserta, Grup, Jadwal, Tiket, hingga Format Pertandingan

























