Bisnis
Pos Indonesia Manfaatkan Teknologi Digital dalam Penyaluran Bansos Sembako dan PKH

PT Pos Indonesia (Persero) memanfaatkan digitalisasi dalam menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Diungkapkan Direktur Operasi dan Digital Service PT Pos Indonesia (Persero) Hariadi, terdapat dua teknologi digital yang diterapkan Pos Indonesia ke seluruh Kantorpos di Tanah Air dalam menyalurkan Bansos Sembako dan PKH. Tujuannya, untuk memvalidasi data penerima bantuan atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
“Pertama, menerapkan teknologi face recognition. Dalam penerapannya, Pos Indonesia menggunakan proses verifikasi melalui Electronic Know Your Customer atau dikenal dengan e-KYC. Itu adalah proses melakukan autentikasi antara data aktual, gambar yang kita ambil di lapangan dibandingkan dengan data set atau data referensi. Dalam hal ini, tentu kita membandingkan dengan data dari KPM yang tersimpan di Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil),” terang Hariadi.
Kedua, Pos Indonesia menerapkan teknologi geotagging. Teknologi tersebut digunakan untuk mengecek lokasi KPM. “Kalau kita bicara geotagging adalah bagaimana kita mendapatkan informasi real time terkait dengan geotag, posisi lokasi di mana status atau image tersebut diambil. Jadi, kita akan memiliki dua basis data. Data validasi terkait dengan kebenaran dari objek, KPM. Kedua terkait dengan lokasi sendiri,” paparnya.
Penerapan teknologi digital juga diberlakukan Pos Indonesia kepada para petugas Kantorpos yang ingin menyalurkan bansos melalui metode door to door. Para petugas juru bayar Kantorpos akan difasilitasi aplikasi untuk memverifikasi KPM.
“Jadi, petugas itu tentu (bekerja) dengan aplikasi yang kami sediakan. Mereka bisa melakukan verifikasi terhadap objek penerima, KPM. Apakah KPM-nya memang benar, memang layak menerima atau tidak berdasarkan data yang kami terima dari Kemensos,” lanjut Hariadi.
Teknologi aplikasi tersebut juga terbilang canggih. Jika terkendala dengan sinyal, para petugas Kantorpos tetap bisa melakukan proses face recognition dan geotagging dalam aplikasi tersebut. Ketika sinyal sudah aktif kembali, data KPM yang diambil melalui kedua proses tadi tetap akan masuk di sistem aplikasi tersebut.
Menurutnya, penerapan teknologi digital sangat bermanfaat untuk Pos Indonesia. Terutama, dalam penyimpanan data para warga yang menjadi KPM bantuan yang akan memudahkan Pos Indonesia untuk kembali menyalurkan program bantuan selanjutnya ketika dipercaya kembali oleh Pemerintah.
“Kami berharap pada saat kami memiliki data yang akurat berdasarkan sukses yang kami sudah terapkan, dalam penyaluran-penyaluran berikutnya, kami akan lebih mudah. Dalam artian, kami memiliki data obyek yang akurat, kami memiliki data lokasi yang akurat sehingga isu-isu yang berkaitan dengan, misalnya, objek penerimanya pada saat penerima pada periode ini bisa berbeda dengan periode ini, bisa kita minimalisir,” pungkasnya.
(rls/MC)
Jabodetabek1 hari agoHilal Tak Terlihat di Masjid Hasyim Asy’ari, Puasa Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026
Nasional1 hari agoAwal Ramadan 1447 H, Pemerintah Indonesia Tetap Gunakan Sidang Isbat dan Kriteria MABIMS
Nasional1 hari agoMuhammadiyah Puasa Ramadan 1447 H Mulai Hari Rabu Tanggal 18 Februari 2026
Nasional1 hari agoHasil Sidang Isbat Puasa Awal Ramadhan 1447 H Kapan?
Nasional1 hari agoLive Streaming Hasil Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H/2026 M
Bisnis1 hari agoLoluna Luncurkan Diaper Barrier Cream
Bisnis1 hari agoIndomie Luncurkan Varian Hype Abis Mi Nyemek
Bisnis15 jam agoAllianz Group Investors Indonesia Berbagi Tips Investasi yang Relevan di 2026















