Connect with us

Lifestyle

Hiperplasia Adrenal Kongenital, Kelainan Hormon Bawaan Pada Anak

Hiperplasia adrenal kongenital adalah penyakit bawaan lahir yang terjadi pada organ kelenjar adrenal. Kelenjar adrenal merupakan organ kecil yang terletak di atas ginjal dan terdapat sepasang pada setiap tubuh seseorang. Setiap kelenjar adrenal memiliki fungsi yang sangat penting dalam memproduksi hormon dan mengatur beberapa fungsi fisiologis. Seseorang yang punya penyakit ini akan mengalami gangguan pada metabolisme, daya tahan tubuh, hormon reproduksi, dan tekanan darah.

Kelainan hiperplasia adrenal menyebabkan produksi hormon kortisol dan aldosterone sangat sedikit atau tidak ada sama sekali. Hormon kortisol yang juga dikenal dengan hormon stres juga berperan dalam proses metabolisme gula darah. Sedangkan hormone aldosterone berperan dalam mengatur kadar elektrolit dan membantu fungsi ginjal.

Penyakit hiperplasia adrenal kongenital atau disingkat HAK adalah penyakit langka, tetapi berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan seumur hidup. Diperkirakan hanya satu dari 15.000 anak yang lahir dengan kelainan bawaan ini. Dengan penanganan dan pengendalian yang tepat, orang dengan gangguan ini tetap bisa hidup normal.

Dua jenis hiperplasia adrenal kongenital

Advertisement

1. HAK klasik

Jenis klasik adalah yang paling umum, dengan gejala fisik yang mulai terlihat sejak bayi dan kanak-kanak. Misalnya badan terlalu tinggi dan tanda pubertas sudah muncul lebih dini. Pada jenis ini, kelenjar adrenal tidak dapat memproduksi hormon kortisol dan aldosterone tetapi mulai memproduksi hormon reproduksi testosteron terlalu banyak.

2. HAK non-klasik

Ini adalah jenis yang lebih ringan, di mana gejala fisik terjadi pada usia yang lebih tua seperti pada usia remaja dan dewasa muda. Tubuh pengidap HAK non-klasik juga masih bisa memproduksi hormon aldosteron, tapi mungkin kekurangan kortisol. Produksi testosteron juga lebih sedikit dibandingkan dengan HAK klasik.

Gejala hiperplasia adrenal kongenital

berat badan

Hiperplasia adrenal kongenital klasik memiliki tanda fisik yang sudah dapat dikenali sejak bayi dan anak-anak, di antaranya:

  • Genital lebih besar; pembesaran klitoris pada bayi perempuan dan pembesaran penis pada bayi laki-laki
  • Mengalami penurunan berat badan
  • Sangat sulit menaikkan berat badan
  • Sering muntah tanpa sebab
  • Mengalami dehidrasi
  • Pertumbuhan sangat cepat pada usia anak-anak, tetapi tinggi badan lebih pendek pada usia dewasa
  • Remaja perempuan mengalami siklus menstruasi tidak teratur
  • Pada usia dewasa, baik laki-laki atau perempuan berisiko kesulitan punya anak.

Hiperplasia adrenal kongenital klasik bisa terjadi dan tidak menunjukkan gejala sama sekali, tetapi perempuan dengan kondisi ini kemungkinan mengalami:

  • Gangguan siklus menstruasi
  • Suara terlalu berat
  • Memiliki rambut wajah yang lebih banyak (misalnya tumbuh kumis)
  • Tidak subur (susah punya anak)
  • Tinggi badan cenderung pendek pada usia dewasa

Gejala lain yang dapat terjadi pada hiperplasia adrenal kongenital klasik dan non-klasik baik pada perempuan maupun laki-laki:

  • Obesitas
  • Massa tulang lebih ringan
  • Mengalami masalah jerawat
  • Memiliki kadar kolesterol tinggi

Salah satu komplikasi yang dapat muncul adalah krisis adrenal. Kejadian ini cenderung langka tapi sangat membahayakan bagi seseorang yang mengalami hiperplasia adrenal kongenital. Kondisi ini menyebabkan penurunan tekanan darah dan kadar gula darah serta mengalami syok, hingga menyebabkan kematian.

Waspadai jika seseorang dengan hiperplasia adrenal kongenital mengalami dehidrasi, diare, dan muntah-muntah tanpa sebab.

Advertisement

Apa yang bisa dilakukan orangtua dan tenaga medis?

jantung berdetak

Diagnosis dini penyakit ini merupakan hal yang penting agar dapat dilakukan penanganan dini.

Hiperplasia adrenal kongenital dapat dideteksi sejak  bayi masih dalam kandungan dengan memeriksa sampel cairan ketuban dari rahim dan sel plasenta. Sedangkan pada bayi yang telah lahir, pemeriksaan HAK berupa serangkaian pemeriksaan fisik, darah, dan urine serta tes genetik.

Jika hiperplasia adrenal kongenital sudah dapat terdiagnosis saat bayi dalam kandungan, maka penanganan dapat dilakukan dengan terapi hormon kortikosteroid. Hal ini bertujuan agar bayi lahir dengan organ genital yang normal. Namun, terdapat efek samping terhadap ibu hamil seperti rasa tidak nyaman, peningkatan tekanan darah, dan mood swing.

Penanganan seumur hidup dianjurkan pada penderita HAK klasik dengan terapi hormon pengganti untuk meredakan gejala. Hal ini harus dimulai pada saat anak telah menunjukan gejala pubertas dini. Penanganan lainnya seperti metode operasi genital dikhususkan pada perempuan agar organ genital dapat terlihat dan berfungsi normal.

Advertisement

Kabartangsel.com

Source

Sport3 jam ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Hari Ini, Jumat 18 September: Arema FC vs Persik Kediri dan Madura United vs PSIM

Sport5 jam ago

Jadwal Lengkap BRI Super League 2026/27 Pekan Ketiga

Sport6 jam ago

Tiket FIFA ASEAN Cup 2026: Harga dan Cara Beli via Garuda ID

Sport6 jam ago

Jadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2

Sport6 jam ago

Daftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026

Sport6 jam ago

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Sport6 jam ago

Jadwal Lengkap FIFA ASEAN Cup 2026

Nasional8 jam ago

25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Bermasalah, Mentan Andi Amran Sulaiman: Tarik, Cabut Izin, Proses Hukum!

Alternatif Google AdSense yang Layak Dicoba untuk Publisher
Techno24 jam ago

Alternatif Google AdSense yang Layak Dicoba Publisher

Obituari2 hari ago

Kurniawan Zulkarnain: Intelektual Organik yang Tak Pernah Berhenti Gelisah Memikirkan Indonesia

Bisnis3 hari ago

ParagonCorp dan BRIN Eksplorasi Mikroalga Lokal

Hukum3 hari ago

Patroli 3 Pilar Polsek Curug Intensifkan Cipta Kondisi, Jaga Wilayah Tetap Kondusif

Nasional3 hari ago

Wapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya

Nasional4 hari ago

Profil Prof Suahasil Nazara, Menkeu Baru Pengganti Purbaya Yudhi Sadewa

Nasional4 hari ago

Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menkeu: Ini Bentuk Kepercayaan Presiden dan Negara

Nasional4 hari ago

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan

Politik5 hari ago

WI Banten Dorong Perempuan Aktif di Dunia Politik

Tangerang Selatan6 hari ago

IKPP Tangerang Mill Dukung Kolaborasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Mandiri Menuju Zero Waste 2028

Nasional6 hari ago

LSAK Desak KPK Perjelas Status Uang Rp3,5 Miliar Terkait Kasus Batu Bara Kukar

Banten6 hari ago

40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang

Sport3 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan Perdana 4-6 September 2026

Nasional3 minggu ago

Profil 5 Calon Ketua Umum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional3 minggu ago

5 Calon Ketum PBNU 2026-2031 yang Akan Dipilih Ahwa: Gus Kikin, KH Zulfa Mustofa, Gus Salam, Gus Yahya, dan Gus Rozin

Nasional3 minggu ago

Rais Aam PBNU: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kedudukannya di NU

Nasional3 minggu ago

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Cicit Pendiri NU Hadratussyekh KH M Hasyim Asy’ari

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/27 Pekan 1 Lengkap

Sport2 minggu ago

Ferry Paulus Soroti Ranking Indonesia di Asia Turun Gegara Kegagalan Persib dan Dewa United?

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026/2027 Pekan Pertama, 4–6 September 2026

Sport2 minggu ago

Bali United vs PSS Sleman: Prediksi Skor dan Duel Sengit Pekan Pertama Super League 2026/27

Sport2 minggu ago

Hasil Bali United vs PSS Sleman 2-1 di Pekan Pertama BRI Super League 2026/2027

Nasional3 minggu ago

KH Abdul Hakim Mahfudz “Gus Kikin” Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2026-2031

Nasional3 minggu ago

Hasil Muktamar ke-35 NU: KH Miftachul Akhyar Rais Aam, Gus Kikin Ketua Umum PBNU 2026-2031

Sport3 minggu ago

Persija Jakarta vs Brisbane Roar 4-0: Macan Kemayoran Tampil Menggila

Banten3 minggu ago

Dewa United Datangkan Bek Muda Alfharezzi Buffon dari Garudayaksa

Nasional3 minggu ago

KH Miftachul Akhyar Rais Aam PBNU Periode 2026-2031

Sport2 minggu ago

Laga Perdana BRI Super League 2026/27: Jadwal dan Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC

Hukum3 minggu ago

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Mutasi 424 Pati dan Pamen, Sejumlah Kapolda Berganti

Pemerintahan2 minggu ago

Pilar Saga Ichsan Dorong Desainer Lokal Tembus Tingkat Global

Kabupaten Tangerang2 minggu ago

Persita Tangerang Datangkan Dion Wilhelmus Eddy Markx dari Persib Bandung untuk BRI Super League 2026/27

Sport3 minggu ago

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia U-20 di Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Populer