Kampus
Dosen Akuntansi Unpam Diskusi Pelaporan Penyusunan Anggaran Masjid

Organisasi selalu berhadapan dengan ketidakpastian dan ketidakstabilan dalam proses perjalanannya. Untuk itu diperlukan perencanaan yang baik, tak terkecuali dalam pengelolaan keuangan.
Dalam hal ini pengetahuan mengenai akuntansi sangat diperlukan, terutama organisasi dalam hal ini yang tidak mencari laba. Kendati demikian, organisasi non laba ini akan tetap berurusan dengan soal-soal keuangan, seeperti membayar listrik, tenaga, dan lainnya.
“Organisasi nirlaba seperti pengelolaan dana masjid, mengandalkan para donator (penyumbang). Karakteristik ini tetap menimbulkan jenis transaksi, siklus operasi, pola pengelolaan keuangan, perlakuan akuntansi dan kebutuhan pelaporan keuangan yang berbeda,” ujar Juli Ismanto, Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (Unpam) saat berdiskusi dengan DKM Masjid Al-Mabrur, Legoso, Pisangan, Ciputat Timur, Minggu (17/10), dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Sosialisasi Penerapan Laporan Manajemen Keuangan dan Penyusunan Anggaran Keuangan Organisasi Nirlaba.”

Untuk itu, lanjut Juli-demikian sapaan akrabnya, pemenuhan karakteristik entitas nirlama pada masjid selalu memenuhi sumber daya entitas nirlaba berasal dari pemberi sumber daya yang tidak mengharapkan pembayaran kembali, atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan. Kemudian menghasilkan barang atau jasa tanpa bertujuan memupuk laba, dan tidak ada kepemilikan seperti umumnya pada entitas bisnis.
“Pencatatan keuangan masjid, biasanya hanya mencakup penerimaan dan pengeluaran kas masjid, tanpa memperlihatkan jumlah asset yang dimiliki oleh masjid dan berapa nilainya,” paparnya. Untuk itu banyak kasus hilangnya asset masjid karena kelemahan system pencatatan laporan keuangan.
Belum lagi jika antar-masjid terdapat perbedaan mencolok, masjid yang satu memiliki dana yang cukup besar, sedangkan lainnya sangat minim. Alhasil, pengurus masjid kudu pontang-panting mencari sumber pendanaan.
Maka penerapan sistem keuangan yang baik akan memberikan jawaban yang tepat atas ketidakpercayaan masyarakat terhadap organisasi masjid dan takmir-pengurusnya, Juli menambahkan.
Organisasi masjid, dalam pengelolaan keuangannya membutuhkan penerapan akuntansi yang baik sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap para donator, masyarakat sekitar, dan jamaah masjid.
Hal ini juga menjadi jawaban atas kekurangpercayaan masyarakat mengenai laporan keuangan masjid yang selama ini pencatatannya sangat sederhana dan tidak detail,” tambah Asrorudin, dosen Unpam lainnya.
Kegiatan PKM ini berlangsung secara luring dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang diikuti puluhan pengurus DKM Masjid al-Mabrur, unsur pimpinan DKM, Ahmad Kartono dan Siswono. (red)
Banten6 hari agoDownload SPTJM SPMB Banten 2026
Banten6 hari agoPra SPMB 2026 Provinsi Banten
Banten6 hari agoJadwal Lengkap SPMB SMA, SMK, dan SKh Provinsi Banten 2026
Banten6 hari agoJuknis SPMB Banten 2026
Pemerintahan6 hari agoDorong Pelayanan Prima, Benyamin Davnie Tegaskan Integritas ASN dan Tinjau Gedung Baru Disdukcapil–Bapenda Tangsel
Nasional5 hari agoMenhan Sjafrie Sjamsoeddin Hadiri Ratas yang Dipimpin Presiden, Bahas Giant Sea Wall Nasional
Bisnis5 hari agoBeanStar Coffee Resmikan Gerai ke-3 di Gandaria City Mall
Bisnis5 hari agoPALMEX Jakarta 2026 Digelar 6-7 Mei




















