Obat, Gejala, Penyebab, dll.

By on Jumat, 17 Januari 2020

Definisi

Apa itu anemia gravis?

Anemia gravis adalah jenis anemia berat yang ditandai dengan kadar Hb di bawah 8 g/dL.

Kekurangan darah karena anemia gravis bukan hanya menyebabkan lelah dan kelemahan, tapi juga berisiko menimbulkan komplikasi berupa kerusakan beberapa organ tubuh. 

Seberapa umumkah kondisi ini?

Anemia gravis adalah kondisi yang bisa terjadi pada ibu hamil atau orang dengan penyakit kronis seperti kanker atau sakit ginjal.

Konsultasi ke dokter apabila Anda merasa mengalami tanda-tanda dan gejala anemia. 

Tanda dan Gejala

Apa saja tanda dan gejala anemia gravis?

Tanda dan gejala anemia gravis pada setiap orang dapat berbeda. Namun gejala anemia ini termasuk parah dan dapat terjadi dalam waktu lama:

  • Lelah yang ekstrem
  • Kulit pucat atau kekuningan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Sering sesak napas dan sakit di dada
  • Pusing 
  • Tangan dan kaki dingin
  • Sakit kepala

Penyebab

Apa penyebab anemia gravis?

Anemia gravis adalah kondisi yang disebabkan oleh kekurangan sel darah merah sehat. Anemia ini tergolong berat, karena ditandai dengan jumlah HB di bawah 8 g/dl. Kondisi ini dapat menyebabkan gejala kelelahan ekstrim yang sampai mengancam jiwa. 

Anemia gravis juga dapat disebabkan oleh perdarahan berat karena berbagai hal, salah satunya adalah cedera seperti kecelakaan dan jatuh.

Cedera atau trauma akibat kecelakaan dapat menyebabkan perdarahan yang mengakibatkan stok darah di dalam tubuh berkurang banyak. Cedera fisik serius juga dapat merusak organ, pembuluh darah, dan tulang belakang yang menghasilkan darah.

Perdarahan dalam juga dapat menyebabkan anemia gravis. Biasanya ini dapat disebabkan karena kondisi penyakit yang menyerang sistem pencernaan Anda.

Saat sistem pencernaan terganggu, nutrisi dan vitamin penambah yang masuk ke tubuh lewat makanan tidak dapat dicerna dengan baik. Penyakit yang berisiko menyebabkan perdarahan dalam pencernaan adalah polip usus besar, kolitis, dan tukak lambung.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami anemia gravis?

Anemia adalah penyakit gangguan darah yang terjadi jika sel-sel darah merah tidak mengandung cukup hemoglobin. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Ketika kekurangan zat besi di dalam tubuh Anda, sumsum tulang Anda membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin. Tanpa zat besi yang cukup, tubuh Anda tidak dapat memproduksi cukup sel darah merah yang mengandung hemoglobin.

Lantas, apa lagi hal-hal yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami anemia gravis?

1. Kekurangan vitamin

Tubuh yang kekurangan vitamin, terutama folat, vitamin B-12, dan juga vitamin C, tidak dapat menghasilkan cukup sel darah merah. Ketika Anda mengalami defisiensi vitamin dalam jangka panjang, produksi sel darah merah akan menurun dan Anda dapat berisiko mengalami anemia gravis. 

3. Penyakit tertentu

Penyakit kronis seperti kelainan pada sumsum tulang, kanker, infeksi HIV/ AIDS, rheumatoid arthritis, penyakit ginjal, atau penyakit autoimun kronis adalah faktor pemicu anemia gravis.

Penyakit kronis dapat menyebabkan Anda mengalami anemia parah dalam waktu lebih dari 3 bulan. Penyakit-penyakit tersebut umumnya memengaruhi proses produksi sel darah merah, baik secara langsng maupun tidak.

Efek samping minum obat tertentu untuk pengobatan penyakit di atas juga dapat memengaruhi bagaimana tubuh memproduksi sel darah merah sehat dalam jumlah yang cukup.

5. Keturunan

Faktor bawaan atau keturunan bisa menjadi pemicu Anda terkena anemia sel sabit. Di dalam tubuh Anda bisa terdapat bentuk hemoglobin yang rusak yang membuat sel darah merah berbentuk bulan sabit dari yang seharusnya bulat 

Sel-sel darah ini bisa menyumbat aliran vena dan dapat mati sebelum waktunya, tubuh Anda pun dapat mengalami anemia dalam waktu berkepanjangan. 

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis anemia gravis?

Untuk mendiagnosis anemia, dokter Anda kemungkinan melakukan beberapa rangkaian pemeriksaan dan tes berikut:

1. Pemeriksaan kondisi fisik dan gejala

Untuk mendiagnosis anemia, dokter Anda kemungkinan akan menanyakan riwayat kesehatan Anda sembari melakukan pemeriksaan fisik,

Anda dapat membantu dengan memberikan jawaban terperinci tentang gejala, riwayat kesehatan keluarga, makanan dan obat apa yang Anda konsumsi. Dokter Anda akan mencari gejala anemia dan petunjuk fisik lainnya yang mungkin mengarah pada penyebabnya.

2. Hitung darah lengkap (Complete Blood Count)

Hitung darah lengkap metode yang namanya dapat disingkat sebagai CBC ini digunakan untuk menghitung jumlah darah Anda berdasarkan sampel. Untuk kondisi anemia, dokter akan fokus melihat kadar sel darah merah (hematokrit) dan hemoglobin dalam darah Anda.

Nilai hematokrit dewasa normal umumnya antara 40% dan 52% untuk pria, dan 35% dan 47% untuk wanita. Sedangkan jumlah hemoglobin normal pada orang dewasa umumnya 14 hingga 18 gram per desiliter untuk pria dan 12 hingga 16 gram per desiliter untuk wanita.

3. Tes tambahan lainnya

Tes darah tambahan lainnya kemungkinan akan dianjurkan dokter. Fungsinya untuk  mendeteksi penyebab anemia yang jarang, seperti serangan kekebalan pada sel darah merah, sel darah merah rapuh, atau cacat enzim. 

Selain itu, dokter juga dapat melakukan hitungan retikulosit, bilirubin, dan kandungan di dalam  urin lainnya untuk menentukan seberapa cepat sel darah Anda dibuat. 

Hanya dalam kasus yang jarang terjadi, dokter perlu mengeluarkan sampel sumsum tulang untuk menentukan penyebab anemia Anda.

 

Pengobatan

Apa saja pengobatan untuk anemia gravis?

1. Transfusi darah

Apabila Anda mengalami anemia gravis, dokter akan memberikan transfusi darah untuk menambah darah dalam tubuh Anda.

Transfusi sel darah merah dapat diberikan kepada pasien dengan anemia gravis. Biasanya pengobatan ini diberikan pada orang yang mengalami anemia berat yang sedang mengalami perdarahan aktif atau memiliki gejala signifikan seperti nyeri dada, sesak napas, atau lemah.

Transfusi diberikan untuk menggantikan sel darah merah yang kurang dan tidak akan memperbaiki kekurangan zat besi sepenuhnya.

2. Mengonsumsi suplemen dan vitamin tambahan

Kondisi anemia berat yang terjadi karena defisiensi atau kekurangan nutrisi  dapat dibantu diatasi dengan minum suplemen dan vitamin tambahan. Dokter umumnya Anda menganjurkan minum suplemen zat besi, vitamin B12, asam folat, atau vitamin C. 

3. Mengendalikan penyebab anemia terlebih dahulu

Dokter juga akan mengobati anemia berat Anda dengan mengatasi penyebab yang mendasarinya terlebih dahulu. Misalnya kondisi kekurangan darah Anda disebabkan karena penyakit kronis, dokter akan mengatasi penyebabnya dahulu, baru perlahan memperbaiki kondisi anemia Anda. 

Untuk kasus anemia karena kelainan sumsum tulang , dokter akan menganjurkan transplantasi sumsum tulang. Prosedur ini digunakan untuk mentransfer sel sumsum tulang sehat ke pasien anemia. Diharapkan sumsum tulang pasien dapat memproduksi sel darah yang baru, jumlahnya cukup, dan sehat.

Pencegahan di Rumah

Bagaimana cara mencegah dan merawat anemia gravis di rumah?

Beberapa kondisi anemia berat umumnya dapat dicegah. Anda dapat membantu menghindari anemia parah dengan dengan memilih diet yang mencakup berbagai vitamin dan nutrisi berikut:

  • Konsumsi zat besi bisa dengan makan makanan seperti  daging sapi, daging ayam, kacang-kacangan, lentil, sereal yang mengandung  zat besi dan sayuran seperti bayam dan sawi
  • Konsumsi folat dan vitamin B12 Nutrisi asam folat dan vitamin B dapat dikonsumsi dari kacang-kacangan, dan roti, sereal serta pastam dan  susu kedelai.
  • Banyak konsumsi vitamin seperti buah jeruk, melon, dan strawberry dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi untuk tubuh menghasilkan darah.

Source