Banten
Menteri PU Sebut Jalan Nasional di Banten Paling Parah di Pulau Jawa

Infrastruktur jalan di Provinsi Banten mendapat rapor merah dari Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadi Mulyono. Menurutnya, infrastruktur jalan di Provinsi Banten paling parah dibanding kondisi jalan di jalur pulau Jawa lain yang ada di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal ini disampaikan Basuki saat memeriksa kondisi jalan di jalur Simpang–Malingping dan Bayah–Cibareno di perbatasan Banten–Jawa Barat, Kamis (11/12).
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Basuki didampingi oleh Dirjen Bina Marga Djoko Murdianto, Direktur Bina Pelaksana Wilayah II Adriananda dan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV Bambang Hartadi.
“Dari hasil pengecekan, mungkin jalan di Banten yang paling parah dibanding jalan di jalur Jawa Barat dan Jawa Tengah,” kata Basuki kepada wartawan, saat singgah di lokasi pembangunan pabrik semen di Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak.
Menurut Basuki, kondisi jalur di Provinsi Banten cukup parah sehingga perlu secepatnya mendapat perbaikan. Untuk itu, pihak kementeriannya sudah berkoordinasi dengan dirjen terkait agar jalur jalan Nasional di Banten itu segera mendapat penanganan. Rencananya lanjut dia, beberapa jalur jalan nasional di Banten seperti Simpang-Bayah yang sepanjang 33 kilometer akan diperlebar menjadi tujuh meter.
“Ruas jalan tersebut akan ditingkatkan atau diperlebar jadi tujuh meter,” ujarnya.
Dia mengatakan, perlunya jalan itu segera dibangun untuk mendongkrak perekonomian warga. Karena, kondisi jalan saat ini sudah sangat memprihatinkan yang sudah barang tentu berdampak buruk terhadap aktivitas perekonomian warga. Untuk menunjang pembangunan itu lanjut Basuki, kementeriannya akan menyiapkan anggaran sebesar Rp 330 miliar untuk membangun ruas jalan Simpang – Bayah. Anggaran itu akan direalisasikan pada tahun 2015.
“Sudah kita anggarkan. Tahun depan sudah bisa direalisasikan,” tandasnya.
Jalur lain yang akan dipantau Basuki, yakni jalur Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Cianjur, Padalarang, Cileunyi, Sumedang dan Kanci.
“Setelah ini (jalur jalan nasional di Banten-red), kita juga akan lanjut cek jalur Jawa Barat,” paparnya.
Menteri Basuki datang ke wilayah Bayah sekira pukul 11.30 WIB dengan menggunakan mobil Mitsubishi Pajero Sport berwarna hitam. Sebelumnya, Menteri juga melakukan peninjauan pembangunan penahan abrasi di kawasan Pantai Cibobos, Desa Karangka Mulyan, Kecamatan Cihara.
Setibanya di Bayah, ia langsung menuju lokasi pembangunan pabrik semen didampingi unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Bayah. Setelah meninjau pembangunan pabrik semen, ia melanjutkan perjalanan melalui jalur Bayah–Cibareno untuk mengecek jalur jalan Nasional Pelabuhan Ratu – Jawa Barat. (jp/kt)
Kampus7 hari agoIKA FISIP UIN Jakarta 2025–2029 Resmi Dilantik, Perkuat Peran Alumni sebagai Kekuatan Intelektual
Pemerintahan7 hari agoDWP Bersama DLH Tangsel Berbagi Bersama Penyapu Jalanan
Nasional1 hari agoWINGS Food Hadirkan ‘Pondok Rehat’ di Jalur Mudik 2026, Sediakan Fasilitas Lengkap untuk Pemudik
Pemerintahan6 hari agoDSDABMBK Tangsel Siap Hadapi Libur Lebaran 2026 dengan Infrastruktur Optimal
Bisnis6 hari agoQurban Asyik Luncurkan Aplikasi Versi Terbaru, Kurban Kini Lebih Mudah
Bisnis1 hari agoTempo Scan Berangkatkan 3.000 Pemudik lewat Program “Mudik Sepenuh Hati 2026”
Bisnis1 hari agoSarihusada Raih Penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026 Kategori Manufaktur
Bisnis1 hari agoAriston Hadirkan Kehangatan Ramadan Lewat Program CSR “Caring Brings Comfort” di Yayasan Al Andalusia



















