Lifestyle
Pantangan Penderita Anemia G6PD, Apa Saja?

Anemia defisiensi G6PD merupakan penyakit genetik yang disebabkan karena tubuh tidak memiliki cukup enzim glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD). Penderita anemia G6PD perlu menghindari beberapa pantangan. Pasalnya, sel-sel darah merah yang kekurangan G6PD sangat rentan mengalami kerusakan.
Beragam pantangan bagi penderita anemia G6PD
Enzim G6PD berfungsi melindungi sel-sel darah merah dari kerusakan dan penguraian yang terlalu cepat. Tanpa G6PD yang memadai, sel darah merah menjadi lebih sensitif dan mudah rusak akibat pemicu berupa makanan, obat-obatan, ataupun infeksi.
Kerusakan sel darah merah lantas menimbulkan gejala anemia seperti badan lesu, pusing, pucat, dan sebagainya. Untuk mengurangi risiko kambuhnya penyakit, berikut beberapa pantangan bagi penderita anemia G6PD.
1. Konsumsi antibiotik

Penderita anemia G6PD sebenarnya boleh meminum antibiotik. Namun, beberapa jenis antibiotik bisa memicu pembentukan antibodi yang keliru menganggap sel darah merah sebagai ancaman. Akibatnya, sel darah merah terurai dengan cepat dan memicu gejala anemia.
Jika Anda menderita anemia G6PD, berkonsultasilah dengan dokter sebelum meminum antibiotik jenis apa pun. Sebagai gambaran, berikut beberapa antibiotik umum yang perlu Anda hindari:
- Golongan cephalosporin
- Golongan quinolone seperti ciprofloxacin, moxifloxacine, dan norfloxacine
- Golongan penisilin dan obat-obat turunannya
- Golongan nitrofuran seperti nitrofurantoin dan nitrofurazone
- Golongan sulfonamide yang berawalan ‘sulfa’
- Chlorampenicol
2. Konsumsi aspirin


Meski efektif mengatasi nyeri, obat aspirin termasuk dalam pantangan bagi penderita anemia G6PD. Hal ini disebabkan karena asam asetilsalisilat yang merupakan bahan utama aspirin dapat memicu penguraian sel darah merah seperti halnya antibiotik.
Sebagai ganti aspirin, Anda dapat memilih ibuprofen yang lebih aman. Paracetamol juga relatif aman, tapi obat ini memiliki sedikit risiko bagi penderita anemia G6PD. Jika gejala muncul setelah Anda meminum paracetamol, segera hentikan penggunaan obat.
3. Kacang fava


Konsumsi kacang fava dapat menimbulkan gejala anemia pada orang yang kekurangan G6PD. Dahulu, banyak orang menduga bahwa kondisi yang dikenal sebagai favism ini disebabkan karena reaksi alergi terhadap kacang fava. Padahal, tidak demikian.
Para ahli menemukan bahwa kacang fava mengandung senyawa vicine dan convicine dalam jumlah tinggi. Kedua senyawa ini dapat memicu penguraian sel darah merah sehingga menjadi salah satu pantangan bagi penderita anemia G6PD.
4. Beberapa jenis makanan, suplemen, dan bahan tambahan produk


Selain kacang fava, beberapa jenis makanan, suplemen, dan bahan tambahan yang terdapat pada produk tertentu juga bisa memicu penguraian sel darah merah. Melansir The Aga Khan University Hospital, berikut beberapa produk yang perlu Anda hindari:
- Produk kacang kedelai
- Blueberry dan produk yang mengandung buah tersebut
- Makanan mengandung pewarna biru atau asam askorbat sintetis
- Air tonik mengandung quinine
- Permen, tablet pelega tenggorokan, dan larutan kumur mengandung mentol
- Suplemen vitamin K
- Suplemen zat besi yang tidak jelas dosisnya
5. Konsumsi obat antimalaria


Jenis obat lainnya yang menjadi pantangan bagi penderita anemia G6PD adalah obat antimalaria, terutama yang berakhiran dengan ‘quine’. Alasannya tidak lain karena obat ini dapat menyebabkan penguraian banyak sel darah merah dalam waktu cepat.
Oleh sebab itu, orang yang perlu meminum obat antimalaria biasanya perlu menjalani tes terlebih dulu untuk menentukan apakah ia mengalami kekurangan G6PD. Jika ya, dokter perlu memberikan obat antimalaria lain yang lebih aman bagi Anda.
Langkah terbaik mengatasi anemia G6PD adalah dengan menghindari faktor-faktor yang menjadi pantangan bagi Anda sebagai penderita. Faktor-faktor tersebut mencakup makanan, obat-obatan, serta hal lain yang mungkin sering Anda temui dalam kegiatan sehari-hari.
Namun, apabila anemia G6PD bertambah parah, Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan tindak penanganan. Penanganan biasanya berupa terapi oksigen dan transfusi darah untuk mengembalikan jumlah sel merah.
Kabartangsel.com
Tangerang7 hari agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport6 hari agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Sport6 hari agoHasil Kualifikasi, Veda Ega Pratama Start dari Posisi 9 di Moto3 Hungaria 2026
Nasional6 hari agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Bisnis5 hari agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan
Komunitas5 hari agoKONGRES 2026 Tandai Era Baru Kebangkitan Musik Reggae Lokal di Tangsel
Nasional5 hari agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden




























