Lifestyle
Overdosis Obat Gejalanya Bisa Macam-Macam. Pelajari di Sini!

Overdosis obat tidak selalu berhubungan dengan narkoba. Penggunaan obat-obatan yang bertujuan medis juga bisa menyebabkan hal ini. Overdosis dapat terjadi tiba-tiba ketika seseorang minum dosis tinggi sekaligus, atau dengan dosis rendah secara bertahap sehingga lama-lama zat obat menumpuk dalam tubuh. Overdosis obat adalah kondisi gawat darurat medis. Lantas, seperti apa gejala overdosis obat?
Gejala overdosis obat yang paling umum dan mudah dikenali
Overdosis obat bisa memunculkan efek yang bervariasi pada setiap orang, tergantung pada kondisi tubuh seseorang, jenis obatnya, dan takaran dosis yang dikonsumsi.
Secara umum, gejalanya meliputi:
- Perubahan drastis pada tanda-tanda vital tubuh. Misalnya, suhu tubuh menurun atau naik drastis tiba-tiba; denyut jantung mendadak melemah atau malah berdebar kencang tak beraturan; tekanan darah turun drastis atau meningkat tajam. Biasanya, sesuatu yang berhubungan dengan masalah pada tanda vital dapat mengancam nyawa.
- Napas pendek dan terburu-buru; sulit bernapas; atau napas justru melambat.
- Mual.
- Muntah; beberapa bisa muntah darah.
- Kram perut.
- Diare.
- Pusing.
- Hilang keseimbangan.
- Kebingungan; linglung.
- Rasa kantuk yang tidak tertahankan.
- Kulit dingin dan berkeringat, atau justru terasa panas dan kering.
- Nyeri dada, biasanya disebabkan karena adanya kerusakan jantung atau paru-paru.
- Hilang kesadaran; halusinasi; kejang; koma.
Gejala khusus sesuai jenis obat
Tiap obat yang berbeda akan memunculkan gejala overdosis yang berbeda pula. Gejala dosis obat berlebihan yang spesifik sesuai jenis obatnya adalah:
- Antidepresan: pupil mata melebar, napas pendek-pendek, nadi lemah atau cepat, kulit berkeringat, dan koma.
- Halusinogen: delusi atau waham, halusinasi, kejang, hingga tidak sadarkan diri.
- Inhalansia: kejang dan tidak sadarkan diri hingga bisa menyebabkan kematian.
- Ganja: paranoid, lelah berlebihan, delusi serta halusinasi.
- Narkotika: kulit berkerut, kejang, napas pendek, hingga koma.
- Stimulan: demam, halusinasi, kejang, agitasi (aktivitas motorik berlebih yang keluar akibat perasaan tegang), dan bisa menyebabkan kematian.
Jika setelah mengonsumsi obat-obatan tertentu, Anda atau orang lain mengalami gejala-gejala di atas, segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Asupan dosis obat yang di luar batas toleransi tubuh bisa membahayakan dan mengancam nyawa.
Seseorang tidak perlu untuk menunjukkan semua tanda di atas sekaligus untuk digolongkan sebagai overdosis. Hanya mengalami satu-dua gejala saja tetap dapat diartikan mereka butuh bantuan darurat.
Kabartangsel.com
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis4 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis4 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Pemerintahan4 minggu agoCegah Kekerasan Sejak Dini, Pemkot Tangsel Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental
Tangsel2 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia























