MUI Tangsel Gelar Pembinaan Kader Ulama

By on Jumat, 18 Oktober 2019
MUI Tangsel Gelar Pembinaan Kader Ulama

SERPONG (Kabartangsel.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel pada Rabu (16/10/2019) menggelar kegiatan Pelatihan Kader Ulama Kota Tangerang Selatan bertempat di Resto Remaja Kuring, Serpong, Tangsel.

Acara dihadiri oleh Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, Ketua MUI Tangsel, KH. Saidih, dan para kader ulama se-kota Tangsel sebanyak 100 orang peserta.

Ketua MUI Tangsel, KH. Saidih, mengatakan kegiatan Pembinaan Kader Ulama ini dalam rangka membahas perkembangan dakwah di kota Tangsel. Menurutnya, MUI adalah lembaga independen yang mewadahi para ulama, dan cendikiawan Islam untuk membimbing, membina, dan mengayomi umat Islam.

“MUI harus berfungsi sebagai pemberi edukasi dan pembimbing bagi umat, pemberi solusi bagi masalah keagamaan. Dan yang tidak kalah penting adalah sebagai pengawal konten dalam media massa. Oleh karena itu, MUI Tangsel merasa berkewajiban memberi pembinaan kepada para kader,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Tangsel, yang hadir sekaligus menjadi Narasumber menjelaskan tentang pentingnya bagi seorang pendakwah untuk menyampaikan pesan-pesan agama secara benar dan dengan cara yang menyejukkan.

“Apalagi di zaman sekarang, materi agama sangat mudah ditemukan di media sosial. Masyarakat kita banyak yang tidak memiliki filter dalam mencerna materi-materi dari medsos. Maka tugas ulama untuk meluruskan dan mengingatkan masyarakat agar tidak cepat menforward informasi yang didapat dari medsos,” ujarnya.

Ditambahkannya, ulama harus terdepan menangani kasus moral yang terjadi dimasyarakat. Perkembangan teknologi juga harus diperhatikan ulama dalam menunjang aktivitas dakwahnya.

“Ulama harus memiliki etos kerja dan mampu memberikan pencerahan melalui dakwahnya. Sehingga setiap permasalahan yang terjadi, ulama memikiki peran andil di dalamnya,” tegasnya.

Dalam nada yang sama, Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan tugas ulama  mengedukasi masyarakat agar dapat mencerna mana berita yang layak dipercaya.

“Sekarang ini banyak orang mengaji dari dunia maya, berbeda dengan orangtua kita dulu yang mengaji langsung bertemu dengan guru, sehingga seringkali infomasi yang diterima disalahpahami,” ujarnya.

Benyamin juga mengatakan pihaknya telah membuat program pendidikan, antara lain seperti yang telah dilakukan oleh madrasah-madrasah dibawah naungan Kementerian Agama, yaitu pelajaran kitab kuning di sekolah umum.

“Karena saya yakin, pendidikan menjadi kunci untuk kemajuan Tangsel. Oleh karenanya kita akan memberikan kontribusi dari APBD untuk pendidikan karakter melalui pembelajaran dari kitab aslinya,” tuturnya.

Kegiatan pembinaan kader ulama ini menghadirkan tiga Narasumber, yaitu Kepala Kantor Kemenag Tangsel, Abdul Rojak, menyampaikan materi “Pembinaan Kementerian Agama Terhadap Perkembangan Dakwah Islam”, Narasumber kedua Dimyati Sajari, menyampaikan materi “Adab Ulama di Tengah Masyarakat”, dan Cholisudin Yusa menyampaikan materi “Tahsinul Qiraat Dalam Berdakwah.” (Kemenag Tangsel)