Nasional
Kiai Kharismatik Mbah Jad Meninggal Dunia

KH Muzajjad Faqihuddin atau biasa dipanggil Mbah Jad meninggal dunia, Minggu (11/7/2021). Kabar wafatnya kiai kharismatik dari Nganjuk ini dikabarkan oleh Pondok Lirboyo.
“Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un. Telah berpulang ke rahmatulloh KH. Muzajjad Faqihuddin, Pengasuh PP. Pengkol, Warujayeng, Nganjuk. Beliau merupakan alumni sepuh Pondok Pesantren Lirboyo. Ahad, 1 Dzulhijjah 1442 H./11 Juli 2021 M,” tulis akun facebook Pondok Lirboyo.
Tentang Mbah Jad
Tidak banyak literasi tentang Mbah Jad, namun kami mendapatkan kisah siapa Mbah Jad yang ditulis oleh Ahmad Tsauri pada 26 April 2018. Berikut tulisannya:
PONDOK TIRAKAT KHAS NU
Oleh: Ahmad Tsauri
Jika di Banten ada Kiai Munfasir, di Nganjuk ada Kiai Mujajad atau dipanggil Mbah Jad. Nganjuk seperti tak pernah absen melahirkan orang-orang alim disetiap zaman. Maha Guru ulama tanah Jawa yang masyhur itu, Kiai Zainudin Mojosari Nganjuk seakan terlahir disetiap era.
Mbah Jad yang usianya saya perkirakan 70 tahunan tidak menikah, atau istilah santrinya uzubah. Hingga saat ini beliau istikomah berpuasa dan mengkonsumsi nasi jagung dan lauk tak bernyawa. Santri Jawa menyebutnya ngrowot.
Selain riwayat pendidikannya, saya tidak banyak tahu asal usul Mbah Jad. Tapi pengakuan dari Dzuriyah KH. Abdul Karim, dan keunikan pribadinya membuat saya harus berkunjung ke pesantrennya.
Pesantren Mbah Jad, berupa kamar-kamar kecil yang terbuat dari kayu dan bambu. Gotakan-gotakan kecil itu dihuni oleh 30 santri.
Tidak banyak memang, karena rekruitmennya cukup sulit. Sarat masuk menjadi penghuni pesantren ini harus puasa ngrowot 40 hari, 1 tahun, 2 tahun sampai 3.5 tahun. Setiap santri baru diberi masa puasa berbeda-beda. Setelah lulus dilanjutkan puasa dawud.
Perbedaannya dengan di Kiai Munfasir Banten, di Mbah Jad santri diajari 12 disiplin ilmu secata lengkap, tauhid, fikih, tafsir, nahwu, shorof, mantiq, badi bayan maani, arud qawafi dst. Di Kiai Munfasir tidak selengkap itu.
Perbedaan lainnya di Kiai Munfasir sarat masuk menjadi santri, pola makan harian dan disiplin dzikir lebih ekstrim.
Sedangkan kesamaan paling menonjol adalah kebersihan. Yup, sangat bersih. Kesamaan lain, ketersediaan air bersih, jernih dan melimpah.
Mbah Jad, adalah sisi lain wajah Nahdhatul Ulama. Ormas Islam yang saya sebut sebagai penangkaran ajaran-ajaran Nabi yang sangat kaya.
Ada sosok seperti Abu Bakar yang menjadi soko guru yang kebapakan, ada seperti Imam Ali intelektual yang gagah perkasa, ada seperti Sayidina Umar negarawan yang menjadi arsitek imperium besar Islam, ada seperti Sayidina Utsman Konglomerat dengan banyak kolega.
Ada pula seperti Abu Dzar miskin tapi revolusioner. Singkatnya 124 ribu sahabat sepeninggal Nabi, adalah cetakan hidup atas ajaran Nabi. Nabi tidak membuat 124 ribu itu dalam satu cetakan dan ukuran tunggal. Dan NU yang melestarikannya. Di NU Anda bisa memilih model mana yang cocok dengan kepribadian dan passion Anda dalam berIslam. (red/fid)
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia, Jerman vs Pantai Gading, Ekuador vs Curacao, Tunisia vs Jepang, dan Spanyol vs Arab Saudi
Pemerintahan4 minggu agoSekda Bambang Noertjahjo Ingatkan ASN Tangsel Jaga Integritas dan Profesionalisme
Bisnis3 minggu agoPLN Luncurkan Circular Waste Initiative di Ragunan
Sport4 minggu agoJadwal Piala Dunia 2026 Senin 22 Juni: Belgia vs Iran, Uruguay vs Cape Verde, Selandia Baru vs Mesir, Argentina vs Austria
Bisnis3 minggu agoDorong Operasional Logistik yang Ramah Lingkungan, Modena Group Beralih ke Kendaraan EV
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Alokasikan Bantuan Pendidikan Rp1,8 Juta per Siswa untuk 94 SMP Swasta pada Tahun Ajaran 2026/2027
Bisnis3 minggu agoEvolusi Mie Sedaap: Dari Brand Mi Instan Menjadi Platform Kreativitas dan Pengalaman Generasi Muda
Pemerintahan4 minggu agoCegah Kekerasan Sejak Dini, Pemkot Tangsel Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental
























