Rohani
Doa Malam 1 Rajab

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan. Dalam Islam, terdapat empat bulan haram, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Doa Bulan Rajab
Rasulullah mencontohkan, saat memasuki bulan Rajab beliau membaca:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya‘bâna waballighnâ ramadlânâ “Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.” (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)
Selain berdzikir dan berdoa, pada bulan Rajab umat Islam juga dianjurkan untuk puasa sebanyak-banyaknya, sebagaimana juga pada bulan-bulan haram lainnya. Sebutan sebagai bulan haram merujuk sejarah dilarangnya umat Islam mengadakan peperangan pada bulan-bulan itu.
Bulan Rajab
Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan mulia (asyhurul hurum) dalam kalender Islam. Karena keistimewaannya, berbagai amalan yang dikerjakan di dalamnya memiliki kandungan nilai yang sangat tinggi, termasuk ibadah puasa Rajab.
Bagi Anda yang sedang mencari informasi mengenai puasa Rajab 2025, tata cara niat, hingga landasan hukumnya, berikut adalah ulasan lengkapnya.
1. Bulan Rajab 2025 Jatuh pada Tanggal Berapa?
Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia 2025, tanggal 1 Rajab 1447 H diperkirakan jatuh pada:
Minggu, 21 Desember 2025 (Mulai malam Minggu setelah Maghrib).
Berdasarkan Lembaga Falakiyah PBNU, awal bulan Rajab 1447 H jatuh pada lusa, Senin, 22 Desember 2025 M
2. Hukum Puasa Rajab: Apakah Sunnah atau Bid’ah?
Melaksanakan puasa di bulan Rajab hukumnya adalah dianjurkan atau sunnah. Mengutip penjelasan Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in, bulan paling utama untuk ibadah puasa setelah Ramadhan adalah bulan-bulan yang dimuliakan Allah dan Rasul-Nya (Asyhurul Hurum).
Urutan keutamaan bulan untuk berpuasa menurut para ulama adalah:
- Bulan Muharram
Bulan Rajab
Bulan Dzulhijjah
Bulan Dzulqa‘dah
Bulan Sya‘ban
Landasan Hadits Nabi SAW
Rasulullah SAW sendiri pernah melaksanakan puasa di bulan Rajab. Berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim dari dialog Utsman ibn Hakim al-Anshari kepada Sa’id ibn Jubair:
“Saya bertanya kepada Sa’id Ibn Jubair tentang puasa Rajab, beliau menjawab berdasarkan kisah dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah SAW senantiasa berpuasa sampai kami berkata nampaknya beliau akan berpuasa seluruh bulan. Namun suatu saat beliau tidak berpuasa sampai kami berkata, nampaknya beliau tidak akan puasa sebulan penuh.” (HR. Muslim)
Hadits ini menjadi bukti kuat bahwa puasa Rajab adalah amalan yang memiliki dasar hukum yang jelas dan bukanlah bid’ah yang tercela.
3. Waktu Pelaksanaan: Puasa Rajab Berapa Hari?
Puasa sunnah dianjurkan untuk dilakukan sebanyak mungkin selama tidak dilakukan pada hari-hari yang diharamkan (Idul Fitri, Idul Adha, dan hari Tasyrik). Mengenai durasinya, Rasulullah SAW memberikan teladan untuk tidak melakukannya secara penuh satu bulan agar tidak menyerupai puasa wajib Ramadan.
Dalam kitab Kifayatul Akhyar, mayoritas ulama berpendapat:
Makruh: Jika puasa dilakukan terus-menerus sepanjang masa hingga dikhawatirkan membawa mudharat bagi kesehatan atau melalaikan kewajiban lain.
Tidak Makruh: Jika tidak membawa dampak negatif dan fisik dalam kondisi kuat.
4. Niat Puasa Rajab (Malam dan Siang Hari)
Sebagaimana ibadah lainnya, niat menjadi syarat sah. Untuk puasa sunnah seperti Rajab, terdapat kelonggaran waktu niat.
Niat Puasa Rajab di Malam Hari
Dibaca sejak terbenamnya matahari hingga sebelum fajar Shadiq (Subuh):
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Rajab esok hari karena Allah SWT.”
Niat Puasa Rajab di Siang Hari
Jika Anda lupa berniat di malam hari, Anda tetap boleh berpuasa asalkan belum makan atau minum apa pun sejak Subuh hingga waktu niat diucapkan (sebelum Dzuhur):
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ رَجَبَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Rajaba lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah SWT.”
Serba-Serbi3 hari agoKalender Februari 2026 lengkap dengan Hijriyah
Serba-Serbi4 hari agoKalender Februari 2026 Lengkap dengan Tanggal Merah
Banten5 hari agoKetua DPRD Banten Tinjau Banjir BCP 2 Ciruas, Pastikan Warga Selamat dan Salurkan Bantuan Pangan
Pendidikan5 hari agoPride Homeschooling Ciputat, Jawaban saat Sekolah Tak Lagi Menjadi Tempat Aman bagi Anak
Nasional5 hari agoTinjau Pasar Ikan Fandoi Biak, Wapres Gibran Rakabuming Tekankan Mutu Hasil Nelayan untuk Perluasan Pasar Ekspor
Jabodetabek5 hari agoRektor Asep Saepuddin Jahar Kukuhkan 7 Profesor Baru, UIN Jakarta Kini Miliki 151 Guru Besar
Nasional5 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Dorong UMKM Naik Kelas
Sport4 hari agoJohn Herdman Pelatih Timnas Indonesia
















