Pemerintahan
50 Restoran di Tangsel Mangkir Bayar Pajak

Beberapa restoran atau rumah makan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mangkir bayar pajak yang telah ditentukan. Sebagai peringatan restoran tersebut akan diberikan stiker peringatan belum bayar pajak di kaca atau depan atau pintu masuk tujuannya agar mau melaporkan keberadaan belum bayar pajak dan segera menyelesaikan pembayaran pajak.
Pajak restoran di wilayah Tangerang Selatan sendiri tiap tahunnya mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan pembangunan perumahan, mall , dan property bahkan diperkirakan dapat menjadi andalan PAD selain dari pajak BPHTB.
“Pemasukan dari restoran di Tangerang Selatan hingga Juli 2014 mencapai Rp60 miliar,” ujar Kepala Bidang Pendapatan Non PBB Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) Chusnul Amanah
Chusnul menambahkan saat ini ada sekitar 50 restoran kawasan Tangerang Selatan seperti di Bumi Serpong Damai (BSD) dan Bintaro yang mangkir membayar pajak.
Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany meminta jajaran terkait harus berani mengambil langkah agar peraturan daerah (Perda) dapat dilaksanakan semestinya. “ Saya meminta seluruh jajaran terkait harus berani mengambil langkah agar peraturan daerah (Perda) dapat dilaksanakan semestinya,” ujar Airin. (tn/pk/kt)
Tangerang7 hari agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport6 hari agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Sport7 hari agoHasil Kualifikasi, Veda Ega Pratama Start dari Posisi 9 di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Bisnis5 hari agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan
Komunitas5 hari agoKONGRES 2026 Tandai Era Baru Kebangkitan Musik Reggae Lokal di Tangsel
Nasional5 hari agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden






















