Connect with us

Nasional

Kanjuruhan Rusuh, PSSI Terjunkan Tim Investigasi

PSSI mengecam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan akibat bentrok suporter Arema FC dengan pihak kepolisian, Sabtu (1/10).

Kecaman itu dikeluarkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Yunus Nusi dalam rilis resmi, Minggu (2/10) dini hari.

Dalam rilis tersebut Yunus Nusi memastikan panitia pertandingan (panpel) Arema FC akan mendapat sanksi keras jika kerusuhan itu terbukti di dalam lapangan.

 

Advertisement

Sejumlah video yang bereda di media sosial Twitter menunjukkan suporter Arema memasuki lapangan Stadion Kanjuruhan.

Peristiwa itu kemudian mendapatkan perlawanan dari kepolisian. Bahkan kemarahan suporter Arema membuat mobil polisi rusak dan terbakar di dalam stadion.

Selain sanksi denda, PSSI juga mengancam Singo Edan tidak bisa menjadi tuan rumah dalam beberapa pertandingan.

“PSSI sangat mengecam kerusuhan ini. Namun, sekali lagi kami belum bisa menyimpulkan apa-apa,” kata Yunus Nusi.

Advertisement

Guna memastikan data dan fakta mengenai kerushan di Kanjuruhan PSSI menerjunkan tim investigasi ke lapangan.

“Tetapi, sanksi keras akan menimpa Arema jika semuanya terbukti. Tim investigasi PSSI akan segera bertolak ke Malang,” kata Yunus.

Kerusuhan di Kanjuruhan itu bermula dari kekalahan Arema FC dari Persebaya Surabaya, 2-3, dalam Derbi Jawa Timur di pekan ke-11 Liga 1 2022/2023.

Bajul Ijo menang berkat gol Silvio Junior (8′), Leo Lelis (32′), dan Sho Yamamoto (51′), sedangkan gol balasan Arema datang lewat brace Abel Camara (42′ dan 45+1′).

Advertisement

Populer