Ali Munhanif dan Amelia Fauzia Dikukuhkan Jadi Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

By: Rabu, 6 Januari 2021

Rektor UIN Jakarta Profesor Amany Lubis secara resmi mengukuhkan dua guru besar baru, Profesor Ali Munhanif dan Profesor Amelia Fauzia, di Gedung Auditorium Utama, Rabu (6/1/2021). Selain dihadiri pimpinan senat dan sivitas akademik UIN Jakarta, pengukuhan juga dihadiri Menteri Agama RI 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin M.Si, Sekjen Kementerian Agama Profesor M. Nizar, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus Ketua IKALUIN UIN Jakarta Dr. TB Ace Hasan Syadzili. Pengukuhan sendiri dilakukan secara daring mengikuti protokol kesehatan di era pandemi.

Pengukuhan kedua guru besar baru ditandai dengan pemakaian kalung guru besar, penyampaian Surat Keputusan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi RI, dan piagam pengukuhan oleh Rektor. Selain itu, pengukuhan juga ditandai penyampaian orasi ilmiah keduanya dimana Profesor Ali menyampaikan pidato berjudul ‘Negara, Demokrasi dan Politik Sentimen Primordial di Era Digital’ dan Profesor Amelia menyampaikan orasi berjudul ‘Negara, Civil Society dan Kemanusiaan dalam Lintasan Sejarah Filantropi Islam di Indonesia’.

Dalam sidang pengukuhannya, Rektor menyampaikan pengukuhan kedua guru besar ini didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 35061 tahun 2019 dan 35060 tahun 2019 yang menetapkan pangkat akademik guru besar keduanya. “Dengan ini saya mengukuhkan Profesor Ali Munhanif sebagai guru besar ilmu politik pada FISIP dan Profesor Amelia Fauzia sebagai guru besar Ilmu sejarah Islam Indonesia FAH UIN Jakarta,” ucapnya sebagaimana dilansir dari laman uinjkt.ac.id.

Atas nama pribadi dan sivitas akademi UIN Jakarta, Rektor juga menyampaikan selamat dan apresiasi atas capaian dua profesor baru tersebut. “Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat dan taufiq dalam mengemban tugas mulia ini dengan pengabdian yang tinggi. Atas nama senat, saya mengucapkan selamat atas pengukuhan guru besar UIN Jakarta ini,” tambahnya.

Ditambahkan Rektor, pengukuhan kedua guru besar di bidang ilmu politik dan sejarah filantropi memunculkan optimisme besar UIN Jakarta mampu mengkontribusikan peran optimal dalam pengembangan keilmuan kedua bidang ilmu tersebut. “Kehadiran kedua guru besar diharapkan menjadi magnet bagi UIN Jakarta dalam pengembangan keilmuan politik dan filantropi,” imbuhnya.

Secara khusus, Rektor juga menyampaikan apresiasi atas kedua guru besar yang dilantik atas dedikasi keduanya dalam mengembangkan fakultas dan lembaga yang kini dipimpin keduanya. Diketahui Profesor Ali merupakan Dekan FISIP, sedang Profesor Amelia selain memimpin Prodi Magister Sejarah dan Kebudayaan Islam juga Direktur Lembaga Sosial Kemanusiaan Social Trust Fund UIN Jakarta.

“Profesor Ali telah berdedikasi memajukan FISIP UIN Jakarta dan mendorong internasionalisasinya yang cukup monumental. Begitu juga Profesor Amelia melalui lembaga filantropi STF UIN Jakarta telah secara aktif dan koperatif membantu penanganan dampak Covid 19 bagi sivitas dalam bentuk bantuan logistik, beasiswa, maupun kesehatan,” tandasnya.

Mengapresiasi pengukuhan kedua guru besar yang baru, Ketua Senat Universitas UIN Jakarta Profesor Abuddin Nata dan Sekjen Kemenag RI Profesor Nizar Ali berharap pengukuhan keduanya bisa memperkuat UIN Jakarta menuju perguruan tinggi keagamaan Islam berkelas dunia. “Dengan dikukuhkannya dua guru besar ini diharap bisa memperkuat ketersediaan sumber daya manusia bagi pengembangan UIN Jakarta sebagai universitas kelas dunia,” ujar Abudin.

Sementara itu Profesor Nizar menyebutkan, pengukuhan kedua guru besar baru mengukuhkan UIN Jakarta sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam dengan jumlah profesor aktif terbanyak seperti disampaikan pada forum Apresiasi Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (ADIKTIS) 2020 akhir Desember lalu. Pada ajang ini, UIN Jakarta meraih salahsatu penghargaan bergengsi untuk kategori Perguruan Tinggi Keagaman Islam dengan Profesor Terbanyak.

Nizar menuturkan, kehadiran para profesor baru diharap bisa mengokohkan peran pengembangan keilmuan, keislaman, dan kebangsaan UIN Jakarta di masa-masa mendatang. “Saya sangat yakin, UIN Jakarta masih bisa terus berprestasi dengan keunggulan SDM yang dimilikinya,” optimisnya. (red/fid)


Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *