Lifestyle
Parvovirus Adalah Virus Penyebab Fifth Disease Pada Anak Kecil

Selain bakteri dan jamur, virus juga menjadi sumber berbagai penyakit. Jumlahnya sangat banyak dan bisa ditemukan di mana saja, salah satunya parvovirus.Jika tubuh Anda terpapar virus ini, penyakit apakah yang akan ditimbulkan? Cari tahu jawabannya berikut ini.
Apa itu parvovirus?
Parvovirus adalah virus yang bisa menyerang binatang peliharaan dan juga manusia. Jenisnya pun ada banyak. Tipe virus yang hanya bisa menyerang manusia adalah parvovirus b19, sementara parvovirus canine tipe 2 khusus menyerang binatang peliharaan.
Virus ini sangat mudah menular. Namun, parvovirus yang ada pada hewan tidak akan menular dan menyebabkan penyakit pada manusia. Begitu juga sebaliknya.
Bagaimana penularannya?
Sama seperti virus influenza, parvovirus B19 juga menular melalui udara atau tetesan air liur.
Saat virus masuk ke tubuh, virus bisa menyebar melalui darah dan menyebabkan infeksi. Jika ibu hamil terpapar virus ini, sang ibu bisa menularkan virus pada bayi di dalam kandungannya.
Orang cederung terpapar virus ini saat musim pancaroba, dari musim hujan ke musim kemarau. Dibanding orang dewasa, virus ini lebih sering menyerang anak-anak.
Apakah yang terjadi jika tubuh terpapar parvovirus?
Infeksi parvovirus B19 adalah penyebab paling umum dari penyakit kelima alias fifth diseases pada anak-anak. Fifth disease (eritema infectiosum) adalah penyakit yang menyebabkan gejala khas ruam merah lebar pada kulit pipi seperti habis ditampar. Anak yang terinfeksi virus ini biasanya akan mengalami demam, sakit perut, sakit kepala, dan hidung berair sebagai tanda-tanda awal.
Kemudian, ruam akan muncul beberapa hari setelahnya. Ruam tidak hanya muncul pada pipi, bisa juga menyebar di sekitar lengan, paha, bokong, dan telapak kaki. Ruam bisa muncul dan hilang kurang lebih selama tiga minggu. Namun bisa juga lebih dari itu, jika anak terlalu banyak menghabiskan waktu di bawah sinar matahari.
Sementara itu, jika orang dewasa terinfeksi pavovirus B19, ruam pada pipi cenderung tidak terjadi. Gejala yang paling menonjol adalah nyeri sendi disertai pembengkakan. Nyeri sendi paling sering terjadi pada tangan, pergelangan tangan, lutut, atau pergelangan kaki.
Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan janin yang terinfeksi pavovirus ini bisa menyebabkan anemia. Sementara jika orang dengan anemia terinfeksi virus ini, komplikasi serius bisa terjadi karena produksi sel darah merah semakin menurun.
Kabartangsel.com
Bisnis3 minggu agoLamiPak Indonesia Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di TOP CSR Awards 2026
Pemerintahan3 minggu agoPeringati Hari Lahir Pancasila, Benyamin Davnie Serukan Persatuan, Gotong Royong, dan Kepedulian Sosial
Pemerintahan3 minggu agoPemkot Tangsel Hadirkan 5.000 Titik Internet Gratis, Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala
Pemerintahan3 minggu agoInternet Gratis Jangkau 379 Masjid dan 376 Musala, Pemkot Kini Hadirkan Aplikasi Tangsel Mengaji Berbasis AI
Nasional4 minggu agoMenteri Maman Abdurrahman dan Menkomdigi Meutya Hafid Kolaborasi Perkuat Pelindungan UMKM di Marketplace
Nasional4 minggu agoPerluas Akses Pendanaan Pengusaha Menengah, Wamen UMKM Helvi Moraza Luncurkan ACCES 2026
Bisnis4 minggu agoSepanjang 2025, Pelindo Petikemas Setor Rp1,73 Triliun
Nasional4 minggu agoHadapi Era Digital, Dandim Manggarai Barat Tingkatkan Pengelolaan Website Resmi Kodim Lebih Aktif dan Informatif





























