Lifestyle
Katanya, Makan Kol Kebanyakan Bikin Bau Badan, Kok, Bisa?

Bau badan memang mengganggu kenyamanan Anda dan orang di sekitar. Aroma tubuh ini ternyata bisa dipengaruhi oleh makanan, salah satunya kol. Jadi, apa benar makan kol kebanyakan bisa bikin bau badan semakin parah? Simak penjelasannya berikut ini.
Makan kol kebanyakan bikin bau badan jadi lebih buruk
Bau badan dapat dialami siapa saja, terutama orang dewasa. Ini terjadi karena bakteri memecah keringat yang dihasilkan kelenjar apokrin.
Proses pemecahan keringat tersebut membuat bakteri menghasil zat yang menimbulkan bau tidak menyenangkan.
Tak hanya bakteri, bau badan juga disebabkan oleh makanan. Bahkan, beberapa jenis makanan tertentu juga bisa membuat bau badan semakin parah, salah satunya kol.
Sayuran yang satu ini memang bisa bikin bau badan, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Dilansir dari laman Men’s Health, Lily Talakoub, M.D., seorang dokter kulit dari McLean Dermatology and Skincare Center, menjelaskan kenapa makan kol bisa menyebabkan bau badan.
“Sebagian besar orang mungkin memiliki bau badan karena mengonsumsi makanan yang mengandung sulfur (belerang), seperti kol, brokoli, dan kembang kol,” tutur Talakoub.
Saat Anda makan kol, sulfur akan dicerna oleh tubuh. Sulfur yang memiliki bau khas seperti belerang atau bau telur busuk ini akan keluar bersama keringat tubuh.
Munculnya bau badan ini bisa terjadi baik Anda konsumsi kol yang dimasak maupun yang mentah. Namun, makanan yang mentah biasanya lebih tinggi kadar sulfurnya.
Hal ini membuat kol mentah jauh lebih berpotensi besar dalam membuat bau badan menjadi lebih parah.
Haruskah berhenti makan kol agar tidak bau badan?


Meskipun makan kol dapat memicu bau badan, Anda tidak perlu cemas. Jangan sampai hal ini membuat Anda enggan untuk makan kol.
Pasalnya, menurut Data Komposisi Pangan RI, kol mengandung banyak zat gizi yang diperlukan tubuh.
Kol mengandung vitamin C dan vitamin B, keduanya dapat meningkatkan sel-sel kekebalan tubuh. Selain itu, kol juga dilengkapi dengan serat, kalium, kalsium, dan zat besi.
Semua nutrisi tersebut mendukung kesehatan pencernaan, tulang, dan produksi darah dalam tubuh.
Lantas, apa yang harus dilakukan agar makan kol tidak bikin bau badan semakin parah?
Anda tidak perlu cemas. Bila Anda ingin makan kol sekaligus bebas bau badan, ada beberapa tips yang perlu Anda ikuti, yaitu:
- Jangan makan berlebihan. Manfaat makan kol memang baik. Tapi, makan terlalu banyak kol meningkatkan masuknya sulfur dalam tubuh sehingga dapat bikin bau badan. Jadi, makan kol secukupnya dalam sekali waktu makan.
- Kombinasikan dengan sayuran lain yang tidak mengandung sulfur. Beberapa sayuran mengandung sulfur. Untuk itu, jangan menyatukannya sekaligus saat makan. Misalnya, tidak menyajikan kol, kembang kol atau brokoli pada waktu bersamaan.
- Coba ganti dengan sayuran lain. Jika hari ini Anda makan sayur kol, ganti menu sayur sore hati dengan labu atau terong. Sayuran tersebut memikiki kadar sulfur yang rendah.
- Atasi bau dengan kefir atau susu. Sebuah studi yang dipublikasikan pada Journal of Physic menunjukkan bahwa susu kefir memiliki sifat antiodor yang bisa menangkal bau dari makanan, khususnya petai. Ini membantu Anda mengurangi munculnya bau badan akibat makan kol terlalu banyak.
Kabartangsel.com
Pemerintahan6 hari agoPra-Musrenbang Tematik, Tangsel Matangkan Strategi Penurunan Stunting
Pemerintahan6 hari agoLibatkan 134 Organisasi Kepemudaan di Pra Musrenbang, Pemkot Tangsel Dorong Pemuda Jadi Motor Pembangunan
Nasional6 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Kunjungi NTT dan Sulut
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Ajak Warga Sukseskan ORI Campak Serentak, Sasar 109 Ribu Anak
Bisnis6 hari agoDaikin Perpanjang Garansi AC hingga 5 Tahun, Berlaku untuk Nusantara Prestige dan SkyA
Sport6 hari agoPERSIB Bandung Kalahkan Semen Padang 2-0, Ramon Tanque Borong Gol dan Teja Paku Alam Catat Clean Sheet ke-16
Bisnis6 hari agoDari Tari Saman hingga Barongsai, Pesta Budaya Rakyat Paramount Gading Serpong Pikat Ribuan Pengunjung
Bisnis6 hari agoTownship Jadi Tren Hunian Modern, Solusi Hidup Praktis di Tengah Mobilitas Tinggi






















