Bisnis
77 Persen Perusahaan Sulit Cari Talenta, BINUS Hadirkan Program Siap Karier

Sebanyak 77 persen perusahaan kesulitan menemukan talenta dengan keterampilan yang sesuai, demikian hasil survei global dari Manpower Group.
Kondisi ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk orang tua, terutama dalam memastikan anaknya memiliki kesiapan untuk dapat langsung beradaptasi di dunia kerja setelah lulus.
Menurut Rektor BINUS Univerity, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., kekhawatiran tersebut semakin terasa di tengah tuntutan industri yang terus berkembang.
“Saat ini yang menjadi kekhawatiran orang tua bukan hanya apakah anak bisa lulus, tetapi apakah setelah lulus anak mereka bisa langsung terjun seutuhnya dalam dunia kerja,” ujarnya.
Oleh karenanya, untuk menjawab kekhawatiran itu, pihaknya mengintegrasikan pengalaman industri dan pengembangan keterampilan ke dalam kurikulum secara terstruktur.
Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga dipersiapkan untuk lebih siap beradaptasi dengan dinamika dunia profesional yang terus berubah.
Melalui program inovatif ‘2,5 Tahun Kuliah, Siap Berkarier’, BINUS University mengusung semangat Start Earlier untuk membekali mahasiswa agar dapat menyelesaikan studi secara efisien dan lebih cepat memasuki dunia profesional.
Program ini dirancang untuk mempercepat transisi mahasiswa melalui program Enrichment yang variatif, mulai dari jalur Internship (Magang) hingga Entrepreneur (Kewirausahaan) dengan dukungan koneksi strategis lebih dari 2.200 mitra industri aktif.
Selain kemitraan industri, BINUS menawarkan fleksibilitas melalui Minor Program yang memungkinkan mahasiswa menguasai kompetensi lintas disiplin ilmu.
Mahasiswa juga didukung dengan Mobility Program dan peluang Study Abroad yang memungkinkan mereka belajar di berbagai kampus BINUS (Multi-campus) maupun universitas mitra di luar negeri untuk memperluas perspektif global.
“Yang ingin kami bangun adalah kesiapan yang nyata sejak masa studi, bukan setelah lulus,” lontar Rektor Nelly.
“Melalui integrasi pengalaman industri, percepatan pembelajaran, dan penguatan keterampilan masa depan, mahasiswa memiliki bekal yang lebih relevan untuk langsung beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja,” imbuhnya dalam keterangan pers, Selasa (5/5), di Jakarta.
Termasuk pula integrasi teknologi tingkat tinggi melalui kolaborasi dengan mitra global seperti Apple dan Microsoft untuk memberikan akses terhadap perkembangan terkini di bidang digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Kesiapan karier mahasiswa semakin diperkuat dengan akses ke jaringan alumni (Binusian) yang luas, mencapai lebih dari 175.000 anggota.
Jaringan networking yang masif ini membuka pintu kolaborasi, mentoring, serta peluang pengembangan usaha bagi mahasiswa bahkan sebelum mereka resmi menyandang gelar sarjana.
Data internal BINUS mencatat 82 persen mahasiswa pada saat wisuda sudah bekerja, berwirausaha atau melanjutkan studi.
Jabodetabek6 hari agoProf Dede Rosyada Tegaskan Pengelolaan Yayasan Triguna dan Syarif Hidayatullah Telah Diserahkan ke Pemerintah Melalui UIN Jakarta
Nasional7 hari agoOTT Senyap Kasus Imigrasi, KPK Beri Kado Hari Lahir Pancasila untuk Rakyat
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Raih Penghargaan Terbaik III Regional Jawa-Bali untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
Jabodetabek6 hari agoPenjelasan UIN Jakarta soal Insiden Kericuhan di Lingkungan Madrasah Pembangunan Pamulang Tangsel
Pemerintahan7 hari agoLomba Inovasi TTG ke-14 Tingkat Kota Tangsel 2026, Unpam dan SMAN 1 Tangsel Raih Juara Pertama
Pemerintahan6 hari agoPRA SPMB 2026 Dibuka, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota SMP Negeri
Pemerintahan7 hari agoPilar Saga Ichsan Tinjau SDN Babakan 01 Tangsel
Nasional6 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Dukung Pengembangan Museum Asmat dan Sekolah Lapang Sagu



















