Pemerintahan
Mobil Dinas di Tangsel Akan Gunakan Gas?

Mobil dinas pejabat Pemkot Tangsel tak lagi menggunakan bensin. Tapi, bahan bakarnya bakal berganti menggunakan gas.
Ini untuk mengefisiensikan bahan bakar serta anggaran untuk kendaraan operasional dinas.
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan pengalihan kendaraan dinas dari bensin ke gas secepatnya bakal diberlakukan setelah adanya MoU dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tangsel, PT. Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS) dengan Perusahaan Gas Nasional (PGN).
“Peralihan BBM ke BBG ini merupakan program pemerintah pusat dan akan kita terapkan di Kota Tangsel,” ungkapnya, ditemui usai penandatanganan kesepakatan PT PITS dengan PGN di salah satu hotel di Serpong, Senin (6/10) lalu.
Dikatakan, konversi bahan bakar mobil dinas dapat mengefisienkan pemakaian bahan bakar serta anggaran untuk kebutuhan operasional. Namun, pihaknya belum mengetahui berapa banyak mobil dinas yang ada dil ingkup pemkot Tangsel.
“Tadi saya sudah mendengar penjelasan dari pak Jobi Triananda Hasjim (Direktur PT PGN-red) untuk kendaraan harus dipasang alat lagi yakni konverter agar bisa berbahan bahkr gas,”katanya.
Direktur Operasional dan Niaga PT PITS Andre Mulpyana menuturkan untuk mengaplikasikan konversi bahan bakar secepatnya dipersiapkan. Untuk itu, saat ini pihaknya bersama PT PGN tengah memetakan wilayah yang akan dibangun jaringan gas. “Untuk tahap awal dapat dilakukan dengan mobil keliling untuk pengisian gas yang disediakandari PGN. Ada dua lokasi yakni di Setu dan Pamulang,” ujarnya.
Kata dia, untuk jangka panjag kerjasama tersebut akan dibangun jaringann pipa gas bawah tanah untuk kebutuhan komersil di rumah tangga maupun industri. Saat ini, PT. PGN belum menyentuh seluruh wilayah kota Tangsel.
“Setelah ini akan ada proses kerjasama kembali. MoU ini baru tahap awal,” ujarnya.
Deputy Marketing PT PGN Ahmad Cahyadi mengatakan saat ini belum diketahui kebutuhan gas untuk komersil maupun industri di kota dengan tujuh kecamatan ini. Meski demikian, setelah penandatanganan kesepakatan ini akan langsung melakukan mapping kebutuhan gas di masyarakat.
“Kita sudah siapkan infrastruktur untuk pengisian BBG pada kendaraan dinas. Kalau Kota Tangsel mengaplikasikan kendaraan dinas memakai gas ini menjadi pemkot pertama di Indonesia.
Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta sudah menerapkannya pemakaian gas pada randis,” terangnya. (rbnn/te/kt)
Nasional6 hari agoLamiPak Indonesia Raih Penghargaan Ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026™ ke-18 di Bangkok
Nasional7 hari agoProgram MBG Diklaim Jangkau 61,9 Juta Penerima dan Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja
Jabodetabek6 hari agoTari Kreasi Tradisional Indonesia 2026 Sukses Digelar Meriah di Kebayoran Park Mall
Techno2 hari agoTangsel ONE: Tangerang Selatan One System
Banten7 hari agoMusrenbang RKPD 2027, Pilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siap Dukung Penuh Arah Pembangunan Provinsi Banten
Pemerintahan2 hari agoPemerintah Kota Tangerang Selatan Luncurkan Tangsel One dan Asisten Virtual Helita
Pemerintahan5 hari agoTangsel Raih Peringkat 3 Nasional Kota Berkinerja Tinggi, Benyamin Davnie: Momentum Perkuat Pelayanan Publik
Kampus3 hari agoGelar Pertemuan dengan Duta Besar Türkiye, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Buka Peluang MoU Perkuat Kerja Sama Internasional Antar Kedua Negara





















