Banten
Manajemen PPDB di Banten Dinilai Sangat Buruk dan Semrawut
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMA/SMK di Provinsi Banten seperti benang kusut yang sulit teruraikan. Bahkan kebrobokannya pun semakin menjadi – jadi dan selalu terulang kembali.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Direktur Lembaga Kebijakan Publik, Ibnu Jandi. Ia menjelaskan manajemen PPDB di Banten sangat buruk dan semrawut.
Sejumlah kendala terjadi di berbagai daerah. Masyarakat tidak terlayani dengan baik.
“Pemerintah di Banten ini sangat abai dan tidak peduli dengan warganya. Banyak masyarakat yang kesulitan untuk melakukan pendaftaran,” ujar Jandi.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMA/SMK di Provinsi Banten seperti benang kusut yang sulit teruraikan. Bahkan kebrobokannya pun semakin menjadi – jadi dan selalu terulang kembali.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Direktur Lembaga Kebijakan Publik, Ibnu Jandi. Ia menjelaskan manajemen PPDB di Banten sangat buruk dan semrawut. Sejumlah kendala terjadi di berbagai daerah. Masyarakat tidak terlayani dengan baik.
“Pemerintah di Banten ini sangat abai dan tidak peduli dengan warganya. Banyak masyarakat yang kesulitan untuk melakukan pendaftaran,” ujar Jandi.
Seperti yang terjadi pada Kamis (21/6/2018) awal pembukaan PPDB di Banten, situasi tampak berantakan. Sistem mengalami error dan membuat warga panik.
“Ini persiapannya belum matang. Tidak dilakukan simulasi yang serius sehingga menjadi kacau seperti ini,” ucapnya.
Sistem server pada PPDB di Banten pada Jumat (22/6) kemarin mulai membaik. Namun masih saja sekelumit masalah muncul.
“Masih ada kesulitan yang daftar. Dan yang berhasil daftar harus antre membludak di sekolah – sekolah untuk pemberkasan. Jelas ini membuat masyarakat tidak dilayani dengan baik. Banyak warga yang stres dan panik,” kata Jandi.
Ia mengimbau kepada publik agar bersikap tenang dalam menghadapi persoalan ini. Menurutnya kesalahan terjadi bukan pada warga.
“Yang salah ini Pemerintahan Provinsi Banten. Harus segera masalah ini ditindak lanjuti. Masyarakat khususnya para orangtua murid dimohon untuk tenang,” ungkapnya.
Jandi berharap agar kekusutan PPDB online di Banten tidak terulang kembali seperti dari tahun – tahun sebelumnya. Sebaiknya pemerintah berintropeksi serta belajar dari kejadian ini.
“Besok saya ke Provinsi Banten dan menanyakan langsung mengenai manajemen PPDB. Troble PPDB online di Banten saat ini ada di Kominfo dan Inspektorat. Saya menyarakan agar dikembalikam lagi manajemennya ke Dinas Pendidikan Pemprov Banten pada tahun 2018 ini, karena Dinas Pendidikan pegang data dan paham betul dengan situasi di lapangan,” papar Jandi.(plp)
Sport2 minggu agoHasil Drawing League Cup 2026/2027
Sport2 minggu ago38 Peserta League Cup 2026/27
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta
Sport1 minggu agoHasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda
Sport1 minggu agoKlasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak
Sport2 minggu agoLeague Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final
Nasional5 hari agoGrand BAZNAS Awards 2026, UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik

































