Lifestyle
Makanan Tertentu Berpengaruh Pada Jenis Stroke yang Berbeda

Penyakit stroke masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang menjadi keprihatinan di Indonesia. Menurut data Riskesdas tahun 2018, jumlah pasien yang menderita penyakit stroke mencapai angka 10,9 per mil. Penyakit ini juga menempati peringkat ketiga tertinggi dalam pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional.
Makanan dapat berpengaruh pada jenis stroke yang berbeda

Penyakit stroke tidak pandang umur, orang-orang yang masih berusia muda pun bisa mengalaminya. Oleh karena itu, banyak orang yang mulai melakukan upaya pencegahan. Beberapa di antaranya adalah dengan mengonsumsi makanan yang sehat, berolahraga, serta berhenti merokok.
Namun, ternyata upaya pencegahan yang dilakukan belum tentu bisa bekerja pada semua jenis stroke. Setiap jenis stroke juga bisa saja harus melalui penanganan dan pencegahan yang berbeda-beda.
Baru-baru ini, sebuah penelitian yang dipublikasikan pada European Heart Journal tanggal 24 Februari 2020 menemukan bahwa beberapa makanan dapat berpengaruh terhadap jenis stroke yang berbeda-beda.
Mereka menyatakan adanya hubungan yang erat di antara kelompok makanan tertentu dengan dua subtipe stroke, yaitu stroke iskemik dan hemoragik.
Penelitian ini menggunakan data dari 418.329 pasien di sembilan negara di benua Eropa. Para pasien diberikan pertanyaan seputar pola makan, gaya hidup, riwayat pengobatan, dan karakteristik demografi. Peneliti juga mempertimbangkan hal lainnya seperti aktivitas fisik, tekanan darah, serta tingkat kolesterol.
Berdasarkan tanggapan dari kuesioner, peneliti menggunakan alat statistik untuk memperkirakan rasio bahaya yang ditimbulkan dari konsumsi beberapa kelompok makanan termasuk daging dan olahannya, ikan, produk susu, telur, sereal, buah dan sayuran, serta kacang-kacangan.


Setelah melakukan pengamatan selama lebih dari 12 tahun, ditemukan 4.281 kasus stroke iskemik fatal dan non-fatal, 1.430 kasus stroke hemoragik, dan total kasus stroke seluruhnya sebanyak 7.787 kasus.
Pada kasus stroke iskemik, orang-orang yang mengonsumsi buah dan sayuran sebanyak 200 gram lebih banyak memiliki risiko 13% lebih rendah, sedangkan konsumsi serat 10 gram per hari bisa menurunkan risiko sebanyak 23% lebih rendah.
Tingkat risiko juga lebih rendah pada orang yang mengonsumsi susu, keju, dan yogurt secukupnya.
Penelitian yang dilakukan pada kelompok makanan berupa buah-buahan dan sayuran juga menunjukkan hasil yang sama.
Buah-buahan seperti jeruk, apel, pisang, sayur berbuah, dan sayuran akar dapat menurunkan risiko terjadinya kasus stroke iskemik. Namun, hasil ini tidak terlihat dari konsumsi sayur-sayuran berdaun dan kubis.
Jenis makanan tertentu berpengaruh pada meningkatnya risiko stroke


Di sisi lain, pada penelitian tersebut terlihat bahwa orang yang mengonsumsi telur lebih banyak 20 gram perhari memiliki risiko sebanyak 25% lebih tinggi terhadap stroke hemoragik.
Konsumsi daging merah yang lebih banyak 50 gram perhari juga memungkinkan peningkatan risiko terhadap stroke iskemik.
Sebenarnya, tidak ada makanan tertentu yang bisa dikaitkan dengan risiko stroke iskemik yang tinggi. Namun secara keseluruhan, beberapa jenis makanan yang berpengaruh terhadap naiknya risiko stroke memiliki sedikit atau bahkan tidak mengandung HDL sama sekali.
HDL adalah kolesterol baik yang akan membawa zat berbahaya seperti lipoprotein berdensitas rendah, trigliserida, dan lemak jahat lainnya yang akan dikembalikan menuju hati untuk diubah menjadi empedu dan dikeluarkan dari tubuh.
Intinya, penelitian ini telah memperlihatkan bahwa menjalani pola makan yang tinggi serat sangatlah penting dilakukan sebagai salah satu langkah pencegahan penyakit stroke. Pola makan berserat juga bisa dilakukan oleh para pasien yang masih menjalani pengobatan untuk mengurangi keparahan risiko.
Namun, perlu diketahui bahwa penelitian di atas tidak menentukan hubungan sebab akibat di antara makanan yang dikonsumsi oleh para pasien. Kebanyakan peserta penelitian juga merupakan orang-orang dengan ras kulit putih sehingga penelitian ini tidak bisa menjadi tolak ukur untuk umum.
Pola makan untuk pencegahan stroke


Dalam melakukan upaya pencegahan stroke, hal yang harus diperhatikan adalah berat badan dan tekanan darah Anda. Seperti yang telah banyak diketahui, pola hidup yang tidak sehat seperti makan sembarangan dan malas bergerak dapat menaikkan risiko Anda memiliki tingkat kolesterol yang tinggi.
Dengan kata lain, makanan yang Anda konsumsi sangat berpengaruh pada tinggi atau rendahnya risiko stroke yang mengintai Anda.
Departemen Pertanian Amerika Serikat mengeluarkan rekomendasi tentang jenis makanan apa saja yang harus ada di setiap piring makan Anda. Berbagai makanan tersebut meliputi kelompok berikut ini:
- Biji-bijian, terutama beberapa yang termasuk ke dalam jenis biji-bijian utuh seperti gandum, jagung, dan beras merah yang memiliki tingkat serat lebih tinggi.
- Sayur-sayuran, pilih sayuran hijau dan oranye tua serta kacang-kacangan. Kacang polong dapat menjadi pilihan yang baik.
- Buah-buahan, lebih disarankan untuk memakan buah segar.
- Susu, pilihlah jenis susu yang rendah lemak atau bisa juga susu nabati yang berbasis tumbuh-tumbuhan.
- Protein, lebih baik jika jenis protein yang dikonsumsi adalah daging tanpa lemak, ikan, dan kacang-kacangan.
- Lemak baik, Anda bisa menemukan kandungan ini pada buah alpukat, daging ikan salmon, dan minyak zaitun.
Jangan hanya bergantung pada satu menu makanan atau sumber nutrisi, tambahkan variasi nutrisi yang berbeda-beda di setiap harinya. Selain sehat, Anda juga tidak akan merasa jenuh dengan menu makanan yang itu-itu saja.
Kabartangsel.com
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan Tangsel One, Akses Layanan Kini Cukup Lewat WhatsApp Berbasis AI
Bisnis5 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD
Pemerintahan6 hari agoPilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan Normalisasi Drainase Hingga Penataan Kawasan Melati Mas
Nasional5 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Nasional5 hari agoKepala BGN Dadan Hindayana: 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG hanya Pengandaian
Nasional5 hari agoProgram MBG Diklaim Jangkau 61,9 Juta Penerima dan Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja
Nasional4 hari agoLamiPak Indonesia Raih Penghargaan Ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026™ ke-18 di Bangkok
Jabodetabek4 hari agoTari Kreasi Tradisional Indonesia 2026 Sukses Digelar Meriah di Kebayoran Park Mall


























