Lifestyle
Mengatasi Bahaya Asap Rokok dengan 5 Tips Sehat Ini

Seseorang menjadi perokok pasif ketika menghirup asap rokok dari pembakaran rokok langsung dan asap yang diembuskan perokok. Asap dari tembakau/rokok yang dibakar lebih berbahaya dibanding asap yang diisap para perokok itu sendiri. Artinya, orang di sekitar para perokok memiliki risiko yang lebih tinggi mengidap masalah yang diakibatkan oleh rokok. Lantas, bagaimana cara mengatasi bahaya asap rokok?
Jangka waktu paparan asap rokok dan pengaruhnya
Secara logika, semakin lama terpapar oleh asap rokok, Anda akan semakin berisiko mengalami gangguan kesehatan. Kalau sudah begitu, akan semakin sulit pula bagi Anda mengatasi bahaya asap rokok.
Sebagai gambaran, berikut yang terjadi pada tubuh Anda jika menghirup asap rokok.
- 5 menit, membuat kaku aorta (arteri terbesar dalam tubuh), seperti para perokok
- 20-30 menit, menyebabkan pembekuan darah berlebih, serta meningkatkan penumpukan lemak di pembuluh darah. Akibatnya, Anda akan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
- 2 jam, meningkatkan kemungkinan terjadinya detak jantung tak teratur (aritmia) dan dapat memicu serangan jantung.
Cara mengatasi bahaya asap rokok terhadap tubuh
Sebagaimana dilansir dari Medical News Today, WHO menyebutkan bahwa paparan terhadap polusi udara memakan korban sebanyak 4,2 juta jiwa setiap tahunnya.
Agar tak terus terpapar bahaya asap rokok, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi masalah yang satu ini. Anda perlu menjaga kebersihan paru-paru agar kesehatan—terutama pada sistem pernapasan—tidak terganggu.
Beberapa hal yang dapat Anda lakukan, antara lain:
1. Terapi uap
Terapi uap atau inhalasi uap dilakukan dengan cara menghirup uap air untuk membuka saluran pernapasan dan membantu mengeluarkan lendir yang terkontaminasi asap rokok dari paru-paru. Cara ini merupakan salah satu upaya mengatasi bahaya asap rokok pada tubuh.
Udara dingin atau kering mungkin akan memperburuk gejala pada orang yang memiliki masalah pada paru-parunya. Iklim tersebut dapat membuat selaput lendir pada saluran pernapasan menjadi kering dan menghambat aliran darah.
Sebaliknya, uap dapat membuat udara menghangat dan lembap. Hal ini dapat melancarkan pernapasan dan membantu lendir menjadi lebih cair pada saluran pernapasan dan paru-paru.
Menghirup uap air dapat langsung terasa manfaatnya dan Anda akan lebih mudah bernapas.
2. Batuk secara sengaja
Batuk adalah cara tubuh untuk mengeluarkan racun yang terjebak pada lendir secara alami. Biasanya orang juga akan batuk ketika menghirup asap rokok.
Untuk membantu mengatasi bahaya asap rokok yang tidak sengaja terhirup, melakukan batuk yang disengaja dapat mengendurkan atau melonggarkan kekentalan lendir yang ada di paru-paru.
Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
- Duduk di kursi dengan santai dan jaga telapak kaki rata dengan lantai
- Lipat tangan di atas perut
- Bernapas lewat hidung secara perlahan
- Embuskan napas sambil mencondongkan tubuh ke depan dan tekan perut oleh tangan
- Batuk 2 sampai 3 kali sambil membuang napas dan buka mulut Anda sedikit
- Bernapas lewat hidung secara perlahan
- Berhenti dan ulangi seperlunya
3. Mengeluarkan lendir dengan postural drainage
Cara ketiga ini dilakukan dengan postural drainage (drainase postural). Anda dapat melakukan teknik ini dengan cara cara berbaring dalam beberapa posisi untuk memanfaatkan gravitasi agar dapat mengeluarkan lendir.
Metode ini dapat memperbaiki pernapasan dan membantu menyembuhkan, juga mencegah infeksi paru-paru sehingga berguna untuk mengatasi bahaya asap rokok yang tidak sengaja terisap.
4. Rutin olahraga
Berolahraga rutin dapat meningkatkan kondisi fisik dan mental, serta menurunkan risiko terjangkit beragam kondisi kesehatan, termasuk stroke dan penyakit jantung.
Olahraga memaksa otot untuk bekerja lebih. Hal ini dapat meningkatkan ritme pernapasan, sehingga menambah jumlah oksigen yang masuk pada otot.
Hal ini juga memperbaiki sirkulasi, membuat tubuh lebih efisien dalam membuang sisa karbon dioksida yang dihasilkan tubuh saat olaharaga.
Tubuh akan beradaptasi pada kebutuhan akan olahraga yang rutin. Otot-otot lalu akan memakai oksigen lebih efisien dan memproduksi karbon dioksida lebih sedikit.
5. Minum teh hijau
Teh hijau kaya akan antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan pada paru-paru. Antioksidan bahkan mampu melindungi jaringan paru-paru dari efek buruk karena mengisap asap.
Kabartangsel.com
Pemerintahan7 hari agoPemkot Tangsel Hadirkan Tangsel One, Akses Layanan Kini Cukup Lewat WhatsApp Berbasis AI
Bisnis6 hari agoPT Nusantara Infrastructure Group Gelar Program “She Drives Change” di Tol BSD
Pemerintahan7 hari agoPilar Saga Ichsan: Pemkot Tangsel Siapkan Normalisasi Drainase Hingga Penataan Kawasan Melati Mas
Nasional6 hari agoAnggaran Rapat Daring BGN Capai Rp5,7 Miliar Selama April–Desember 2026
Nasional6 hari agoKepala BGN Dadan Hindayana: 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG hanya Pengandaian
Nasional6 hari agoProgram MBG Diklaim Jangkau 61,9 Juta Penerima dan Serap 1,2 Juta Tenaga Kerja
Nasional5 hari agoLamiPak Indonesia Raih Penghargaan Ajang Global CSR & ESG Summit & Awards 2026™ ke-18 di Bangkok
Jabodetabek5 hari agoTari Kreasi Tradisional Indonesia 2026 Sukses Digelar Meriah di Kebayoran Park Mall























