DPRD Tangsel
Pembangunan Gedung Perpusda Tangsel Tidak Disetujui Dewan

Anggaran pembangunan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Tangsel tidak disetujui DPRD pada tahun ini. Alasannya, masih banyak program penting lain belum terselesaikan Pemkot dibanding sekadar membangun gedung megah.
Setelah dilakukan dengar pendapat Komisi II DPRD dengan pihak Perpusda Pemkot dalam pembahasan rancangan APBD 2015 akhir tahun lalu, DPRD memutuskan untuk menolak pengajuan anggaran pembangunan gedung perpusda. Sedangkan sebagai gantinya, pihak Perpusda untuk memperbanyak program kegiatan.
“Memang sebelumnya ada wacana pembangunan. Namun memang untuk tahun ini tidak ada. Kami saat itu lihat kaget anggaranya terlalu besar sementara masih banyak kebutuhan lain lebih utama,” ungkap Anggota Komisi II DPRD Tangsel Sri Lintang Aryani.
Menurut dewan tinggal di Kelurahan Pisangan Ciputat Timur ini, bukan tidak penting membangun gedung perpusda. Tentunya, perpustakaan sangat penting dan menjadi kebanggaan. Namun dinilai anggaran yang besar itu sebaiknya dialihkan pada pendidikan atau kesehatan terlebih dahulu.
“Saran komisi dua saat itu sebaiknya dialokasikan ke pendidikan atau kesehatan, meski sama-sama penting. Syukur Alhamdulillah bila di Tangsel miliki perpustakaan megah tentunya menjadi kebanggaan kita semua,” tambah ia.
Untuk mempopulerkan dunia perpustakaan, komisi dua kata Lintang sebaiknya Perpusda fokus pada kegiatan-kegiatan promosi ke masyarakat. Membuka pojok-pojok ruang baca yang ada di setiap kecamatan atau kelurahan. Mengadakan kegiatan minat baca yang tersebar di Tangsel.
“Menyelesaikan tugas yang lalu belum selesai yakni mendirikan ruang baca di Kantor Kecamatan. Kami lihat belum semua untuk itu diharapkan program itu dapat diselesaikan,” papar Lintang.
Menanggapi hal itu, secara terpisah Kepala Perpusda Tangsel Chaerudin membenarkan pembangunan gedung perpusda batal tahun ini. Kendati sebelumnya sudah direncanakan dengan anggaran sebasar Rp 28 Miliar. Namun alasan pembatalan, Chaerudin sendiri mengaku tidak mengatahuinya secara persis.
“Memang batal dibangun pada tahun ini, saya pun tidak mengetahui alasan itu. Coba tanyakan ke pimpinan saja nanti saya salah bicara,” paparnya.
Ia tetap berharap Tangsel bakal miliki perpusda dengan lima lantai sesuai dirancang pada tahun sebelumnya. Hal ini sebagai identitas masyarakat perkotaan dan intelektual disimbolkan dengan adanya gedung Perpusda.
“Saya berharap Tangsel akan miliki gedung perpustakaan megah, sehingga warga bisa berkunjung untuk menambah ilmu pengetahuan,” harap Chaerudin. (tp/kt)
Tangerang7 hari agoKinanthi Trans Solusi Layanan Sewa Bus Pariwisata Tangerang untuk Mobilitas Massal yang Efisien
Sport5 hari agoVeda Ega Pratama Kena Hukuman Long Lap Penalty, Misi Berat Menanti di Moto3 Hungaria 2026
Nasional5 hari agoKementerian UMKM Terus Dorong Penguatan Kemitraan Global bagi Pelaku UMKM Indonesia
Sport6 hari agoHasil Kualifikasi, Veda Ega Pratama Start dari Posisi 9 di Moto3 Hungaria 2026
Nasional5 hari agoWamen UMKM Helvi Moraza Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia
Bisnis5 hari agoIKPP Tangerang 50 Tahun Berkarya, Perkuat Kontribusi Lingkungan dan Sosial melalui Rekam Jejak Penghargaan Berkelanjutan
Komunitas5 hari agoKONGRES 2026 Tandai Era Baru Kebangkitan Musik Reggae Lokal di Tangsel
Nasional4 hari agoPresiden Prabowo Lantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN, serta Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden























