Nasional
Kemenkes: Angka Keterisian Rumah Sakit Terus Menunjukkan Tren Penurunan Ke Level 17 Persen

Keterisian tempat tidur (BOR) untuk COVID-19 secara nasional dari hari ke hari terus mengalami tren penurunan. Hari ini, angka BOR turun hingga berada di level 17% dan seluruh provinsi di Indonesia tidak ada yang mengalami kenaikan. Indikator lain dari penanganan COVID-19 yang menunjukkan perbaikan adalah kasus konfirmasi yang hari ini kembali turun menjadi 13.018 setelah sebelumnya sempat naik ke angka 14.408 (15/3). Angka kasus aktif juga terus bergerak turun ke level 279.969 hari ini dibandingkan hari sebelumnya yang sempat berada di level 299.443 (15/3).
“Penanganan COVID-19 di Indonesia masih menunjukkan perbaikan-perbaikan yang cukup berarti. Saat ini, tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit sudah cukup rendah di bawah 20% selama dua hari ini. Kita berharap bisa menekannya hingga di bawah 5%,” kata dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid., Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes.
Semua indikator penanganan COVID-19 menjadi acuan pemerintah untuk menentukan status pandemi secara nasional. Apabila sudah berada pada level tertentu selama periode enam bulan, maka aktivitas kegiatan masyarakat akan bisa dilonggarkan secara aman.
“Harapannya saat ini masyarakat bersabar untuk sama-sama menunggu indikator-indikator penanganan COVID-19 terkendali dengan lebih baik dan lebih konsisten lagi. Kuncinya adalah menjalankan protokol kesehatan dan vaksinasi lengkap serta memenuhi vaksinasi booster,” ujar dr. Nadia.
Selain mengejar penurunan indikator penanganan COVID-19 lainnya, program vaksinasi menjadi kunci sukses untuk menangani pandemi. Vaksinasi lengkap dua dosis harus dikejar secepatnya untuk mencapai kekebalan kelompok kepada lebih dari 70% total populasi Indonesia.
Saat ini cakupan vaksinasi dosis 1 telah diberikan kepada 193.946.442 (93,12%) penduduk. Sedangkan cakupan vaksinasi dosis 2 152.503.600 (73,23%) penduduk. Sementara itu vaksinasi dosis 3 sudah mencakup 15.308.073 (7,35%) penduduk.
“Cakupan vaksinasi yang luas dan dalam waktu yang cepat sangat penting untuk melindungi golongan rentan seperti lansia dan yang memiliki komorbid. Saya imbau seluruh masyarakat untuk saat ini segera melengkapi vaksinasi primer dua dosis dan ditambah dengan booster apabila sudah tiba waktunya,” tutup dr. Nadia. (red/rls)
Bisnis4 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Pemerintahan4 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Tangsel3 minggu agoBenyamin Davnie Lepas Kontingen Sepak Bola Putri Tangsel ke Turnamen Internasional di Swedia
Pemerintahan3 minggu agoDiskominfo Tangsel Bawa Semangat Kolaborasi Digital di Forum Komdigi APEKSI 2026
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Terima Reses DPRD Provinsi Banten, Bahas SPMB, Usulan Penambahan SMA Negeri hingga Pengendalian Banjir
Pemerintahan3 minggu agoRakernas XVIII APEKSI 2026, Pilar Saga Ichsan: Forum Strategis Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah
Pemerintahan3 minggu agoPilar Saga Ichsan Tinjau Booth Paviliun Tangsel di APEKSI 2026
Tangerang Selatan3 minggu agoDara Swandana dan Aiman Rasyapradipta Rangkuti Wakili Tangsel di Youth City Changers APEKSI 2026


















