Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel berkomitmen memberikan pelatihan pendidikan siap siaga bencana kepada siswa SMA se-Kota Tangsel. Sebanyak 40 siswa SMA se-Tangsel menerima pelatihan kesiap siagaan bencana bertempat di Restoran Kampung Anggrek, Serpong, kamis (28/3).
Kepala BPBD Kota Tangsel, Chaerudin menjelaskan bahwa pendidikan kesiap siagaan bencana ini bertujuan untuk meminimalkan jumlah korban dari kalangan pelajar dalam suatu bencana. Meskipun Kota Tangsel jauh dari komplek gunung api aktif atau pesisir pantai, bukan berarti pendidikan bencana ini menjadi tidak penting.
Sampai saat ini kata Chaerudin, pendidikan bencana terus dilakukan di sekolah-sekolah yang ada di Kota Tangsel. Bahkan Chaerudin memastikan bahwa sudah ada 15 sekolah menerima edukasi ini. Ke depannya, dia berharap akan lebih banyak sekolah lagi yang peduli dengan pendidikan ini. Sebab, BPBD terbuka dengan permintaan sekolah yang ingin menerima pelatihan dan pendidikan kesiapsiagaan bencana.
”Kemarin kita juga sudah melakukan pelatihan kepada kodiklat. Karena pihak mereka meminta informasi kepada kami. Jadi kami kirimkan anggota kesana untuk melatih. Kemudian, pelatihan yang menggabungkan semua siswa dari sekolah ini juga merupakan permintaan dari kepala sekolah yang menganggap pendidikan bencana alam itu penting,” singkatnya.
Sementara Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menjelaskan bencana alam bukan terjadi di daerah rawan. Karena menurutnya, bencana alam juga memiliki peluang yang besar terjadi di Tangsel. Meskipun bentuknya bukan gempa bumi, tsunami, longsor dan lainnya.
”Saya mengarahkan kalau tanggap bencana itu bukan cuma ketika gempa bumi atau longsor. Tapi, ketika ada tawuran dan lainnya. Itu juga merupakan bencana. Dimana mereka harus bisa melindungi diri, bersikap agar tidak menjadi korban bencana. Nanti melalui pelatihan ini mereka juga bisa mendapatkan informasi tersebut,” ungkapnya.
Benyamin menambahkan jika saat ini siswa harus menerima banyak informasi yang baik. Sebab, perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat mereka mudah mendapatkan berbagai macam informasi. Baik yang informasi yang bermanfaat ataupun sebaliknya.
”Karena itu, kita upayakan agar waktu luang yang mereka miliki digunakan dengan baik. Misalnya pelatihan seperti ini. Jadi saya harap sekolah juga mau ikut berkontribusi dalam upaya pemerintah untuk memberikan pemahaman kesiapsiagaan bencana kepada siswanya,” kata dia. (hms)
Nasional6 hari agoWINGS Food Hadirkan ‘Pondok Rehat’ di Jalur Mudik 2026, Sediakan Fasilitas Lengkap untuk Pemudik
Pemerintahan6 hari agoPemkot Tangsel Salurkan Rp405 Juta dalam Safari Ramadan 1447 H
Bisnis6 hari agoSarihusada Raih Penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026 Kategori Manufaktur
Bisnis6 hari agoTempo Scan Berangkatkan 3.000 Pemudik lewat Program “Mudik Sepenuh Hati 2026”
Pemerintahan2 hari agoIdulfitri 1447 Hijriah, Pilar Saga Ichsan Tekankan Pentingnya Ukhuwah untuk Membangun Tangsel
Bisnis6 hari agoAriston Hadirkan Kehangatan Ramadan Lewat Program CSR “Caring Brings Comfort” di Yayasan Al Andalusia
Jabodetabek5 hari agoAmankan Gedung SMA & SMK Triguna Utama, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Selamatkan Aset Negara
Hukum4 hari agoMiris! Anak Berkebutuhan Khusus Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Pengurus DKM di Ciputat Timur











