Connect with us

Opini

Memaknai (kembali) Solidaritas Nasional

Oleh: H.Veri Muhlis Arifuzzaman, S.Ag., M.Si.

(Ketua GEMA ORMAS MKGR Banten dan Alumni Pondok Pesantren Daar el-Qalam)

Seiring meluasnya medan konflik yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, keharusan merekatkan kembali solidaritas nasional menjadi suatu keniscayaan. Ragam konflik karena faktor agama, etnis atau ras, kepentingan politik di pilkada, pemekaran wilayah atau karena faktor ketidak-adilan menuntut kita untuk terus menerus mengembangkan nilai-nilai kebangsaan. Termasuk upaya itu ialah dengan menggali konsensus Pancasila yang makin hari makin terlupakan.

Demikian percikan pemikiran yang penulis sampaikan dalam diskusi “Meneguhkan Solidaritas Nasional Pemuda” di Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (6/11).

Advertisement

Pancasila sebagai dasar negara menyediakan nilai-nilai yang menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia. Setiap sikap atau tindakan warga negara harus disandarkan pada nilai tersebut guna mencapai cita-cita bersama, yaitu kehidupan yang damai, adil, makmur dan sejahtera. Cita-cita itu dupayakan secara kolektif oleh setiap komponen bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Rakyat Indonesia. Sedangkan salah satu sila utama dari Pancasila adalah sila ketiga “Persatuan Indonesia”.

Sila ketiga merupakan perekat solidaritas nasional. Sila ini mengandung arti bahwa rakyat Indonesia dalam hidup bermasyarakat terikat dalam satu komunitas nasional bernama “bangsa Indonesia”. Mereka mengaku dengan ikhlas, cinta serta rela berkorban demi negara-bangsanya. Meski demikian, dalam mengembangkan wawasan kebangsaan, ciri golongan seperti etnis, suku, agama, adat maupun budaya tetap dihormati dan ditempatkan secara proporsional dalam persatuan dan kesatuan bangsa. Kearifan lokal (local wisdom) tetap dipelihara, dijaga, dan dikembangkan sejalan dengan wawasan kebangsaan.

Sejarah membuktikan bahwa lahirnya solidaritas nasional dipicu oleh ikatan emosional atas dasar kesamaan nasib, yakni ketertindasan karena penjajahan. Kondisi itu kemudian melahirkan perasaan yang sama untuk selanjutnya berjuang menggapai kemerdekaan. “Kemerdekaan” merupakan sebuah kata bermakna luas meliputi kemerdekaan fisik, sosial-ekonomi, dan lain-lain di mana keinginan luhur seluruh rakyat ditambatkan. Kemerdekaan adalah cita-cita bangsa yang diperjuangkan sejak masa kolonial bahkan hingga sekarang.

Secara de facto dan de jure, satu fase kemerdekaan Indonesia memang sudah diraih. Kokohnya ikatan nasional rakyat Indonesia telah berhasil mengusir penjajahan dari bumi pertiwi. Akan tetapi, perlu digarisbawahi bahwa keberhasilan itu baru sebatas kemerdekaan fisik semata. Sementara kemerdekaan sosial-ekonomi menuju Indonesia damai dan sejahtera masih terus diupayakan.

Advertisement

Persoalan kemiskinan, pengangguran, ketimpangan sosial, kesenjangan pembangunan termasuk masalah korupsi dan terkikisnya jiwa bernegara terus melilit kehidupan bangsa. Celakanya, di tengah kondisi itu, solidaritas sosial antar sesama semakin menurun. Setiap individu atau warga negara sibuk memikirkan hidup masing-masing tanpa memerhatikan nasib sesama. Solidaritas nasional yang dibangun dengan kokoh beberapa tahun silam makin mencair.

Padahal bangsa Indonesia sangat familiar dengan semboyan “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Semboyan yang selama ini menjadi kekuatan lahir maupun batin dalam menghadapi masalah kebangsaan. Dalam semboyan itu terdapat kesadaran untuk mengurai berbagai persoalan atas dasar kebersamaan. Sebab tanpa kebersamaan dan persatuan, masalah apapun di negeri ini akan sulit diatasi.

Oleh sebab itu, di tengah berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia, maka menjadi suatu keniscayaan untuk menguhkan kembali solidaritas sosial-nasional. Solidaritas sosial merupakan prasyarat utama dalam mendekati setiap persoalan. Solidaritas sosial menunjuk pada suatu keadaan hubungan antara individu atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama, dan diperkuat oleh pengalaman emosional bersama (Emile Durkheim dalam Lawang, 1994: 181).

Solidaritas sosial menekankan pada perasaan kelompok (komunitas nasional) yang memiliki nilai-nilai atau kewajiban moral yang sama untuk memenuhi harapan-harapan peran (role expectation). Sebab itu, prinsip solidaritas sosial meliputi: saling bantu, saling  peduli, saling berbagi serta bekerjasama dalam pembangunan. Dengan pengertian yang lebih tegas, solidaritas sosial-nasional mengandaikan adanya partisipasi nyata dari seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan cita-cita pembangunan.

Advertisement

Solidaritas sosial-nasional yang  dikembangkan harus bersifat kolektif, melintasi perbedaan etnis, agama atau strata sosial.  Dengan begitu, bebagai persoalan bisa dihadapi bersama dan berbagai kebijakan pembangunan tidak bersifat diskriminatif. Tak ada lagi sekat-sekat bahasa, agama, etnis, budaya, kelas, dan sebagainya kecuali rasa persatuan dan kesatuan untuk menggapai kehidupan yang damai, adil, dan sejahtera.

Sport1 hari ago

Jadwal BRI Super League 2026-2027 Pekan ke-5, 16-18 Oktober

Sport1 hari ago

Klasemen BRI Super League 2026/2027 Usai Pekan ke-4, Persija Jakarta di Puncak

Sport1 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI Tanggal 1, 7, dan 8 Oktober 2026: Persiraja Didenda Rp75 Juta

Sport1 hari ago

Hasil Sidang Komdis PSSI 24-25 September 2026: Java United FC dan Persib Bandung Didenda

Sport1 hari ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI 23 September 2026: Persebaya dan Garudayaksa Didenda Rp100 Juta

Sport1 minggu ago

League Cup 2026/2027, Persib Bandung dan Borneo FC Langsung ke Perempat Final

Sport1 minggu ago

Pembagian Grup League Cup I.League 2026/2027

Sport1 minggu ago

Hasil Drawing League Cup 2026/2027

Sport1 minggu ago

38 Peserta League Cup 2026/27

Nasional1 minggu ago

Putusan MK soal Syarat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka, Gugatan Tak Diterima

Logo HUT ke-18 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Tahun 2026
Pemerintahan1 minggu ago

Karya Syifa Nabilah Azhari Jadi Pemenang Sayembara Logo HUT ke-18 Tangsel

Sport1 minggu ago

Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru Usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

FIFA ASEAN Cup 2026 Final Indonesia vs Thailand: Indonesia Juara, Menang Adu Penalti 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Garuda Menang 4-2

Sport1 minggu ago

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Sport1 minggu ago

Hasil Indonesia vs Thailand Berakhir Adu Penalti, Skor 2-2 hingga Extra Time

Pemerintahan1 minggu ago

Dinkes Tangsel Imbau Warga Waspadai Influenza A, Kenali Gejala dan Cegah Penularan

Pemerintahan1 minggu ago

Sampah Plastik Ditukar Bibit Tanaman, DLH Tangsel Dorong Kebiasaan Pilah Sampah

Pemerintahan1 minggu ago

Benyamin Davnie Sambangi CFD BSD, Warga Berolahraga hingga Berburu Kuliner UMKM

Tangerang Selatan2 minggu ago

Raker Karang Taruna Tangsel, Pilar Saga Ichsan: Program Harus Tepat Sasaran

Nasional2 minggu ago

Siapa Suyudi Ario Seto, Pengganti Kapolri Listyo Sigit Prabowo? Ini Profil dan Riwayat Jabatannya

Sport2 minggu ago

Jadwal Timnas Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026: Jam Tayang dan Skenario Lolos ke Final

Nasional2 minggu ago

G30SPKI, Gerakan 30 September 1965: Sejarah G30S, Kronologi, Korban, dan Dampaknya bagi Indonesia

Sport2 minggu ago

Hasil Indonesia vs Bangladesh 9-2: Injury Time Awalnya 2 Menit, Kenapa Berubah Jadi 7 Menit?

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Baking Center Latih Puluhan UKM

Sport2 minggu ago

Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bisnis2 minggu ago

Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 6,51 Persen, Fi Asia Indonesia 2026 Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Bisnis2 minggu ago

Bank IBK Indonesia Gelar Aksi Konservasi Tanam Mangrove

Bisnis2 minggu ago

Otomatisasi Klaim Asuransi dengan AI untuk Mendorong Layanan Lebih Cepat dan Efisien

Sport2 minggu ago

Jadwal BRI Super League 2026-27 Pekan ke-4: 9-11 Oktober

Bisnis2 minggu ago

Bogasari Gelar Edukasi Cegah Stunting

Sport2 minggu ago

Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Hajar Bangladesh 9-2

Bisnis2 minggu ago

Kapasitas Pelabuhan Naik, Simpul Logistik Darat Perlu Diperkuat

Bisnis2 minggu ago

Payfazz Luncurkan EDC Mini

Bisnis2 minggu ago

Saatnya Generasi Muda Berinvestasi Lebih Mindful

Nasional2 minggu ago

Profil dan Biografi Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Kapolri Pilihan Prabowo

Nasional2 minggu ago

Profil Suyudi Ario Seto, Putra Pandeglang Banten Disetujui DPR Jadi Calon Kapolri

Nasional2 minggu ago

Susunan Pengurus PBNU 2026-2031: Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum Gus Kikin, Sekjen Gudfan Arif

Bisnis2 minggu ago

PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing untuk di NTT

Nasional2 minggu ago

Pernyataan Lengkap Suyudi Ario Seto Usai Disetujui DPR RI untuk Jadi Kapolri

Populer