Connect with us

Lifestyle

Nyeri Otot Dada, Apa Penyebab yang Harus Diketahui?

Ketika tubuh sudah terasa lelah sampai terasa pegal linu, ini mungkin pertanda Anda mengalami nyeri otot. Sakit bisa terjadi pada bagian otot mana pun di seluruh tubuh, seperti di dada. Nyeri otot dada merupakan keluhan nyeri yang umum, tapi seringkali dikira sebagai gejala sakit jantung. Agar bisa membedakan, ketahui berbagai penyebab dan cara mengatasi masalah nyeri otot dada di bawah ini!

Gejala-gejala nyeri otot di bagian dada

Apabila terjadi cedera di bagian otot dada sehingga menyebabkan nyeri, ada beberapa gejala yang bisa Anda rasakan. Gejala tersebut, di antaranya adalah:

  • Rasa sakit yang meningkat ketika bergerak di bagian dada juga tulang belakang bagian atas.
  • Sakit atau nyeri jadi memburuk saat menarik napas juga batuk.
  • Area yang terasa nyeri jadi lebih sensitif.
  • Sakit punggung di bagian atas.
  • Adanya pembengkakan serta terjadi kejang otot.

Berbagai penyebab nyeri otot dada

Sakit atau nyeri pada otot dada bisa terjadi ketika ada masalah yang mempengaruhi bagian otot, tulang, atau saraf yang berada di daerah tersebut. Apalagi kalau Anda melakukan berbagai macam aktivitas fisik setiap hari.

Secara tidak sadar, misalnya ketika Anda mengangkat sesuatu yang berat, olahraga yang cukup berat, maka terjadilah luka di bagian otot. Hal lainnya adalah ketika Anda melakukan gerakan berulang dan menyebabkan ketegangan kronis.

Advertisement

Beberapa aktivitas yang dapat menyebabkan otot dada sakit dan tegang:

1. Aktivitas fisik berlebihan

Nyeri otot dada yang terjadi pada Anda bisa disebabkan karena melakukan aktivitas fisik yang berlebihan. Bahkan apabila Anda melakukan aktivitas yang seringkali dianggap biasa saja. Mislanya, ketika diharuskan untuk memindahkan barang untuk keperluan tertentu.

Gerakan yang berulang dan dilakukan dalam jangka waktu yang tidak sebentar bisa membuat Anda merasakan nyeri otot pada bagian dada ketika tidak dilakukan dengan hati-hati.

Begitu juga kalau Anda senang berolahraga. Olahraga yang berlebihan juga bisa menyebabkan sakit pada otot bagian dada karena area yang menegang.

Advertisement

2. Terjadi cedera

Cedera pada bagian tertentu tubuh juga bisa menjadi penyebab nyeri otot di bagian dada. Cedera pertama adalah ketika Anda melakukan olahraga dan melakukan teknik yang salah. Dikutip dari Cleveland Clinic, nyeri yang terasa pada otot dada ketika ketika meningkatkan intensitas latihan lalu terjadi cedera di serat otot juga jaringan ikat.

Tidak hanya itu saja, kecelakaan pun juga bisa menjadi penyebab nyeri otot di bagian dada Anda. Hal ini karena pada saat kejadian, tubuh secara langsung ‘mengencangkan diri’ untuk menahan termasuk pada otot. Maka, yang terjadi adalah otot terasa sakit juga bisa robek.

3. Postur tubuh yang tidak tepat

Sebagian besar orang tidak peduli dengan postur tubuh misalnya seperti cara berdiri, cara duduk, cara berjalan, dan lain-lainnya. Padahal, postur tubuh yang buruk juga bisa menjadi penyebab terjadinya pegal, kekakuan, sakit di bagian leher serta bahu, juga nyeri otot dada.

Hal ini karena ketika Anda tidak melakukannya dengan cara yang tepat, otot di bagian tubuh tertentu akan bekerja terlalu keras. Seiring berjalannya waktu, akan terjadi peradangan pada otot.

Advertisement

4. Tidak melakukan pemanasan

Ketika otot di area tubuh tertentu seperti dada sudah terasa sakit, sebaiknya jangan dibiarkan begitu saja. Tidak ada salahnya untuk Anda melakukan gerakan tertentu seperti pemanasan karen. Tidak melakukan pemanasan ternyata bisa  menjadi penyebab nyeri otot dada yang semakin parah.

Ada beberapa manfaat pemanasan untuk tubuh. Pemanasan bertujuan untuk meregangkan otot sekaligus mengurangi rasa nyeri pada otot setelah berolahraga atau melakukan aktivitas tertentu.

Otot dada yang terasa sakit juga bisa berasal dari otot-otot tegang atau tertarik, atau bahkan sobek. Nyeri otot di badan depan pun dapat terasa cukup tajam, dan mungkin diperparah dengan stres emosional.

Disebutkan pula bahwa sebanyak 49 persen nyeri dada berasal dari ketegangan otot interkostal. Bagian otot ini pula yang berfungsi untuk membantu Anda lebih mudah bernapas juga menstabilkan tubuh bagian atas.

Advertisement

Bagaimana mendiagnosis sakit pada otot dada?

Apabila dilihat dari gejala serta penyebab terjadinya sakit otot di bagian dada, ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi di dalam tubuh Anda. Saat Anda merasa khawatir dan tidak yakin dengan penyebabnya, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Tentunya, dokter akan menanyakan gejala apa saja yang Anda rasakan sebelumnya serta hal-hal yang berkaitan dengan sakit otot dada. Apabila penyebab utamanya merupakan ketegangan otot, ada beberapa kategori cedera yang biasa terjadi, seperti:

  • Grade 1 atau kerusakan ringan. Kondisi ini merupakan adanya kerusakan yang kurang dari 5% serat otot. Kekuatan juga gerakan yang biasa Anda lakukan bisa terganggu. Namun, masih ada kemungkinan untuk pemulihan yang biasanya memakan waktu dua sampai tiga minggu.
  • Grade 2 atau kerusakan yang lebih luas. Cedera yang telah mempengaruhi serat otot, akan tetapi otot tidak sepenuhnya pecah. Ada kehilangan kekuatan juga gerak yang cukup signifikan. Namun, dibutuhkan waktu dua sampai tiga bulan untuk pemulihan.
  • Grade 3 atau otot yang robek Saat dilakukan pemeriksaan fisik, dokter akan menyarankan operasi utnuk memasang kembali otot yang sudah rusak.

Cara mengatasi masalah nyeri otot dada

Seperti kondisi nyeri otot lainnya, otot yang terasa sakit di bagian dada dapat diatasi dengan beberapa cara tertentu. Namun, perlu diperhatikan kembali apakah nyeri yang dirasakan sudah separah apa. Pilihan untuk mengatasi yang bisa Anda lakukan, adalah:

  • Istirahat yang cukup. Perlu diingat kembali jika penyebab nyeri otot pada tubuh adalah terlalu banyak melakukan aktivitas fisik sehingga otot menjadi lebih tegang dari biasanya.
  • Kompres otot yang terasa sakit dengan menggunakan handuk dingin selama 15 hingga 20 menit. Hal ini bertujuan untuk redakan sakit juga pembengkakan.
  • Lakukan kompresi dengan menggunakan perban di area tubuh yang terasa sakit. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu untuk mengetahui cara yang tepat.
  • Lakukan postur tubuh yang tepat. Misalnya duduk dengan tegak dan tidak membungkuk. Saat tidur, gunakan bantal ekstra untuk menjaga area dada tetap tinggi.
  • Mengonsumsi obat pereda sakit untuk mengurangi rasa yang tidak nyaman serta mengurangi peradangan. Misalnya seperti jenis obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), ibuprofen dan juga asetaminofen (parasetamol).

Kabartangsel.com

Source

Advertisement

Populer