Lifestyle
Cara Mengatasi Diare di Pagi Hari Sesuai Penyebabnya

Apa Anda sering mengalami diare setiap pagi? Selain karena penyakit, kondisi ini juga ternyata bisa muncul karena gaya hidup yang Anda terapkan seperti merokok, minum alkohol terlalu banyak, sering ngemil tengah malam, atau minum kopi terlalu banyak. Berikut ini ada berbagai cara mengatasi diare di pagi hari, simak baik-baik, ya.
Cara mengatasi diare di pagi hari
Diare di pagi hari dapat diatasi dengan berbagai perawatan sesuai penyebabnya. Dengan begitu, perawatan pada setiap orang tentu akan berbeda-beda. Berikut beberapa hal yang bisa membantu mengatasi diare di pagi hari:
1. Mengubah pola makan
Jika Anda sering mengalami diare di pagi hari, mungkin ada yang salah dengan pola makan Anda selama ini. Untuk itu, coba buat beberapa perubahan dan lihat hasilnya. Mulailah dengan menghindari berbagai jenis makanan seperti:
- Makanan dan minuman yang bergas seperti minuman berkarbonasi, buah mentah, dan sayuran seperti brokoli atau kembang kol.
- Roti, sereal, pasta, dan makanan lain yang mengandung gluten.
- Makanan dalam kategori FODMAP seperti fruktosa, laktosa (susu), kacang polong, dan pemanis buatan.
2. Minum obat yang tepat sesuai kondisi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, diare di pagi hari bisa disebabkan oleh macam-macam jenis penyakit. Berikut adalah cara meredakan diare pagi-pagi berdasarkan penyakit penyebabnya.
Irritable Bowel Syndrome (IBS)
Salah satu penyebab utama diare pagi hari adalah penyakit irritable bowel syndrome (IBS). IBS memengaruhi kerja usus besar secara keseluruhan. Untuk mengatasinya, dokter biasanya akan meresepkan berbagai obat seperti:
- Antidepresan, imipramine (Tofranil) dan desipramine (Norpamine).
- Antikolinergik (untuk mengurangi kejang usus), dicyclomine (Bentyl).
- Antidiare, loperamide (Imodium).
Inflammatory Bowel Disease (IBD)
Inflammatory bowel disease (IBD) adalah kondisi saat usus mengalami peradangan. Penyakit Crohn dan kolitis ulseratif termasuk ke dalam IBD.
Adapun obat untuk IBD yaitu aminosalicylates, seperti mesalamine (Asacol HD), balsalazide (Colazal), dan olsalazine (Dipentum).
Selain itu, dokter juga bisa meresepkan obat imunosupresan seperti siklosporin (Gengraf), mercaptopurine (Purixan), dan methotrexate (Trexall). Obat penekan sistem kekebalan tubuh ini membantu mencegah pelepasan bahan kimia penyebab peradangan di dinding usus.
Antivirus atau antibiotik
Jika diare disebabkan oleh virus, dokter akan meresepkan obat antivirus. Sementara itu jika diare disebabkan oleh bakteri, dokter akan meresepkan obat antibiotik untuk membantu meringankan gejala yang Anda alami.
Intinya, cari tau dahulu penyebab diare yang selama ini Anda alami. Setelah itu, barulah temukan perawatan yang tepat dengan bantuan dokter.
Kabartangsel.com
Bisnis4 minggu agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan4 minggu agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan4 minggu agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Banten4 minggu agoBank Banten Dukung Gebyar Talenta Siswa dan Berikan Apresiasi Siswa Berprestasi
Cek Fakta4 minggu agoAwas Hoaks! Pemkot Tangsel Siap Melegalkan Miras demi Meningkatkan PAD
Banten4 minggu agoBank Banten Kembali Dipercaya sebagai Penyalur Bansos
Banten4 minggu agoBank Banten Lanjutkan Kerjasama dengan PT TASPEN






























