Beredar Kabar Ada 20 TKA Asal Cina Baru Tiba di Cilegon Tanpa Karantina

By on Kamis, 6 Februari 2020

Masyarakat Cilegon, Banten, dihebohkan dengan adanya puluhan Tenaga Kerja Asing atau TKA yang disebut baru kembali dari China, datang ke kota tersebut. Para pekerja tersebut pun kini telah di bawah pengawasan perusahaan tempat mereka bekerja.

Pihak Kelurahan Sukmajaya, Kota Cilegon, Banten, mengatakan bahwa sebanyak 20 TKA asal China, sudah dievakuasi ke mess atau tempat tinggal perusahaannya yang berada di kawasan Bojonegara Industrial Park (BPI), Kabupaten Serang, Banten.

 

Dari RT, RW-nya juga sudah menjelaskan. Awalnya ada 20 TKA asal China, jadi sekarang sudah tidak ada begitu. Sudah dipindahkan ke (mess) perusahaan,” kata Lurah Sukmajaya, Ade Rizki, Rabu 5 Februari 2020.

Ade mengaku tidak tahu pasti kapan para TKA itu datang kembali ke rumah kontrakannya, usai pulang dari China. Namun, dia tidak mendapatkan laporan adanya TKA asal China yang terjangkit virus Corona.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Cilegon, Suparman, sudah memerintahkan pegawainya untuk mengecek langsung ke perusahaan dan tempat tinggal sang TKA. Namun hingga kini, Suparman belum mendapatkan laporan hasil pengecekan tersebut.

Namun, dia mencurigai TKA itu tidak dikarantina terlebih dahulu, untuk memastikan sang pegawai bebas dari virus corona. Di mana, menurut standar WHO atau Badan Kesehatan Dunia, masa inkubasi virus asal Wuhan, China, itu selama dua pekan.

“Belum tentu terpapar corona. Tapi yang bersangkutan baru tiba dari China, seharusnya dikarantina dulu,” kata Suparman, Rabu (5/2/2020).

Suparman mengaku kini sedang berada di Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) Jakarta. Instansi akan memberikan keterangan lebih jelas jika sudah mendapatkan hasil pengecekan di lapangan.

“Kemarin dilacak pegawai saya. Hasilnya belum tahu. Kebetulan hari ini saya lagi di Kemenaker Jakarta,” katanya.

Perlu diketahui bahwa TKA asal China yang berada di Kota Cilegon, Banten, berjumlah sekitar 200 orang. Mereka bekerja di berbagai industri yang ada di Kota Baja. Jika ditotal dengan TKA dari negara lain, maka jumlahnya mencapai 1.200 orang. [Ind]