Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menyelesaikan masalah mafia sepakbola di tanah air. Namun Presiden menginginkan, agar masalah ini bisa diselesaikan secara tuntas.
“Kalau saya ya selesaikan sampai tuntas agar bola kita betul-betul bersih, yang juara juga betul-betul juara. Jangan sampai kita sudah terlanjur wuaaah juara, juara, juara ternyata….ternyata apa, banyak apa, banyak pengaturan skor,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai menghadiri acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat, di Gelanggang Remaja Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (22/2) pagi.
Sebagaimana diketahui, Polri melalui Satgas Anti Mafia Bola sudah menetapkan 15 orang sebagai tersangka terkait kasus mafia bola, termasuk di antaranya pengaturan skor. Di antara ke-15 orang itu, terdapat Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono, dan petinggi PSSI lainnya seperti anggota Komite Eksekutif PSSI, Johar Lin Eng, dan anggota Komisi Disiplin Dwi Irianto.
Kongres PSSI
Mengenai keputusan untuk menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB), Presiden Jokowi mempersilakan saja sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PSSI, atau ketentuan FIFA.
“Silakan saja sesuai status FIFA, ADR/ART di PSSI,” tegas Presiden.
Sementara soal calon ketua umum PSSI yang diinginkannya dalam KLB nanti, Presiden Jokowi mengatakan, itu urusan PSSI.
Sport6 hari agoKalender Kompetisi Liga Indonesia 2026/2027
Pemerintahan6 hari agoPilar Saga Ichsan Dorong Produk UMKM Tangsel Terlindungi Secara Hukum
Tangerang7 hari agoPN Tangerang Kabulkan Gugatan Developer atas Sengketa Lahan di Kadu Jaya Curug
Nasional7 hari agoMenteri Maman Abdurrahman Luncurkan Aplikasi SAPA UMKM
Internasional7 hari agoPresiden Prabowo Subianto Jadi Bahan Taruhan di Polymarket
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Dorong Percepatan PJU Jalan Nasional Ruas Ciputat-Pamulang
Nasional6 hari agoPerluas Akses Pendanaan Pengusaha Menengah, Wamen UMKM Helvi Moraza Luncurkan ACCES 2026
Pemerintahan6 hari agoJelang Iduladha, Inflasi di Tangsel Tetap Terkendali













