Jabodetabek
Dosen UNPAM Bicara Risiko Pemasaran Perspektif Pesantren

Manajemen risiko pemasaran dalam perspektif pesantren mengacu pada praktik-praktik manajemen risiko yang dilakukan oleh pesantren dalam mengembangkan dan memasarkan produk dan jasanya.
Dari sudut pandang Islam, manajemen risiko pemasaran dalam perspektif pesantren juga menekankan pada prinsip-prinsip moral dan etika sesuai dengan ajaran Islam. Hal itu dikemukakan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (Unpam).
Kegiatan PKM dengan tema “Literasi Manajamen Risiko pada Pelaku UMKM” di gelar di Perum Mulia Residence Rawakalong, Gunung Sindur, Bogor, Minggu (14/5).
Beberapa prinsip manajemen risiko pemasaran yang dapat diadopsi dari perspektif pesantren di antaranya kepedulian terhadap nilai-nilai ajaran agama. “Pesantren harus memastikan bahwa produk dan layanan sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam, serta tidak melanggar prinsip-prinsip moral dan etika,” ujar dosen Unpam, Asrorudin.
Dalam memahami kebutuhan masyarakat, pesantren harus memahami kebutuhan masyarakat di sekitar pesantren dan memberikan solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Kemudian, lanjut Asrorudin, dalam penetapan harga pesantren harus memastikan bahwa harga produk dan layanan mereka adil dan tidak memberatkan masyarakat.
July Ismanto, dosen Unpam lainnya menambahkan, hal lain yang perlu diperhatikan adalah aspek sosial dan lingkungan. Menurutnya, pesantren harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekologi dari produk dan layanan mereka dan berusaha untuk mengurangi dampak negatif tersebut.
Selain itu, pesantren juga punya peran dalam pemberdayaan masyarakat. “Pesantren harus memberikan pelatihan dan pendidikan kepada masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam memanfaatkan produk dan layanan pesantren,” ujar July.
Dalam praktiknya, pesantren dapat menggunakan berbagai metode manajemen risiko seperti identifikasi, evaluasi, mitigasi, dan pemantauan risiko untuk membantu mereka mengelola risiko pemasaran dari sudut pandang pesantren.
Selain itu, pesantren juga dapat melibatkan ulama atau tokoh masyarakat dalam proses pengambilan keputusan untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil sesuai dengan prinsip-prinsip moral dan etika Islam, lanjut Sonny, dosen Unpam lainnya. (red)
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober 2026
Sport2 minggu agoKlasemen BRI Super League 2026/27 Pekan ke-3: Dewa United Banten FC di Puncak
Nasional4 hari agoSiapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya
Sport5 hari agoJadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, 20 September: Borneo FC vs Bali United, Dewa United vs PSS Sleman, Persijap vs Persib
Banten2 minggu agoHasil Dewa United vs PSS Sleman Berakhir 2-1 di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/27
Sport2 minggu agoPersijap Jepara vs Persib Bandung: Maung Bandung Menang 2-1
Banten2 minggu agoSTAI Syekh Manshur Gelar Bedah Buku “Manajemen Cinta Sebagai Hidden Kurikulum di Madrasah” dan “Ekosistem Mutu Pendidikan Islam Paradigma Baru Menuju Pendidikan Islam Berdampak”







































