Lifestyle
Komplikasi Penyakit Mata yang Biasa Terjadi pada Pasien Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit autoimun yang menyerang kulit. Namun, penyakit ini juga bisa menimbulkan masalah kesehatan pada bagian mata. Apa saja penyakit mata yang biasanya muncul pada pasien psoriasis?
Penyakit mata menjadi komplikasi pada pasien psoriasis
Sebenarnya, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan pasien dengan kondisi psoriasis berisiko terhadap penyakit mata. Kemungkinannya, penyakit mata bisa didorong oleh faktor genetik, daya tahan tubuh, dan paparan kotoran dari lingkungan sekitar. Berikut daftarnya.
1. Uveitis

Uveitis merupakan salah satu komplikasi mata yang umum terjadi pada pasien psoriasis. Penyakit ini menyerang lapisan jaringan tengah di dinding mata bernama uvea.
Gejalanya serupa dengan peradangan yang membuat mata menjadi merah dan perih serta bisa menyebabkan penglihatan menjadi buram. Pada beberapa kasus, uveitis dapat menyebabkan mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya.
Biasanya, jenis penyakit uveitis yang paling banyak menyerang pasien psoriasis adalah uveitis anterior, di mana peradangan terjadi pada bagian iris mata. Menurut data yang didapatkan dalam sebuah penelitian, terdapat 7-20% pasien psoriasis yang mengalami penyakit ini.
2. Katarak


Biasanya katarak terjadi pada orang-orang yang mulai memasuki usia lanjut usia, tapi masalah mata yang satu ini ternyata juga rentan dialami oleh para penderita psoriasis. Belum ditemukan secara pasti apa yang membuat keduanya saling berhubungan.
Awalnya, katarak diduga sebagai hasil dari penggunaan obat kortikosteroid, yaitu obat untuk mengatasi gejala peradangan yang diminum pasien psoriasis. Namun, belum banyak dilakukan penelitian yang membahas penyebab ini.
Beberapa kasus malah menunjukkan bahwa terapi cahaya PUVA untuk pengobatan psoriasis bisa memengaruhi adanya risiko kelainan lensa mata. Meski demikian, hal ini juga belum bisa dipastikan.
3. Blefaritis


Blefaritis merupakan peradangan yang terjadi pada kelopak mata. Penyakit ini juga merupakan masalah mata yang kerap menyerang pasien psoriasis. Gejala yang akan muncul berupa sensasi seperti terbakar dan gatal-gatal pada sekitar mata yang menimbulkan rasa tak nyaman.
Penyakit blefaritis disebabkan oleh adanya bakteri yang menumpuk pada kelopak mata. penumpukan bakteri inilah yang nantinya membentuk serpihan kecil berwarna kecil yang mirip dengan ketombe.
Untungnya, kondisi ini bisa diatasi dengan menjaga kebersihan kelopak mata menggunakan kompres hangat, pijat kelopak mata, atau bisa digosok perlahan menggunakan kapas pembersih telinga yang sudah dicelupkan dalam air hangat.
4. Konjungtivis


Menurut sebuah penelitian, pasien psoriasis bisa meningkatkan risiko setinggi 64,5% untuk mengalami penyakit konjungtivis. Umumnya, konjungtivitis disebabkan oleh alergi, infeksi bakteri atau virus, tapi bisa juga terjadi pada orang-orang dengan penyakit psoriasis.
Gejalanya meliputi kemerahan pada mata atau keluarnya kotoran berupa cairan tebal berwarna kuning. Jika tidak segera diatasi, konjungtivis bisa memengaruhi kulit yang ada di sekitar mata dan membuat kulit menjadi kering.
5. Mata kering


Beberapa studi menunjukkan pasien psoriasis memiliki risiko 18% lebih tinggi terhadap mata kering. Ini disebabkan karena pasien dengan psoriasis kerap mengalami ketidakstabilan tear film.
Tear film adalah lapisan pada mata yang memiliki fungsi untuk menghasilkan air mata. Lapisan ini terdiri dari tiga bagian yang berbeda, yaitu lapisan berminyak pada bagian terluar, lapisan berair pada bagian tengah, dan lapisan berlendir pada bagian terdalam.
Manfaat air mata adalah melindungi mata dari paparan partikel yang dapat menyebabkan iritasi. Jika mata dalam keadaan kering, risiko mengalami infeksi akan lebih tinggi.
Kebanyakan masalah mata yang terjadi pada pasien psoriasis memang hanya menimbulkan rasa tidak nyaman atau gatal-gatal di sekitarnya. Namun, masalah mata juga dapat berujung pada kehilangan penglihatan.
Oleh karena itu, bila gejala mulai muncul, sebaiknya segera pergi ke dokter mata untuk mendapatkan diagnosis penyakitnya agar bisa mendapatkan penanganan yang lebih cepat.
Dokter biasanya akan menggunakan obat-obatan golongan NSAID atau imunodulator. Namun, pengobatan tentunya juga akan disesuaikan dengan keparahan kondisi yang Anda miliki.
Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.
Kabartangsel.com
Techno3 hari agoTrafik Data Indosat Melonjak 20 Persen Selama Mudik Lebaran 2026
Techno3 hari agoAplikasi WhatsApp Resmi Hadir di Smartwatch Garmin
Hukum3 hari agoRespons Layanan 110, Polres Tangsel Evakuasi Pohon Tumbang dan Atur Lalin di Pamulang
Bisnis2 hari agoLink Group Rilis Film Horor “Aku Harus Mati”
Bisnis2 hari agoAmartha Financial Rilis Amartha Empower
Bisnis2 hari agoParagon Corp Luncurkan Bright Now by Wardah
Techno2 hari agoKolaborasi dengan NVIDIA, Indosat Hadirkan AI hingga Pelosok Indonesia
Kampus1 hari agoUIN Jakarta Tembus Peringkat 29 Dunia di QS World University Rankings by Subject 2026
















