Lifestyle
Perawatan yang Harus Dilakukan Setelah Transplantasi Ginjal

Transplantasi ginjal merupakan jalan terakhir bagi penderita gagal ginjal agar dapat bertahan hidup. Setelah menjalani operasi, pasien tak perlu lagi menjalani dialisis atau cuci darah. Bagaimana perawatan yang harus dilakukan setelah menjalani transplantasi ginjal?
Perawatan setelah transplantasi ginjal di rumah sakit

Ketika operasi selesai, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan ginjal yang baru. Ginjal sudah bisa mulai bekerja untuk membuang kotoran dari dalam tubuh beberapa jam kemudian setelah operasi.
Namun, adaptasi terkadang bisa memakan waktu sampai beberapa minggu dan bisa bergantung dengan ginjal yang didonorkan. Bila pendonor ginjal merupakan anggota keluarga, biasanya ginjal akan lebih cepat bekerja daripada ginjal yang didonorkan dari orang lain.
Pada beberapa kasus lainnya, mereka yang sudah melakukan operasi transplantasi ginjal masih memerlukan cuci darah selama beberapa hari sampai ginjal dapat bekerja.
Saat terbangun, pasien tentu akan merasakan sisa sakit dan nyeri di sekitar daerah sayatan. Dokter dan perawat akan selalu memantau kondisi untuk memastikan bahwa tak ada tanda-tanda komplikasi yang berbahaya. Perawat juga akan mencatat rekam kesehatan pasien setiap hari.
Nantinya, pasien akan sering diambil sampel darahnya untuk memeriksa apakah ginjal bekerja dengan baik, serta mengetahui kerja fungsi tubuh lain seperti hati, paru-paru, dan sistem darah.
Kebanyakan pasien akan dirawat selama seminggu di rumah sakit setelah menjalani transplantasi ginjal tergantung pada kondisi pasien. Ada beberapa kriteria yang jadi pertimbangan sebelum memulangkan pasien yaitu sebagai berikut.
- Pasien dapat mengikuti pengobatan sesuai jadwal yang benar tanpa bantuan tenaga medis.
- Pasien dapat mengambil suhu dan tekanan darah sendiri.
- Pasien mengetahui siapa yang harus dihubungi ketika ada kejadian atau kondisi darurat.
- Pasien mampu mengikuti perkembangan kondisi yang dimiliki dan mengetahui apa saja yang harus dilaporkan pada koordinator transplantasi.
Perawatan setelah transplantasi ginjal yang harus dilakukan di rumah
Perawatan yang intensif masih dibutuhkan di rumah. Agar proses pemulihan berjalan lancar, butuh kerja sama dari anggota keluarga lainnya untuk saling membantu.
1. Catat perkembangan kesehatan tubuh


Sesampainya di rumah, pasien harus mencatat keadaan tubuhnya sendiri di jurnal harian. Hal ini penting dilakukan agar saat pasien kembali ke dokter, dokter dapat mengetahui adanya masalah atau efek yang dihasilkan setelah melakukan transplantasi ginjal.
Catatlah suhu tubuh, tekanan darah, dan berat badan setiap hari. Jangan lupa bawa catatan ini setiap berkunjung ke dokter. Biasanya langkah ini hanya dilakukan untuk sementara waktu, petugas medis akan memberitahu kapan pasien bisa berhenti mencatat di jurnal.
2. Penuhi asupan makanan sehat


Salah satu hal yang penting dilakukan dalam perawatan setelah menjalani transplantasi ginjal adalah makan makanan setelah operasi yang bergizi. Pola makan yang dijalani pun harus disesuaikan agar ginjal baru tetap sehat dan berfungsi dengan baik.
Untuk hal ini, dokter yang bekerja sama dengan ahli gizi akan mendiskusikan kebutuhan nutrisi dan mungkin memberikan daftar makanan yang dianjurkan serta yang harus dibatasi. Pasien juga perlu melacak berapa banyak kalori yang telah dikonsumsi.
Beberapa yang sering disarankan pada pasien pasca transplantasi ginjal biasanya adalah:
- Makan sedikitnya lima porsi buah dan sayuran setiap hari.
- Menambahkan asupan serat.
- Minum susu rendah lemak untuk mempertahankan kadar kalsium dan fosfor.
- Makan daging tanpa lemak.
- Minum air yang cukup.
- Konsumsi makanan rendah lemak dan rendah garam.
3. Lakukan olahraga


Terkadang, ada obat-obatan yang berefek meningkatkan nafsu makan. Untuk menyeimbangkannya, pasien harus menyisihkan waktu untuk olahraga. Hal ini akan membantu tubuh dalam mempertahankan berat badan. Olahraga teratur juga dapat meningkatkan energi dan kekuatan.
Tidak perlu melakukan olahraga terlalu berat, pasien bisa mengawalinya dengan lebih sering melakukan aktivitas fisik. Perlahan, olahraga dapat ditingkatkan ke intensitas sedang selama 30 menit per hari.
Jenis olahraganya dapat berupa gerak jalan, bersepeda, atau berenang. Namun, jika ingin melakukan olahraga selain gerak jalan, pasien harus memastikan luka bekas operasi transplantasi ginjal telah sembuh.
4. Minum obat secara teratur


Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pasien yang telah pulang ke rumah masih harus minum obat setelah menjalani transplantasi ginjal. Hal ini untuk menghindari berbagai risiko seperti rejection atau masalah lainnya.
Sebelum pulang ke rumah, dokter akan meresepkan obat dan memberi tahu dosis serta waktu yang tepat untuk meminumnya. Dokter juga akan memastikan pasien telah mengetahui petunjuk pemakaian obat agar tidak terjadi kesalahan.
Rejection, risiko yang biasa dihadapi setelah transplantasi ginjal


Di tengah proses pemulihan setelah operasi, pasien harus berhati-hati akan kemungkinan terjadinya rejection. Rejection atau penolakan adalah komplikasi yang paling sering dialami pasien setelah menerima transplantasi.
Hal ini disebabkan karena tubuh belum terbiasa dengan ginjal yang baru. Akibatnya, sistem imun menganggap ginjal sebagai benda asing dan melakukan perlawanan untuk menyerang ginjal tersebut demi melindungi tubuh.
Terdapat dua jenis penolakan ginjal, yaitu penolakan akut dan penolakan kronis. Penolakan akut bisa terjadi kapan saja pada tahun pertama setelah transplantasi ginjal dan dapat diobati. Sementara penolakan akut bisa terjadi secara perlahan dan dalam jangka waktu yang lama. Seringkali itu tanda bahwa transplantasi ginjal gagal.
Beberapa gejala rejection meliputi:
- demam di atas 38 derajat Celsius
- muncul gejala serupa flu seperti sakit kepala, nyeri badan, pusing, dan mual
- nyeri di sekitar ginjal
- pembengkakan karena retensi air
- berat badan yang tiba-tiba melunjak lebih dari 4 kilogram
- penurunan pengeluaran urine yang signifikan


Adanya penolakan ginjal cenderung sulit didiagnosis pada tahap awal. Oleh karena itu, pasien harus tetap minum obat untuk mencegahnya, meski ketika pasien merasa sehat.
Biasanya, obat yang diberikan adalah obat anti-rejection (imunosupresan) yang akan menurunkan respons sistem kekebalan tubuh dari penyerangan pada ginjal baru.
Sayangnya, penggunaan obat bukanlah tanpa efek samping. Karena sifatnya yang melemahkan sistem imun, tubuh pun akan menjadi rentan terhadap infeksi penyakit. selain itu, obat juga bisa meningkatkan risiko Anda terhadap tekanan darah tinggi, naiknya berat badan, hingga kanker.
Sebagai bagian dari perawatan setelah transplantasi ginjal, nantinya dokter juga akan memberikan obat-obatan antivirus dan antibakteri sebagai upaya pencegahan.
Oleh karena itu, selalu minum obat pada jadwal yang tepat dan dengan dosis yang telah diberikan dokter. Bila jadwal minum obat kerap terlewat, risiko rejection pun akan semakin tinggi.
Jangan lupa juga untuk selalu menghubungi dokter setiap pasien mengalami efek samping setelah transplantasi yang mengganggu rutinitas minum obat.
Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.
Kabartangsel.com
Bisnis5 hari agoWarnaGo Resmi Hadir di Tangerang, Usung Konsep One-Stop Solution Cat Premium
Banten5 hari agoPeringati Milad ke-6 dan HPN 2026, JMSI Banten Gelar Aksi Sosial dan Lingkungan
Jabodetabek4 hari agoIDWX Hadirkan Jam Tangan Tag Heuer Original untuk Pecinta Jam Mewah di Jakarta
Bisnis4 hari agoAle-Ale Rasa Buah Nanas: Juicy Nanasnya, Segarnya Juara
Pemerintahan4 hari agoBenyamin Davnie Pastikan Tumpukan Sampah di Tangsel Sudah Teratasi
Jabodetabek4 hari agoBedah Akuntabilitas BUMN Pasca Danantara, Akademisi UIN Jakarta Fathudin Kalimas Raih Doktor di UI
Pemerintahan4 hari agoPilar Saga Ichsan Hadiri Puncak HPN 2026 di Banten: Perkuat Peran Pers Hadapi Tantangan Era Digital dan AI
Pemerintahan4 hari agoPemkot Tangsel Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi Lewat Program Keluarga Berintegritas



























