Nasional
Menag Nasaruddin Umar Apresiasi Program Kerja Parmusi Berdayakan Umat

Menteri Agama mengapresiasi berbagai program kerja Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) yang berfokus pada pemberdayaan umat, terutama melalui penguatan dakwah, pendidikan, ekonomi, dan sosial. Apresiasi ini disampaikan Menag saat menerima audiensi pengurus Parmusi di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin (10/11/25).
Dalam pertemuan tersebut, jajaran Parmusi memaparkan sejumlah program unggulan, di antaranya Desa Madani, pesantren dari tokoh-tokoh yang disebut menjadi member of Parmusi dan pembinaan dai se-Indonesia.
“Kami mendukung program-program yang diadakan oleh Parmusi. Parmusi ini lambang persaudaraan, persaudaraan karena terdiri dari berbagai macam latar belakang,” ujar Menag.
Plt. Ketua Umum PP Parmusi Husnan Bey Fananie mengungkapkan Parmusi memiliki sejarah panjang hingga akhirnya menjadi organisasi masyarakat yang fokus pada dakwah kini memiliki komitmen untuk turut berkontribusi pada kemajuan peradaban.
“Kita sudah bukan di zaman untuk mengurusi toleransi, kita sudah harus fokus pada kemajuan peradaban,” ungkapnya.
Wakil Sekretaris Jenderal Parmusi Ferawati juga menjelaskan, Desa Madani sebagai salah satu program kerja Parmusi merupakan konsep pemberdayaan masyarakat berbasis masjid yang mengintegrasikan kegiatan dakwah, pendidikan, dan ekonomi. Di desa tersebut terdapat masjid atau mushola yang menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan masyarakat, serta usaha ekonomi umat.
“Satu Desa Madani itu terintegrasi, mulai dari pemberdayaan ekonomi, pendidikan, sampai dakwah kemasyarakatan,” jelasnya.
Parmusi juga menginisiasi lomba Desa yang terakhir kali digelar dalam Jambore Dai dan Daiyah 2023, diikuti lebih dari 8.000 dai dari seluruh Indonesia. Para pemenang lomba tersebut mendapat apresiasi berupa umrah bersama Parmusi pada 2024.
“Kami mengadakan lomba pada tahun 2023 dan 2024 yang menang mendapatkan apresiasi berupa umroh,” tambahnya.
Selain itu, Parmusi memiliki sekitar 70 pesantren yang menjadi member of Parmusi lembaga pendidikan yang bermitra dan mengadopsi kurikulum Parmusi. Pesantren-pesantren tersebut tersebar di berbagai daerah, termasuk Sumatera Barat, Jambi, Banten, dan NTB juga daerah-daerah lainnya.
Parmusi kini hadir di 28 provinsi dan 300 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Menjelang Muktamar kelima yang akan digelar pada awal Desember di Asrama Haji Pondok Gede, Parmusi menyiapkan pembaruan arah gerak organisasi untuk memperkuat dakwah.
Sport3 hari agoHasil Akhir Persija Jakarta vs Persib Bandung1-2 di BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-32
Opini5 hari agoKetika Makanan Juga Relasi
Pemerintahan6 hari agoBenyamin Davnie Lanjutkan Program Bedah Rumah, Targetkan 329 Unit Diperbaiki Sepanjang 2026
Banten3 hari agoHasil Persita Tangerang vs Persijap Jepara 0-3 di BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-32
Sport3 hari agoHasil Persija vs Persib Babak Pertama 1-2: Brace Adam Alis Bawa Maung Bandung Unggul
Techno4 hari agoAplikasi HRD Terbaik di Indonesia untuk Tingkatkan Efisiensi Pekerjaan HR hingga 80 Persen
Sport3 hari agoKlasemen Persib Bandung Usai Kalahkan Persija Jakarta Kokoh di Puncak BRI Super League 2025/2026
Banten3 hari agoPersita vs Persijap: Pendekar Cisadane Incar Rekor Poin, Carlos Pena Waspadai Laskar Kalinyamat



















