Di Banten, Usaha Tanaman Hias Bunga Anggrek dan Sedap Malam Cukup Menjanjikan

By: Minggu, 14 September 2014

Usaha tanaman hias di Banten cukup menjanjikan, terutama jenis bunga anggrek dan sedap malam, yang selama tiga tahun terakhir berkembang pesat.

“Usaha tanaman hias cukup menggiurkan, terutama anggrek karena saat ini total perdagangan dunia mencapai US$ 150 juta, dan pangsa pasar Indonesia hanya 6 persen,” kata Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Peternakan Banten Asep Mulya Hidayat di Serang, Sabtu (13/9).

Ia mengatakan komoditas tanaman anggrek produksinya 5.628.179 tangkai dengan kontribusi secara nasional sebesar 41,4 persen dari total produksi anggrek nasional sebesar 15.456.959 tangkai.

Komoditas tersebut, kata dia, tersebar di wilayah-wilayah provinsi Banten terutama di Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Serang dan Kabupaten Lebak.

Sedangkan bunga sedap malam produksi pada tahun 2013 adalah sebesar 2.857.187 tangkai dengan kontribusi terhadap nasional sebesar 2,7 persen dari total produksi sedap malam nasional sebesar 104.083.719 tangkai.

Komoditas tersebut tersebar di wilayah Provinsi Banten terutama di Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak.

Tanaman hias lainnya, yakni philodenron produksi adalah sebesar 7.764.915 tangkai dengan Kontribusi secara nasional sebesar 42,5 persen dari total produksi philodenron nasional sebesar 18.230.907 tangkai. Komoditas tersebut tersebar di wilayah Provinsi Banten terutama di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Asep mengatakan tanaman hias dapat dikembangkan dengan nilai tambah yang jauh lebih besar, Kecamatan Karang Tengah Kota Tangerang misalnya, meskipun dengan luas lahan yang relatif sempit tetapi dapat memasok berbagai jenis tanaman hias untuk kebutuhan beberapa kota besar di Indonesia, bahkan untuk ekspor.

“Tak ada salahnya jika agribisnis Banten mulai melirik anggrek. Komoditas ini sangat menggiurkan, Perlu dilakukan observasi keberadaan jenis-jenis anggrek yang ada di hutan-hutan yang ada di Banten, kemudian jenis-jenis yang menarik dapat dikembangkan melalui metode kultur jaringan,” katanya.

Tanaman Hias Anggrek yang sudah dikelola sejumlah kelompok tani di Serpong, Kota Tangerang Selatan, bahwa tempatnya sangat berpotensi ditanami tanaman hias anggrek tanah, terbukti tanaman hias anggrek tanah ini tidak ada ditempat lain tapi sayang bibitnya sudah berusia 50 tahun sampai saat ini belum ada pemuliaan sedangkan usia tanaman sudah mencapai 3 tahun.

Dari mulai tanam hingga berbunga memakan waktu kurang lebih 8 bulan, baru bisa dipanen minimal sudah ada 5 kuntum bunga, kata Asep.

Perkembangan tanaman hias di Banten tiga tahun terakhir berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten menyebutkan produksi bunga anggrek pada 2011 mencapai 3.673.559 tangkai, meningkat pada 2012 menjadi 5.628.179 tangkai dan naik lagi pada 2013 menjadi 6.406.173 tangkai.

Kemudian anthurium bunga pada 2011 baru berproduksi 113.639 tangkai, naik pada 2012 menjadi 173.849 tangkai, namun turun drastis pada 2013 menjadi 37.803 tangkai.

Untuk bunga sedap malam berkembang cukup pesat dari 394.941 tangkai pada 2011, naik tajam menjadi 1.484.961 tangkai pada 2012 dan meningkat lagi menjadi 2.857.187 tangkai pada 2013.

Sementara bunga mawar berkembang fluktuatif dari 19.804 tangkai pada 2011 menjadi 48.804 tangkai pada 2012 dan menurun pada 2013 menjadi 36.347 tangkai. (ant/kt)