Bisnis
Anak Muda Berprestasi, Maharani Jabat Manajer Setelah Magang di LindungiHutan
Semarang, 29 Mei 2025 — Perjalanan Maharani Dwi Rahmadani menjadi salah satu kisah inspiratif dari balik layar LindungiHutan. Berawal sebagai mahasiswa magang, ia kini memegang tanggung jawab sebagai Manajer Eksekusi Bisnis, sebuah posisi strategis yang mengoordinasikan jalannya berbagai program konservasi dan kolaborasi bisnis.
Maharani pertama kali mengenal LindungiHutan pada tahun 2020 melalui program magang yang dibuka untuk mahasiswa. Ketertarikannya terhadap isu lingkungan dan keinginan belajar langsung dari gerakan akar rumput membuatnya mendaftar. Selama masa magang, ia tidak hanya menyelesaikan tugas administratif, tetapi juga aktif terlibat dalam kegiatan operasional dan interaksi dengan mitra serta petani lokal.
Setelah menyelesaikan masa magangnya, Maharani mendapatkan tawaran untuk bergabung secara penuh. Dengan latar belakang pendidikan Manajemen dan semangat yang kuat terhadap gerakan konservasi, ia dipercaya menempati berbagai posisi sebelum akhirnya menjabat sebagai Manajer Eksekusi Bisnis. Dalam peran ini, ia menjadi jembatan antara berbagai pihak: dari perusahaan yang ingin menjalankan program CSR, hingga komunitas lokal yang menjadi ujung tombak konservasi.
“Saya percaya bahwa setiap orang bisa berkontribusi dalam gerakan pelestarian lingkungan, termasuk melalui jalur profesional. Di LindungiHutan, saya belajar bahwa kerja konservasi bukan hanya tentang menanam pohon, tapi juga tentang membangun hubungan dan menciptakan sistem yang berkelanjutan,” ujar Maharani.
Sebagai Manajer Eksekusi Bisnis, Maharani bertugas memastikan bahwa seluruh program berjalan efektif, tepat sasaran, dan membawa dampak lingkungan serta sosial yang terukur. Perannya juga mencakup pengelolaan relasi dengan mitra korporasi, penyusunan laporan dampak, hingga pengembangan strategi bisnis yang sejalan dengan misi pelestarian alam.
Kisah Maharani mencerminkan bagaimana LindungiHutan bukan hanya menjadi ruang kolaborasi untuk konservasi, tetapi juga tempat bertumbuh bagi generasi muda yang ingin mengambil peran dalam perubahan. Budaya kerja yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada misi menjadikan organisasi ini ruang belajar sekaligus ladang kontribusi nyata.
Transformasi Maharani dari seorang magang menjadi manajer memperlihatkan pentingnya membuka ruang bagi anak muda untuk terlibat dalam sektor lingkungan. Di tengah urgensi krisis iklim, sumber daya manusia yang kompeten, berdedikasi, dan memiliki nilai keberlanjutan menjadi aset yang tak ternilai.
Dengan semangat dan ketekunannya, Maharani bukan hanya menjalankan tugasnya sebagai manajer, tetapi juga menjadi representasi dari nilai-nilai yang dijunjung LindungiHutan: kolaborasi, dampak, dan keberlanjutan.
Internasional6 hari agoCloudMile Borong Empat Penghargaan di Google Cloud Next 2026, Perkuat Ekspansi AI dan Cloud di Indonesia
Pemerintahan6 hari agoWali Kota Benyamin Davnie Lepas 393 Jemaah Haji Kloter Pertama Asal Tangsel
Bisnis6 hari agoKolaborasi WINGS for UNICEF–Hers Protex Gelar Edukasi Menstruasi Remaja Putri di Sekolah
Nasional6 hari agoKementerian UMKM–SIPPO Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
Nasional6 hari agoMenaker Yassierli: Pelatihan Vokasi Jadi Langkah Nyata Siapkan Tenaga Kerja Kompeten
Pemerintahan6 hari agoGebyar Lansia Tangsel: Benyamin Davnie Dorong Lansia Tetap Sehat, Aktif, dan Produktif
Pemerintahan6 hari agoPemilih Pemula Diproyeksikan Dominasi Pemilu 2029, Pemkot dan KPU Tangsel Perkuat Demokrasi Lewat Sekolah Jawara
Nasional6 hari agoMenaker Yassierli Tekankan Pentingnya Perusahaan Sesuaikan Tugas Magang dengan Latar Pendidikan Peserta


























