Pemerintahan
120 Personel Balakar Tangsel Jadi Garda Terdepan Jinakan Api

Sebanyak 120 orang warga di Kota Tangerang Selatan yang telah mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus dalam menjinakan kobaran api secara resmi dibentuk dan dikukuhkan. Kelompok warga tergabung dalam barisan relawan kebakaran (Balakar) ini dibentuk untuk meminimalisir kerugian yang biasa ditimbulkan oleh amukan si jago merah.
Walikota Airin Rachmi Diany, menyatakan turut memberikan apresiasi atas kesediaan warga mau mengemban tugas mulia ini. Partisipasi aktif warga yang sudah mau peduli terhadap lingkungan sekitarnya ini harus terus didukung. Sebab, jika bukan warga sekitarnya yang mau peduli lantas kepada siapa lagi pemerintah daerah berharap.
“Saya sangat berterima kasih atas dukungan dan partisipasi masyarakat dalam keterlibatan pemadam kebakaran di lingkungan sekitar,” terang Walikota Airin di Gedung Serba Guna Puspiptek, Kecamatan Setu, Selasa, 3 Desember 2014.
Diakuinya, tugas yang diemban oleh para personel Balakar tentunya bukan pekerjaan mudah karena menanggung resiko tinggi. Oleh karena itu, terang Walikota Airin, saat ini pemerintah daerah tengah melakukan kajian untuk memberikan insentif dan asuransi bagi setiap personel Balakar.
Tentunya terlebih dulu akan dilihat lagi payung hukum yang mengatur terkait pemberian insentif dan asuransi. Walikota Airin berpesan, ada dua hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap personel Balakar. Yakni, selain langkah mengantisipasi sebelum terjadi kebakaran juga melakukan perhitungan matang saat menangani bencana kebakaran.
“Perhatian Pemkot (Pemerintah Kota) terhadap relawan kedepannya kami akan berikan insentif dan asuransi sesuai aturan yang berlaku,” tambah Walikota Airin.
Di tempat sama, Kepala Kantor Pemadam Kebakaran Kota Tangerang Selatan – Agus Budi Darmawan, mengharapkan, para personel Balakar yang baru dikukuhkan ini mampu menjadi petugas pertama di lokasi kebakaran pada lingkungannya masing-masing.“Mereka yang mengetahui pertama kali adanya kebakaran sangat diharapkan mereka juga melakukan penanganan secara manual,” harapnya.
Harapan ini, menurut Agus, cukup beralasan karena seluruh personel Balakar telah dibekali pengetahuan soal metode memadamkan kobaran api. Selama kegiatan pelatihan dilaksanakan sudah ada tiga angkatan dan pada hari ini peresmian pembentukan relawan. “Secara skil relawan sudah memiliki bekal secara terpadu, bagaimana mengoperasikan peralatan pemadam dari hasil bimbingan,” ujar Agus.
Dibentuknya personel Balakar ini, Agus bilang, sangat membantu tugas kantor yang masih memiliki keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). Jumlah tenaga yang tersedia belum cukup menjangkau luas wilayah dan juga terbatasnya peralatan. “Personil kami yang khusus konsen di pemadam kebakaran hanya 71 personil,” tambahnya.
Agus melanjutkan, selain jumlah personel yang minim juga masih ada keterbatasan soal alat pendukung. Dari tujuh kecamatan hanya 10 unit armada, terdiri dari jenis tanker lima ribu liter sebanyak satu unit, tiga ribu liter sebanyak empat unit, sisanya mobil kesehatan, barang dan serta mobil bantuan pertolongan.
“Saat ini kami hanya memiliki 10 unit armada, idealnya sebanyak 21 unit. Kedepan diusahakan bakal menambah 11 unit armada lagi guna menjangkau wilayah Tangsel,” paparnya.(TS/kt)
Nasional6 hari agoWINGS Food Hadirkan ‘Pondok Rehat’ di Jalur Mudik 2026, Sediakan Fasilitas Lengkap untuk Pemudik
Bisnis6 hari agoTempo Scan Berangkatkan 3.000 Pemudik lewat Program “Mudik Sepenuh Hati 2026”
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Salurkan Rp405 Juta dalam Safari Ramadan 1447 H
Bisnis6 hari agoSarihusada Raih Penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026 Kategori Manufaktur
Pemerintahan1 hari agoIdulfitri 1447 Hijriah, Pilar Saga Ichsan Tekankan Pentingnya Ukhuwah untuk Membangun Tangsel
Bisnis6 hari agoAriston Hadirkan Kehangatan Ramadan Lewat Program CSR “Caring Brings Comfort” di Yayasan Al Andalusia
Jabodetabek5 hari agoAmankan Gedung SMA & SMK Triguna Utama, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Selamatkan Aset Negara
Hukum4 hari agoMiris! Anak Berkebutuhan Khusus Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Pengurus DKM di Ciputat Timur














