Tangerang Selatan
Wujudkan Toleransi, Kampung Moderasi Beragama 2023 Hadir di Tangsel

Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan melalui seksi Bimas Islam mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Launching Kampung Moderasi Beragama (KMB) 2023 Binaan Penyuluh Agama Islam di Vihara Avalokitesvara Pondok Cabe, Jl. Pondok Cabe Raya, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Tangsel.
Diawali dengan pembacaan doa dari semua unsur agama secara bergantian dari tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu, yang semuanya berdoa agar Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan keberkahan dan kedamaian bagi bangsa Indonesia, khususnya Kota Tangerang Selatan.
Acara dihadiri oleh Wali Kota Tangsel yang diwakili staf khusus, Heli Slamet, Kasubdit Penyuluh Agama Islam Kemenag RI, Amirullah, Kasi Bimas Islam, Rizki Waludin, Camat Pamulang, Mukroni, Ketua FKUB Tangsel, Fakhrudin, Ketua MUI Tangsel yang diwakili Ahmad Sofyan, jajaran Forkopincam, para Kepala KUA, tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu, serta ratusan undangan dari unsur masyarakat Kecamatan Pamulang.
Amirullah, Kasubdit Penyuluh Agama Islam Kemenag RI, dalam sambutannya menyampaikan Kampung Moderasi Beragama menjadi mercusuar harapan dan inspirasi dalam sebuah upaya memperbaiki dan menjaga hubungan antar keyakinan umat beragama.
“Kampung Moderasi Beragama (KMB) merupakan inisiatif luar biasa dari Kementerian Agama RI untuk mempromosikan harmoni dan toleransi keagamaan, yang menunjukkan nilai-nilai saling menghormati, memahami, dan bekerja sama di antara kelompok agama yang beragam,” ujarnya.
Kampung Moderasi Beragama, sambungnya, merupakan contoh bagi komunitas lain di seluruh negara dan di luar sana, yang menunjukkan bahwa kehidupan bersama yang damai adalah mungkin, meskipun dunia dipenuhi dengan keragaman umat beragama. Untuk membumikan moderasi beragama dibutuhkan pemahaman dan kolaborasi yang seragam antara penduduk desa, pemerintah setempat dan tokoh beragama.
“Moderasi Beragama bukan hanya suasana rukun antar pemeluk agama, tetapi memberikan edukasi dan bimbingan kepada masyarakat agar kerukunan tertanam dalam kesadaran masyarakat. Sehingga kerukunan yang tercipta, sikap toleransi yang tampak, memang benar-benar tumbuh dari kesadaran masing-masing individu, bukan sekedar karena ada intruksi dari pemerintah dan formalitas belaka,” tandasnya.
Hal senada juga disampaikan staf khusus Wali Kota Tangsel, Heli Slamet. Dirinya menyambut baik dan berharap sosialisasi dan launching Kampung Moderasi Beragama ini menambah keharmonisan antar masyarakat lintas agama di Kota Tangsel.
“Ini merupakan langkah penting dalam membangun harmonisasi dan pemahaman keagamaan dalam masyarakat. Wilayah Pondok Cabe Udik yang menjadi percontohan ini menjadi bukti nyata akan kekuatan saling menghormati, dialog, dan kerjasama antara komunitas keagamaan yang berbeda,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kasi Bimas Islam, Rizki Waludin, menjelaskan kegiatan tersebut juga sekaligus memotivasi Penyuluh Agama Islam untuk meningatkan profesionalitas dalam menjalankan tugas dan fungsinya, menumbuhkan kreatifitas dan inovasi Penyuluh Agama Islam dalam pelaksanaan tugas bimbingan dan atau penyuluhan agama.

“Sosialisasi dan launching Kampung Moderasi Beragama merupakan program Kementerian Agama RI yang bertujuan untuk membentuk sebuah kampung, desa, atau lingkungan dengan sifat toleransi umat beragama yang tinggi dan menciptakan kerukunan antar umat beragama ditengah masyarakat,” ujarnya.
Camat Pamulang, Mukroni, juga menyampaikan toleransi di Kota Tangsel sudah terjalin sejak lama dan tidak ada permasalahan yang terjadi. Diharapkan Kampung Moderasi Beragama ini dapat lebih mempererat tali persaudaraan antar umat beragama yang juga didasari oleh nilai-nilai Pancasila.
“Selama ini belum ada permasalahan antar umat beragama di kota Tangsel khususnya di kecamatan Pamulang. Namun dengan dilaunchingnya Kampung Moderasi Beragama ini akan semakin mempererat kita dalam satu wadah negara NKRI,” tuturnya.
Ia juga menegaskan Kampung Moderasi Beragama ini bukan saja hanya diluncurkan, tapi juga akan diadakan kegiatan lain dalam rangka memperkuat silaturrahmi antar umat beragama.
Pada kegiatan tersebut juga diisi dengan penampilan seni dari semua unsur agama, seperti Qosidah, Seni Tari, Barongsang, Pencak Silat, Vokal Group, dan pemotongan nasi tumpeng. (afm/fid)
Sport2 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta
Sport2 minggu agoHasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta
Sport2 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda
Nasional1 minggu agoGrand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik
Sport2 minggu agoKlasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober
Sport1 minggu agoDramatis! Persita Tangerang Hajar Persija Jakarta 3-2
Jabodetabek3 hari agoWakil Ketua Umum ISNU Fadli Yasir Sambut Baik Konser Andrea Bocelli di Indonesia






























