Tangerang Selatan
Merayakan Hari Anak Internasional, Madrasah di Tangsel Adakan Pembelajaran di Luar Kelas

TANGSEL (Kabartangsel.com) – Mencari teknik pembelajaran untuk siswa memang memerlukan pemikiran tersendiri. Ibaratnya sebuah taman, para siswa harus belajar dengan kondisi menyenangkan. Kegiatan belajar mengajar juga harus dilaksanakan secara optimal agar mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan, kemudian tujuan pengajaran akan berjalan aktif apabila peserta didik berusaha aktif mencapainya.
Demikian disampaikan oleh Kepala MAN 1 Tangsel, Ridwan Fahmi Lubis, menanggapi pembelajaran di luar kelas dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas merupakan salah satu teknik yang efektif dalam menciptakan kondisi yang menyenangkan bagi para siswa.
“Pembelajaran di luar kelas memadukan aktifitas fisik dan kreatifitas, karena menggunakan strategi belajar sambil melakukan pekerjaan. Siswa menjadi sehat karena melibatkan aktifitas fisik, dan mereka menjadi kreatif karena di luar kelas itu dituntut untuk mengerjakan sesuatu,” terangnya.
Begitu pula disampaikan oleh Kepala MTsN 1 Tangsel, Ulik Widiantoro. Dirinya menuturkan, “Belajar di luar menjadi pilihan untuk para siswa agar pembelajaran menjadi disukai dan menghasilkan produk yang baik, karena pembelajaran tidak dipaksakan atau terpaksa.”
Dalam nada yang sama, Kepala MIN 2 Tangsel, Ahmad Syaihu, mengatakan pembelajaran di luar kelas atau dikenal dengan istilah Outdoor Study ini dipilih sebagai teknik yang cocok untuk pembelajaran siswa karena proses pembelajarannya benar-benar menyenangkan.
“Dengan belajar di luar kelas, para siswa merasa betah dan nyaman untuk belajar. Hal ini menjadi salah satu upaya terciptanya pembelajaran yang terhindar dari kejenuhan, kebosanan, dan persepsi belajar hanya di kelas,” terangnya.

Sementara itu, Kepala MIN 1 Tangsel, Ratu Rohimah, mengatakan pembelajaran di luar kelas juga membutuhkan ketrampilan guru. Jika guru tidak trampil dan tidak direncanakan dan didesain dengan baik, justru yang terjadi adalah keributan yang tak terkendali.
“Belajar di luar kelas perlu direncanakan dan didesign dengan baik, karena tempatnya luas tidak seperti di kelas yang umumnya hanya berukuran 55 m, itupun harus dipenuhi bangku-bangku. Maka guru harus mendesignnya sebelum dilakukan,” tuturnya.
Ratu menambahkan kegiatan satu hari belajar di luar kelas juga diisi dengan kegiatan Culture and Market Day.

“Para siswa belajar tentang budaya yang ada di pulau Jawa dan Sumatera, mulai dari pengenalan lagu daerah, tarian dàerah, pakaian adat, dan kuliner,” tambahnya.
Kepala MIN 3 Tangsel, Jetty Maynur, menyampaikan hal yang sama. Menurutnya pembelajaran di luar kelas adalah aktifitas belajar dan bermain yang berpotensi menumbuhkan karakter anak yang kuat.
“Pembelajaran di luar kelas dapat disetting dengan berbagai macam permainan sebagai media pembelajaran. Bisa juga dengan tanya jawab dan belajar sambil bermain,” ujarnya.
Menurutnya, belajar di luar kelas memiliki banyak kelebihan, antara lain mendorong motivasi belajar para siswa, karena menggunakan seting di luar kelas, memandang langit, awan dengan pohon-pohon hijau, situasi alam, maka menimbulkan kegembiraan dan kesenangan.

“Selain itu guru juga bisa menciptakan eksplorasi, menjadikan belajar seperti bermain. Karena ruangnya berdekatan dengan alam, maka memungkinkan terciptanya eksplorasi di alam dengan inspirasi keadaan luar kelas,” jelasnya.
Jetty menambahkan, pembelajaran di luar kelas adalah pembelajaran konkrit. Siswa dihadapkan dengan benda-benda yang nyata, tidak teoritis seperti menghadapi buku pelajaran.
“Meskipun memerlukan perhatian dan energi ekstra dari guru, namun guru akan merasa puas hati dan puas badan. Puas hati karena mengadakan pembelajaran kongkrit. Puas badan karena secara fisik bergerak semua, mengeluarkan keringat, membakar lemak,” ungkapnya.
Ketua Pokjawas Kemenag Tangsel, Jajang Raksanagara, menjelaskan teknik pembelajaran yang dikenal dalam pendidikan banyak sekali jumlahnya.
“Teknik pembelajaran adalah jalan atau alat, dan media yang digunakan guru bertujuan untuk mengarahkan kegiatan peserta didik ke arah tujuan yang ingin dicapai. Maka seorang guru harus terus berinovasi menciptakan teknik pembelajaran agar disukai oleh siswanya,” tandasnya. (Kemenag Tangsel)
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026
Nasional2 minggu ago5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoProfil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin
Nasional2 minggu agoRais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU
Nasional2 minggu agoProfil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari
Sport2 minggu agoFerry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?
Sport1 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap
Nasional2 minggu agoKH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031

































