Connect with us

Pemerintahan

Pelaksanaan MTQ XII Tingkat Kota Tangsel 2021 Berlangsung Dengan Prokes Ketat

Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga, dalam Pembukaan MTQ Ke-XII Tingkat Kota Tangsel di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Jumat (02/07).

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tetap melangsungkan MTQ ke-XII Tingkat Kota Tangsel tahun 2021 dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga, dalam Pembukaan MTQ Ke-XII Tingkat Kota Tangsel di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Jumat (02/07).

Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan, menjelaskan bahwa pelaksanaan MTQ ini akan menggunakan protokol kesehatan yang maksimal. Sehingga tidak menjadi klaster baru Covid-19. Sebagaimana yang dikhawatirkan oleh masyarakat atau stakeholder lainnya.

“MTQ adalah identitas dari Kota Tangerang Selatan sehingga tidak bisa dihilangkan atau tetap harus dilakukan,” ujar Pilar usai menghadiri Pembukaan MTQ Kota Tangerang Selatan itu.

Advertisement

Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan saat membuka MTQ Tangsel XII, Jumat (2/7/2021)

Dia menambahkan bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan panitia, juri dan peserta. Diantaranya yaitu setiap orang yang berperan didalamnya harus dicek apakah terbebas dari Covid-19 sehingga tidak menyebabkan penularan dalam kegiatan.

Kemudian, lanjut Pilar, dari koordinasi yang dilakukan oleh Pemkot dan Kementerian Agama adalah kegiatan yang dipercepat sehingga tidak memakan waktu lama. Kemudian juga dilakukannya dalam tempat terpisah.

“Sebenarnya tahun lalu juga memanfaatkan teknologi, jadi bukan hal yang baru,” kata Pilar.

Sementara Ketua LPTQ Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo, menjelaskan ikhtiar, doa, dan tawakkal mutlak dilakukan dan kegiatan MTQ salah satu upayanya.

“Semoga dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, wabah Covid-19 di Kota Tangsel dapat melandai dan hilang, kita yakin Al-Qur’an adalah rahmat dan obat,” ujarnya.

Advertisement

Kemudian Kepala Kantor Kemenag Kota Tangsel, Abdul Rojak, mengingatkan kegiatan MTQ ini harus terus ditingkatkan di masa-masa mendatang, karena merupakan salah satu bagian dari syi’ar agama, khususnya mendekatkan masyarakat dengan Al-Qur’an dengan cara meningkatkan pemahaman tentang isi dan kandungan kitab suci Al-Qur’an.

“MTQ bukanlah acara seremonial belaka, bukan hanya sebagai ajang untuk mencari yang terbaik dengan kategori-kategori yang dilombakan, tapi sebuah kegiatan untuk lebih mencintai dan memahami Al-Qur’an,” pungkasnya. (red/fid)

Advertisement

Populer