Connect with us

Lifestyle

Isi Tas Siaga Bencana dan Fungsinya

Bencana merupakan sebuah perisitiwa yang tidak bisa ditebak dan dijadwalkan kedatangannya. Jika Anda merupakan orang yang punya antisipasi terhadap bencana, pastinya Anda wajib mempersiapkan tas berisi barang-barang yang dibutuhkan sewaktu-waktu bencana melanda. Apa saja barang bawaan yang harus ada di dalam tas siaga bencana? Bagaimana tips untuk mempersiapkan barang bawaan darurat bencana?

Daftar barang bawaan yang perlu ada dalam tas siaga bencana

Saat terjadi bencana atau keadaan berbahaya, Anda mungkin harus bisa bertahan hidup dengan sumber daya yang Anda miliki sebelum bala bantuan datang untuk menolong.

Anda mungkin harus menunggu beberapa jam, hari, atau bahkan lebih lama untuk bisa memperoleh segala yang Anda butuhkan untuk bertahan hidup.

Guna mengantisipasi hal tersebut, ada baiknya Anda memiliki tas khusus yang sudah disediakan untuk bisa langsung Anda bawa pada kondisi mendesak.

Advertisement

Tas ini bisa disebut juga dengan tas siaga bencana. Red Cross Canada menyarankan setidaknya tas siaga bencana harus berisikan barang-barang kebutuhan selama 3 hari.

Adapun beberapa jenis kebutuhan pokok yang harus Anda miliki sebagai isi di dalam tas siaga bencana, meliputi berikut ini.

1. Persediaan untuk makan

Makanan tentunya menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi Anda untuk bisa bertahan hidup. Berikut beberapa persediaan untuk makan yang perlu Anda miliki.

  • 3—5 air kemasan berukuran 1 liter untuk 3 orang selama 3 hari.
  • Makanan yang tidak mudah basi, seperti makanan kaleng dan makanan kering yang berkalori tinggi, untuk 3 hari.
  • Peralatan makan plastik seperti piring, gelas, garpu, dan sendok.
  • Gula dan rempah-rempah.
  • Aluminium foil dan bungkus plastik.
  • Wadah atau kantung plastik yang dapat ditutup kembali.

2. Penerangan dan alat komunikasi

Agar bisa mengetahui kondisi di sekitar tempat Anda mengungsi, Anda juga harus memiliki alat penerangan dan alat komunikasi yang meliputi berikut ini.

  • Radio portabel (tidak perlu colokan listrik).
  • Baterai untuk radio, senter, atau lampu darurat.
  • Senter untuk masing-masing orang.
  • Lampu darurat.
  • Peluit untuk masing-masing orang.

3. Peralatan kesehatan dan kebersihan

Untuk menjaga kondisi tubuh Anda, hal yang tidak kalah penting yaitu peralatan kesehatan dan kebersihan, jangan lupa membawa perlengkapan berikut ini.

  • Kotak P3K dan obat-obatan tanpa resep.
  • Obat-obatan resep bagi Anda yang punya kondisi khusus, seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) atau asma.
  • Masker anti debu.
  • Sampo, sabun, deodoran, sikat gigi, odol, dan perlengkapan dasar untuk mandi lainnya.
  • Tisu kering dan tisu basah.
  • Handuk kecil.
  • Pembersih tangan (hand sanitizer) atau alkohol pembersih.
  • Pembalut.
  • Deterjen cair.
  • Kantung sampah plastik.

4. Pakaian dan alas kaki

Agar bisa lebih nyaman selama menunggu bantuan, Anda juga harus menyediakan pakaian dan alas kaki cadangan.

Berikut isi tas siaga bencana kategori pakaian dan alas kaki.

Advertisement
  • Selimut.
  • Jas hujan.
  • Topi.
  • Sarung tangan.
  • Sepatu bot tahan air atau sepatu berbahan keras lainnya.

5. Perlengkapan lain yang harus dibawa

Selain kebutuhan di atas, ada juga perlengkapan lain yang tidak kalah penting. Berikut barang-barang lain yang juga perlu ada dalam tas siaga bencana.

  • Sleeping bag atau kantung tidur.
  • Peta.
  • Kacamata.
  • Kompas penunjuk arah.
  • Gunting.
  • Pisau lipat untuk berjaga-jaga.
  • Surat-surat penting yang difotokopi dan dikumpulkan dalam satu map plastik.
  • Uang atau alat pembayaran lainnya.

6. Barang bawaan darurat bencana lainnya untuk ibu hamil, lansia, anak kecil, dan hewan peliharaan

Seseorang dengan kondisi tertentu, seperti ibu hamil, lansia, dan anak kecil, atau yang memiliki hewan peliharaan, mungkin juga akan memerlukan kebutuhan pokok lainnya.

Jadi, tas siaga bencana untuk ibu hamil, lansia, anak kecil, dan hewan peliharaan perlu menyertakan barang bawaan berikut ini.

  • Baterai alat bantu pendengaran untuk lansia.
  • Makanan khusus lansia atau bayi.
  • Makanan hewan.
  • Tali pengikat hewan.
  • Tabung oksigen berukuran kecil.
  • Mainan untuk anak-anak, seperti boneka, puzzle, dan buku.
  • Tisu dan popok untuk bayi dan lansia.
  • Perlengkapan menyusui bayi, termasuk botol, alat pembersih, dan susu formula.
  • Alat pompa menyusui.
  • Kunci rumah atau kunci kendaraan cadangan.

Tips berkemas tas siaga bencana

 

Ketika bencana yang tidak diharapkan terjadi, penting untuk melakukan langkah pertolongan pertama.

Namun, tak kalah penting juga untuk mempersiapkan perbekalan di dalam tas siaga bencana sejak jauh-jauh hari.

Mungkin akan sangat sulit untuk mengemasi seluruh barang bawaan secara bersamaan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya saat terjadi bencana atau keadaan darurat.

Advertisement

Oleh karena itu, sangat penting untuk mempersiapkan terlebih dahulu tas khusus berisi kebutuhan pokok yang dapat langsung dibawa dalam kondisi tersebut.

Ada beberapa tips berkemas tas siaga bencana yang bisa Anda ikuti, yaitu sebagai berikut.

  1. Untuk berjaga-jaga, ada baiknya Anda menyimpan persediaan makanan dan air kemasan di tempat yang mudah dijangkau.
  2. Kemas seluruh makanan di dalam kotak penyimpanan plastik agar lebih mudah dimasukan ke dalam tas dalam waktu singkat.
  3. Simpan makanan dalam wadah yang berbeda dari wadah barang lainnya.
  4. Simpan semua barang di dalam kantung kedap udara.
  5. Catatlah tanggal kadaluarsa awal untuk setiap makanan dan obat-obatan yang dibawa.

Selain di rumah, Anda juga bisa menyediakan tas siaga bencana di dalam kendaraan Anda. Anda bisa menyimpan tas tersebut dengan ukuran yang lebih kecil dari tas yang Anda simpan di rumah.

[recommendation title=”Tips untuk Anda”]

Anda bisa menyiapkan lebih dari 1 tas siaga bencana. Anda juga bisa memiliki tas tersebut dalam ukuran yang berbeda-beda. Misalnya, tas kebutuhan keluarga dalam tas yang lebih besar, sedangkan tas khusus untuk masing-masing anggota keluarga dengan ukuran yang lebih kecil.

Advertisement

Jangan lupa untuk selalu mengganti persediaan makanan dan minuman setiap 6 bulan sekali agar tetap segar saat dibutuhkan.

Dengan mempersiapkan semua kebutuhan pokok yang mungkin Anda perlukan saat mengalami bencana atau keadaan darurat, Anda bisa membantu diri Anda sendiri, anggota keluarga, atau orang-orang di sekitar Anda.

Tingkat keselamatan jiwa juga akan semakin tinggi karena bisa bertahan hidup hingga bantuan tiba.

(Hello Sehat)

Advertisement
Advertisement

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer