Nasional
Gus Oqi, Putra Ma’ruf Amin Sayangkan Video Ucapan Natal Ayahnya Tidak Utuh

Jakarta – Putra KH Ma’ruf Amin (KMA), Ahmad Syauqi sangat menyesalkan video ucapan selamat natal yang beredar luas di linimasa adalah video yang sudah diedit/dipotong. Di dalam video tersebut semestinya ucapan KMA adalah “Kepada, Saudara kami yang beragama Kristiani,” dipotong hingga menjadi “Saudara-saudara, kami yang beragama Kristiani.” Hal ini mengesankan bahwa KMA menyatakan diri sebagai kaum kristiani.
“Sungguh menyesatkan. Hal ini sungguh membuat keprihatinan yang teramat sangat bagi keluar besar KH Ma’ruf Amin, umat Islam dan seluruh elemen Bangsa Indonesia. Logikanya mana mungkin beliau bisa menyatakan diri sebagai kaum Nasrani,” ujarnya, Selasa (25/12).
Gus Oqi, demikian ia akrab disapa menambahkan, video ucapan tersebut disampaikan sebagai kapasitas cawapres. Konteksnya, beliau (KMA, red), kata Gus Oqi, untuk menghormati saudara-saudara sebangsa dan se-tanah air. “Sebagai calon pemimpin buat semuanya, bukan untuk berubah menjadi orang lain,” paparnya.
Dalam ajaran Islam, apa yang dilakukan KMA merupakan bentuk muamalah sosial berdasarkan pada firman Allah Swt (Al Mumtahanah: 8) yang berbunyi: “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangi kamu karena agama, dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”
Ayat di atas, kata dia, sudah sangat jelas bahwa Allah Swt tidak melarang umat Islam untuk berbuat baik kepada siapa saja yang tidak memeranginya dan mengusirnya dari negerinya. “Mengucapkan selamat Natal merupakan salah satu bentuk berbuat baik kepada non Muslim yang tidak memerangi dan mengusir, sehingga diperbolehkan,” tegas Gus Oqi.
Pendapat Gus Oqi juga berangkat dari sejarah apa yang dilakukan sahabat Umar bin Khattab ra. Dimana ketika itu sahabat Umar menjamin keberlangsungan ibadah dan perayaan kaum Nasrani Iliya’ (Quds/Palestina).
“Ini merupakan pemberian hamba Allah, Umar, pemimpim kaum Mukminin kepada penduduk Iliya’ berupa jaminan keamanan. Beliau memberikan jaminan keamanan kepada mereka atas jiwa, harta, gereja, salib dan juga agama-agama lain di sana. Gereja mereka tidak boleh di duduki dan tidak boleh dihancurkan,” mengutip Tarikh At-Thabary, Juz 3 halaman 609).
Nasional6 hari agoWINGS Food Hadirkan ‘Pondok Rehat’ di Jalur Mudik 2026, Sediakan Fasilitas Lengkap untuk Pemudik
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Salurkan Rp405 Juta dalam Safari Ramadan 1447 H
Bisnis6 hari agoSarihusada Raih Penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026 Kategori Manufaktur
Bisnis6 hari agoTempo Scan Berangkatkan 3.000 Pemudik lewat Program “Mudik Sepenuh Hati 2026”
Pemerintahan2 hari agoIdulfitri 1447 Hijriah, Pilar Saga Ichsan Tekankan Pentingnya Ukhuwah untuk Membangun Tangsel
Bisnis6 hari agoAriston Hadirkan Kehangatan Ramadan Lewat Program CSR “Caring Brings Comfort” di Yayasan Al Andalusia
Jabodetabek5 hari agoAmankan Gedung SMA & SMK Triguna Utama, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Selamatkan Aset Negara
Hukum4 hari agoMiris! Anak Berkebutuhan Khusus Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Pengurus DKM di Ciputat Timur













