Pemerintahan
Lelang Jabatan Ala Airin Rachmi Diany

Kebijakan Gubernur Joko Widodo (Jokowi) melakukan lelang jabatan dijajaran Pemprov DKI Jakarta, bakal diadopsi Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany.
Alasannya, upaya lelang jabatan ini demi meningkatkan produktifitas dan kreatifitas pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Tangsel. Namun Airin menegaskan kebijakannya itu asli versinya, sama sekali bukan hasil menjiplak gaya Jokowi.
Menurutnya, lelang jabatan ala Tangsel tidak menggunakan sistem terbuka dimana seluruh pegawai bisa mengikutinya. Sebaliknya, sambung dia, kebijakannya memakai sistem kepangkatan dan pengabdian.
“ Kita sudah melelang jabatan sebelum Pak Jokowi melaksanakannya. Tata caranya tidak seperti di DKI, namun esensinya sama,”ujarnya kepada wartawan, Selasa (3/9).
Airin mengungkapkan dalam setiap rotasi pegawai yang dijalankannya menggunakan sistem kecakapan, pengetahuan, maupun kemampuan. Pegawai yang mengisi pos tertentu harus melewati serangkaian tes. Mulai dari pengetahuan umum, psikologi, maupun berbagai tes lainnya yang digelar tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
Hasil dari berbagai tes itu menentukan kecocokan jabatan yang bakal diisi oleh seorang pegawai, mulai eselon IV sampai eselon II. Ditanya apakah akan melakukan tes terbuka, Airin mengaku belum menjalankannya. Ia beralasan untuk mengadakan tes tersebut harus dibarengi jumlah pegawai yang ideal, sementara di Tangsel pegawainya masih sedikit.
Menurut dia, pihaknya berupaya memenuhi jumlah pegawai dengan meminta penambahan ke pemerintah pusat. Sayangnya untuk tahun ini, Tangsel kebagian jatah 100 orang, terdiri dari 55 orang untuk tenaga pendidikan, 35 tenaga kesehatan, dan 10 lainnya untuk tenaga teknis.
“Meski jatah 100 orang masih dirasa kurang, namun tetap kita maksimalkan,” terangnya.
Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, Pelatihan (BKPP) Tangsel, Firdaus, menjelaskan, sesuai mekanisme, pegawai yang ingin naik pangkat harus mengikuti tes. Untuk pejabat eselon tiga yang ingin naik eselon dua, harus menjalani tes pengetahuan umum. Bila tidak lulus, promosinya tidak akan rekomendasikan.
Sedang untuk pegawai eselon empat yang ingin ke eselon tiga, antara lain mengiktui tes psikologi. “Dalam tes ini tata yang kita lakukan benar-benar professional. Pegawai yang tidak lulus, promosi jabatannya tertunda, harus ikut tes tahun berikutnya,” ungkapnya.
(kabarbanten)
Sport2 minggu agoJadwal BRI Super League 2026/27, Sabtu 5 September: Persik Kediri vs Dewa United, PSIM Yogyakarta vs Persita, Bhayangkara FC vs Persebaya, dan Borneo FC Samarinda vs Persija Jakarta
Sport2 minggu agoPSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang: Pendekar Cisadane Punya Rekor Apik di Bantul
Banten1 minggu ago40 Guru Madrasah Dapat Beasiswa S1, STAI Syekh Manshur Apresiasi Program Madrasah Gemilang
Sport2 hari agoJadwal Pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap: Division 1 dan Division 2
Sport2 hari agoJadwal Lengkap Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
Nasional5 hari agoPurbaya Yudhi Sadewa Dicopot Presiden Prabowo, Prof Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Sport2 hari agoDaftar 14 Tim Peserta FIFA ASEAN Cup 2026
Nasional4 hari agoWapres Gibran Rakabuming Raka Berikan Selamat kepada Suahasil Nazara atas Amanah Baru yang Diembannya








































